Senin, 24 Juli 2017

Home/ Internasional / / Berita

Kamis, 13 Juli 2017 07:12 WIB

Bank Sentral AS Genjot Kenaikan Suku Bunga



Bisnisnews.id - Bank sentral Amerika Serikat (AS)   selain terus genjot kenaikan suku bunga acuan secara bertahap juga mengurangi neracanya tahun ini sekaligus memantau inflasi secara ketat.

Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen seperti dilaporkan Xinhua mengatakan, komite terus berharap evolusi ekonomi akan menjamin kenaikan tingkat suku bunga federal fund secara bwrtahap.

"Komite terus berharap bahwa evolusi ekonomi dari waktu ke waktu akan menjamin kenaikan tingkat suku bunga federal fund secara bertahap untuk mencapai dan mempertahankan lapangan kerja maksimum dan harga-harga yang stabil," kata Yellen dalam kesaksiannya di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS.

Yallen mengatakan, suku bunga acuan mungkin tidak jauh dari posisi netral dimana ekonomi mencapai lapangan kerja penuh, berjalan sejalan dengan tren pertumbuhan dan memiliki harga-harga yang stabil.

"Karena suku bunga netral saat ini cukup rendah menurut standar historis, suku bunga federal fund tidak perlu naik sedemikian jauh untuk mencapai posisi kebijakan netral," kata Yellen.

Sebagai bagian dari proses normalisasi kebijakan moneternya, The Fed akan mengurangi neraca 4,5 triliun dolarnya. Dalam pertemuan kebijakannya pada Juni, The Fed mengumumkan rencana rinci tentang bagaimana mengurangi neraca keuangannya.

"Asalkan ekonomi secara luas berkembang seperti yang diharapkan, (The Fed) kemungkinan akan mulai menerapkan program ini tahun ini," kata Yellen dalam testimoninya yang mengacu pada pengurangan neraca.

Dalam kesaksiannya, Yellen memperkirakan ekonomi AS akan terus berkembang dengan kecepatan moderat selama beberapa tahun ke depan, karena kenaikan lapangan pekerjaan yang mantap akan mendukung pertumbuhan pendapatan dan kemudian belanja konsumen.

Menurut ketua Fed, prospek pertumbuhan global yang membaik akan mendukung ekspor AS dan kondisi keuangan yang menguntungkan akan terus mendukung investasi bisnis.

Namun, dia mencatat inflasi sebagai salah satu ketidakpastian yang sedang dihadapi ekonomi.

Dia mengatakan bahwa bank sentral akan memantau perkembangan inflasi secara ketat di bulan-bulan mendatang.

Inflasi di AS telah melemah dalam beberapa bulan terakhir, yang memicu diskusi tentang kecepatan dan waktu kenaikan suku bunga berikutnya di antara para pejabat Fed.

Gubernur Fed Lael Brainard mengatakan pada Selasa (11/7) bahwa dia ingin menilai proses inflasi secara ketat sebelum membuat keputusan mengenai kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Baca Juga

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
PANSUS KPK
Mengagetkan, Komisioner KPK Terima Uang Rp 1 Miliar ?

Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis saat diambil sumpahnya agar memberikan keterangan sejujurnya sebelum dimulainya Rapat Dengar pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus Hak Angket KPK di ruang KK 1, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MEGA KORUPSI
Soal Pelindo II, Prima Tuntut Menneg BUMN Ditangkap

Bisnisnews.id - Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) akan melakukan aksi demo terkait kasus mega korupsi Pelindo II hari Selasa 25 Juli 2017 di Gedung KPK. Menurut Syaroni, Ketua Presidium PRIMA bahwa demo "Segera Tangkap Rini . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MILITER DAN INTELIJEN
1.200 Tentara Dari 22 Negara Tiba Untuk Olimpiade Militer Rusia 2017

Bisnisnews.id - Pasukan dari 22 negara telah tiba di Rusia untuk Olimpiade Internasional Militer Rusia. Sekitar 1.200 tentara dari China, India, Iran dan beberapa negara sekutu Rusia atau netral diperkirakan akan ambil bagian, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
OBOR
China Harap Pembangunan Kereta Api Thailand Dipercepat

Bisnisnews.id - Menteri luar negeri China mengatakan dia berharap pembangunan perkeretaapian Thailand yang baru dapat segera dimulai sehingga Thailand akan memiliki akses yang lebih baik ke pasar China. Wang Yi sedang dalam kunjungan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 24 Juli 2017
LAYANAN
Hasil Survei, Tiga Bandara AP I Masuk 10 Besar Dunia

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, raih peringkat II jumlah penumpang terbanyak oleh lembaga pemeringkat ACI Bisnisnews.id-Tiga bandara PT Angkasa Pura I masuk peringkat 10 besar dunia kategori jumlah penumpang, hasil survei penilaian . . .
Selengkapnya