Sabtu, 18 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

LAYANAN EMIRATES
Minggu, 16 Juli 2017 00:52 WIB

Pramugari Tertangkap Kamera Tuang Sampanye Kembali Ke Botol



Pramugari itu tertangkap kamera menuangkan sampanye ke dalam botol

 

Bisnisnews.id - Sebuah video menunjukkan pramugari Emirates menuang segelas sampanye kembali ke dalam botol telah menyebabkan kegemparan setelah diposting online.

Rekaman tersebut dibuat oleh penumpang Rusia, Yevgeny Kaymov yang tanpa sengaja memfilmkan kejadian tersebut dalam sebuah penerbangan kelas bisnis ke Dubai.

Kaymov memposting video itu ke akun Instagram-nya, memberi tag pada maskapai itu dan menulis, "Saya secara tidak sengaja memfilmkan video ini, dan bahkan tidak menyadarinya saat itu, menuangkan sisa sampanye kembali ke dalam botol."

"Apakah itu kebiasaan Emirates?"

Film ini nampak menunjukkan nampan berisi gelas sampanye yang tak tersentuh. Operator tersebut menawarkan anggur bersoda tersebut kepada penumpang kelas satu dan kelas bisnis setelah mereka naik pesawat terbang.

Tapi meski video tersebut menyebabkan badai di media sosial, tidak semua orang menganggap pramugari salah. Seorang kontributor mengatakan, "Saya adalah pramugari, ia mungkin menuangkan sampanye yang tidak terpakai ke botol untuk kemudian dibuang begitu pesawat lepas landas."

"Kami tidak diizinkan menuangkan sampanye saat kami di darat. Saya yakin mereka menuangkan semuanya kembali ke botol dan bukannya membuang ke tempat sampah sehingga membuat semuanya basah. "

Komentar lain berkata, "Ini sampanye berkarbonasi. Anda benar-benar tidak bisa menggunakannya kembali, rasanya akan datar."

Kolumnis kru kabin anonim Independent "Brad Bernoulli" menilai, "Karyawan garis depan menanggung banyak reaksi pelanggan yang marah, dan jika menghemat beberapa gelas bisa membuat penerbangan 16 jam berjalan lebih mulus, maskapai seharusnya tidak mengharapkan sesuatu berkurang. "

Dia menambahkanm "Saya pikir dia menyimpannya. Emirates mungkin memiliki kemampuan terbaik karena mereka benar-benar tidak peduli dengan biaya, oleh karena itu saya merasa aneh jika dia menuangkannya kembali ke dalam botol, tapi jika itu adalah minuman yang populer, maka saya akan melakukan hal yang sama. Bukan menyia-nyiakannya."

Namun, maskapai itu sendiri mengatakan kepada The Independent, "Emirates selalu berusaha untuk memberikan layanan berkualitas. Tindakan di video ini tidak sesuai dengan standar kualitas kami. Kami sedang menyelidiki kejadian ini." (marloft)

Baca Juga

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
DOPING
WADA Tetap Suspensi Rusia

Bisnisnews.id - Badan Anti-Doping Dunia tetap suspensi sementara Rusia pada hari Kamis (16/11/2017), meningkatkan kemungkinan larangan untuk ikut pada Olimpiade Musim Dingin Februari di Pyeongchang. Pertemuan Dewan WADA di Seoul . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 18 November 2017
LIBANON
Tuduh Saudi Tahan PM, Hariri Lakukan Perjalanan Ke Prancis

Bisnisnews.id - Perdana Menteri Libanon Saad Hariri akan berkunjung ke Prancis dalam beberapa hari mendatang, sebuah sumber kepresidenan Prancis mengatakan pada hari Rabu (15/11/2017), setelah Beirut menuduh Arab Saudi menahannya . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 17 November 2017
INFRASTRUKTUR
KEMENKEU: Tiga Sumber Pendanaan Pembangunan

Bisnisnews.id -  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan sumber pembiayaan infrastruktur nasional bukan melulu bertumpu pada APBN namun juga dari BUMN dan swasta.  Diperlukan inovasi pembiayaan agar publik bisa . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Jumat, 17 November 2017
POLITIK
Inggris Dukung Papua Tetap Bagian NKRI

Bisnisnews.id - Pemerintah Inggris mendukung wilayah Papua dan Papua Barat tetap berada dalam kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Duta besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, di Sorong, Kamis, mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Jumat, 17 November 2017
KUDETA
Sang Istri Grace, Pemicu Jatuhnya Robert Mugabe

Bisnisnews.id - Presiden tertua di dunia, Robert Mugabe akhirnya turun tahta juga setelah militer mengambil alih kekuasaan secara paksa dan langsung mengendalikan pemeritahan Zinbabwe. Sedangkan Mugabe dan keluarganya dijamin . . .
Selengkapnya