Selasa, 23 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

LAYANAN EMIRATES
Minggu, 16 Juli 2017 00:52 WIB

Pramugari Tertangkap Kamera Tuang Sampanye Kembali Ke Botol



Pramugari itu tertangkap kamera menuangkan sampanye ke dalam botol

 

Bisnisnews.id - Sebuah video menunjukkan pramugari Emirates menuang segelas sampanye kembali ke dalam botol telah menyebabkan kegemparan setelah diposting online.

Rekaman tersebut dibuat oleh penumpang Rusia, Yevgeny Kaymov yang tanpa sengaja memfilmkan kejadian tersebut dalam sebuah penerbangan kelas bisnis ke Dubai.

Kaymov memposting video itu ke akun Instagram-nya, memberi tag pada maskapai itu dan menulis, "Saya secara tidak sengaja memfilmkan video ini, dan bahkan tidak menyadarinya saat itu, menuangkan sisa sampanye kembali ke dalam botol."

"Apakah itu kebiasaan Emirates?"

Film ini nampak menunjukkan nampan berisi gelas sampanye yang tak tersentuh. Operator tersebut menawarkan anggur bersoda tersebut kepada penumpang kelas satu dan kelas bisnis setelah mereka naik pesawat terbang.

Tapi meski video tersebut menyebabkan badai di media sosial, tidak semua orang menganggap pramugari salah. Seorang kontributor mengatakan, "Saya adalah pramugari, ia mungkin menuangkan sampanye yang tidak terpakai ke botol untuk kemudian dibuang begitu pesawat lepas landas."

"Kami tidak diizinkan menuangkan sampanye saat kami di darat. Saya yakin mereka menuangkan semuanya kembali ke botol dan bukannya membuang ke tempat sampah sehingga membuat semuanya basah. "

Komentar lain berkata, "Ini sampanye berkarbonasi. Anda benar-benar tidak bisa menggunakannya kembali, rasanya akan datar."

Kolumnis kru kabin anonim Independent "Brad Bernoulli" menilai, "Karyawan garis depan menanggung banyak reaksi pelanggan yang marah, dan jika menghemat beberapa gelas bisa membuat penerbangan 16 jam berjalan lebih mulus, maskapai seharusnya tidak mengharapkan sesuatu berkurang. "

Dia menambahkanm "Saya pikir dia menyimpannya. Emirates mungkin memiliki kemampuan terbaik karena mereka benar-benar tidak peduli dengan biaya, oleh karena itu saya merasa aneh jika dia menuangkannya kembali ke dalam botol, tapi jika itu adalah minuman yang populer, maka saya akan melakukan hal yang sama. Bukan menyia-nyiakannya."

Namun, maskapai itu sendiri mengatakan kepada The Independent, "Emirates selalu berusaha untuk memberikan layanan berkualitas. Tindakan di video ini tidak sesuai dengan standar kualitas kami. Kami sedang menyelidiki kejadian ini." (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
KONFLIK YERUSALEM
Kedutaan Amerika Pindah Ke Yerusalem Akhir 2019

Bisnisnews.id - Wakil Presiden AS Mike Pence berjanji untuk memindahkan kedutaan besar Amerika ke Yerusalem pada akhir 2019 dalam sebuah pidato hari Senin 22 Januari ke parlemen Israel. Saat Pence berbicara, Presiden Palestina . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
EKONOMI GLOBAL
Terdorong Reformasi Pajak AS, IMF Revisi Prospek Ekonomi Dunia

Bisnisnews.id - Perekonomian global pulih secara bersamaan dengan kecepatan lebih kuat, dan akan mendapatkan dorongan jangka pendek dari pemotongan pajak AS, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan Senin 22 Januari. Dalam . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 22 Januari 2018
UMKM
AP I Gelar Pameran dan Peragaan Busana Daerah

Bisnisnews.id – Manajemen PT Angkasa Pura I menggelar  peragaan busana  pakaian daerah yang berasal dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Peragaan  busana diselenggarakan di ruang tunggu domestik Bandara . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 22 Januari 2018
KONGRES
Menhub Ajak Mahasiswa Membangun Indonesia

Bisnisnews.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak pemuda membangun seluruh daerah di Indonesia secara bersama-sama. Oleh karenanya konektivitas menjadi suatu keharusan agar Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 22 Januari 2018
BPIH
Biaya Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Naik 2,58 Persen

Bisnisnews.id - Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini diperkirakan bakal naik sebesar 2,58 persen. Usulan kenaikan itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dengan . . .
Selengkapnya