Senin, 24 Juli 2017

Home/ Internasional / / Berita

Minggu, 16 Juli 2017 01:29 WIB

Perekonomian China Melambat Di Kuartal Kedua


Pertumbuhan China tergelincir ke level terendah dalam tujuh tahun ini di 6,6 persen pada kuartal kedua, menurut survei AFP

Bisnisnews.id - Hasil survei menunjukan perekonomian China kehilangan momentum pada kuartal kedua,  karena adanya upaya Beijing membatasi pinjaman dan investasi berisiko tiggi yang akhirya membawa kerugian pada negara perekonommian terbesar di Asia.

Perekonomian terbesar kedua di dunia ini tumbuh 6,8 persen pada periode April-Juni, dibandingkan setahun lalu, menurut perkiraan median 12 analis yang disurvei AFP.

Kenaikan lebih baik dari perkiraan sekitar 6,9 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Perkiraan tersebut datang menjelang rilis resmi data pertumbuhan PDB China pada kuartal kedua.

Investasi berbasis hutang di bidang infrastruktur dan real estat telah mendukung pertumbuhan China selama bertahun-tahun namun peringatan akan adanya krisis keuangan potensial telah mendorong Beijing untuk membatasinya.

Fitch Ratings memperingatkan pada hari Jumat (14/7/2017) mengatakan bahwa hutang China yang meningkat dapat memicu guncangan ekonomi dan finansial, meskipun mereka tetap mempertahankan peringkat A-plus di negara ini.

Itu menyusul keputusan Moody's pada bulan Mei yang menurunkan peringkat China untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade, karena kekhawatiran mengenai kredit yang membengkak dan pertumbuhan yang melambat.

"Pembatasan yang lebih ketat pada pembelian properti dan pinjaman bank akan terus membebani ekonomi dalam beberapa bulan mendatang," kata Larry Hu, kepala ekonomi China di Macquarie Group.

"Kami memperkirakan pertumbuhan PDB akan turun di paruh kedua tahun 2017 karena perlambatan penjualan properti dan ketatnya likuiditas," katanya dikutip dari AFP.

"Perekonomian kemungkinan akan menghadapi tekanan lebih lanjut karena konsumsi juga mendapat tekanan dari perlambatan pertumbuhan pendapatan," kata Fan Zhang, ekonom senior China di RHB Bank.

Kepala ekonom UBS China, Tao Wang mengatakan "Biaya pendanaan yang lebih tinggi karena pengetatan pengawasan akan berdampak pada investasi aset tetap, yang mengukur pengeluaran untuk real estat, jalan dan jembatan."

Tapi perlambatan tajam di babak kedua menjadi tidak mungkin karena para pembuat kebijakan mempersiapkan sebuah kongres Partai Komunis yang penting akhir tahun ini untuk membuat Presiden Xi Jinping menjadi pemimpin paling kuat dalam satu generasi.

"Oleh karena itu sangat mungkin pihak berwenang akan menggunakan sumber daya dan alat kebijakan yang ada untuk memastikan hasil ekonomi positif," kata Citibank.

Pemerintah telah memangkas target pertumbuhan PDB 2017 menjadi sekitar 6,5 persen, setelah meningkat sebesar 6,7 persen pada 2016.

Meskipun kekhawatiran tentang risiko keuangan China meningkat, Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan bulan lalu bahwa negara tersebut dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini.

"Momentum pertumbuhan kuartal lalu terus berlanjut sampai saat ini," katanya mencatat bahwa indikator ekonomi tradisional seperti generasi produktif, konsumsi, dan pesanan bisnis baru telah meningkat secara signifikan. (marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
PANSUS KPK
Mengagetkan, Komisioner KPK Terima Uang Rp 1 Miliar ?

Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis saat diambil sumpahnya agar memberikan keterangan sejujurnya sebelum dimulainya Rapat Dengar pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus Hak Angket KPK di ruang KK 1, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MEGA KORUPSI
Soal Pelindo II, Prima Tuntut Menneg BUMN Ditangkap

Bisnisnews.id - Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) akan melakukan aksi demo terkait kasus mega korupsi Pelindo II hari Selasa 25 Juli 2017 di Gedung KPK. Menurut Syaroni, Ketua Presidium PRIMA bahwa demo "Segera Tangkap Rini . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MILITER DAN INTELIJEN
1.200 Tentara Dari 22 Negara Tiba Untuk Olimpiade Militer Rusia 2017

Bisnisnews.id - Pasukan dari 22 negara telah tiba di Rusia untuk Olimpiade Internasional Militer Rusia. Sekitar 1.200 tentara dari China, India, Iran dan beberapa negara sekutu Rusia atau netral diperkirakan akan ambil bagian, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
OBOR
China Harap Pembangunan Kereta Api Thailand Dipercepat

Bisnisnews.id - Menteri luar negeri China mengatakan dia berharap pembangunan perkeretaapian Thailand yang baru dapat segera dimulai sehingga Thailand akan memiliki akses yang lebih baik ke pasar China. Wang Yi sedang dalam kunjungan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 24 Juli 2017
LAYANAN
Hasil Survei, Tiga Bandara AP I Masuk 10 Besar Dunia

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, raih peringkat II jumlah penumpang terbanyak oleh lembaga pemeringkat ACI Bisnisnews.id-Tiga bandara PT Angkasa Pura I masuk peringkat 10 besar dunia kategori jumlah penumpang, hasil survei penilaian . . .
Selengkapnya