Senin, 24 Juli 2017

Home/ Nasional / Hankam / Berita

Minggu, 16 Juli 2017 13:21 WIB

Polri Dukung Pemblokiran  DNS Telegram dan Akan Menelusuri Jaringan Komunikasi Teroris



Kapolri Tito Karnavian berjanji akan menelusuri jaringan komunikasi para teroris

Bisnisnews.id - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, telegram menjadi saluran favorit pelaku teror. Sikap tegas Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melakukan pemblokiran 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram oleh Internet Service Provider (ISP) adalah kebijakan serius untuk melindungi negara dari rongrongan kelompok radikalisme.

Kapolri menjelaskan, contoh kegiatan terorisme yang menggunakan saluran telegram untuk menjalankan aksinya, seperti aksi pelaku bom bunuh diri Thamrin, Kampung Melayu bahkan yang terakhir di Bandung.

Sikap tegas Menkominfo, ungkap Tito sudah sangat tepat. Sudah banyak kasus teror terjadi dan sangat meresahkan masyarakat dan tidak sedikit masyarakat juga jadi korban.

"Mulai dari bom Thamrin sampe bom Kampung Melayu, terakhir di Falatehan, di Bandung, ternyata komunikasi yang mereka gunakan pakai saluran Telegram. Karena ittu polisi meminta kepada Menkominfo bagaimana atasi ini. Sekarang salah satunya adalah ditutup,"kata Tito usai acara Bhayangkara Run di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (16/7/2017).

Penggunaan Telegram, ungkap Tito sudah umum digunakan para teroris, ini kan membahayakan. Program saluran komunikasi melalui Telegram ini banyak keunggulan, seperti adanya jumlah anggota yang dapat mencapai puluhan ribu sehingga sulit dideteksi.

"Fitur telegram banyak keunggulan, di antaranya mampu buat sampe 10 ribu member. Artinya sulit dideteksi dan ini jadi problem karena Telegram itu memang jadi saluran komunikasi paling favorit kelompok teroris,"jelasnya.

Polri, kata Tito akan terus mendalami dan menelusuri jaringan komunikasi para teroris dan akan mengkaji apakah penutupan aplikasi pesan Telegram itu berdampak pada masyarakat. Polri juga akan mencari, apakah teroris itu menggunakan jaringan komunikasi lain.

" Kita juga ingin liat dampaknya, dan saya kira ini akan terus dievaluasi,"jelasnya.

Seperti diketahui, Kemenkominfo telah memblokir belasan DNS Telegram karena dinilai sudah sangat meresahkan dan merongrong, karena saluran komunikasi itu dgunakan kelompok radikalisme.

11 DNS yang diblokir adalah t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

Kendati demikian Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sebelumnya meminta agar pemilik telegram membuat SOP untuk melakukan self filtering terhadap konten-konten radikalisme.

Menurutnya, pembuatan SOP itu, menjadi salah satu syarat untuk membatalkan pemblokiran 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram oleh Internet Service Provider (ISP).

Pemblokiran ini, kata Rudi, terpaksa dilakukan, karena sebelumnya sudah berupaya menjalin komunikasi. Alasan pemblokiran 11 DNS milik Telegram tersebut dilakukan, karena banyak konten-kontennya yang berkaitan dengan radikalisme, dan mengarahkan kepada terorisme.

"Seperti bagaimana membuat bom atau bagaimana melakukan penyerangan. Tentunya ini bisa mempengaruhi masyarakat di Indonesia, makanya kita blokir,"tegas Rudi.

Menteri Kominfo menjelaskan pemblokiran Telegram harus dilakukan karena banyak sekali kanal di layanan tersebut yang bermuatan negatif.

Konten negatif yang dimaksud antara lain propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, gambar tak senonoh, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.(Gungde Ariwangsa/Syam S)

Baca Juga

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
PANSUS KPK
Mengagetkan, Komisioner KPK Terima Uang Rp 1 Miliar ?

Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis saat diambil sumpahnya agar memberikan keterangan sejujurnya sebelum dimulainya Rapat Dengar pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus Hak Angket KPK di ruang KK 1, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MEGA KORUPSI
Soal Pelindo II, Prima Tuntut Menneg BUMN Ditangkap

Bisnisnews.id - Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) akan melakukan aksi demo terkait kasus mega korupsi Pelindo II hari Selasa 25 Juli 2017 di Gedung KPK. Menurut Syaroni, Ketua Presidium PRIMA bahwa demo "Segera Tangkap Rini . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MILITER DAN INTELIJEN
1.200 Tentara Dari 22 Negara Tiba Untuk Olimpiade Militer Rusia 2017

Bisnisnews.id - Pasukan dari 22 negara telah tiba di Rusia untuk Olimpiade Internasional Militer Rusia. Sekitar 1.200 tentara dari China, India, Iran dan beberapa negara sekutu Rusia atau netral diperkirakan akan ambil bagian, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
OBOR
China Harap Pembangunan Kereta Api Thailand Dipercepat

Bisnisnews.id - Menteri luar negeri China mengatakan dia berharap pembangunan perkeretaapian Thailand yang baru dapat segera dimulai sehingga Thailand akan memiliki akses yang lebih baik ke pasar China. Wang Yi sedang dalam kunjungan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 24 Juli 2017
LAYANAN
Hasil Survei, Tiga Bandara AP I Masuk 10 Besar Dunia

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, raih peringkat II jumlah penumpang terbanyak oleh lembaga pemeringkat ACI Bisnisnews.id-Tiga bandara PT Angkasa Pura I masuk peringkat 10 besar dunia kategori jumlah penumpang, hasil survei penilaian . . .
Selengkapnya