Senin, 23 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hankam / Berita

blokir
Minggu, 16 Juli 2017 13:21 WIB

Polri Dukung Pemblokiran  DNS Telegram dan Akan Menelusuri Jaringan Komunikasi Teroris



Kapolri Tito Karnavian berjanji akan menelusuri jaringan komunikasi para teroris

Bisnisnews.id - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, telegram menjadi saluran favorit pelaku teror. Sikap tegas Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melakukan pemblokiran 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram oleh Internet Service Provider (ISP) adalah kebijakan serius untuk melindungi negara dari rongrongan kelompok radikalisme.

Kapolri menjelaskan, contoh kegiatan terorisme yang menggunakan saluran telegram untuk menjalankan aksinya, seperti aksi pelaku bom bunuh diri Thamrin, Kampung Melayu bahkan yang terakhir di Bandung.

Sikap tegas Menkominfo, ungkap Tito sudah sangat tepat. Sudah banyak kasus teror terjadi dan sangat meresahkan masyarakat dan tidak sedikit masyarakat juga jadi korban.

"Mulai dari bom Thamrin sampe bom Kampung Melayu, terakhir di Falatehan, di Bandung, ternyata komunikasi yang mereka gunakan pakai saluran Telegram. Karena ittu polisi meminta kepada Menkominfo bagaimana atasi ini. Sekarang salah satunya adalah ditutup,"kata Tito usai acara Bhayangkara Run di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (16/7/2017).

Penggunaan Telegram, ungkap Tito sudah umum digunakan para teroris, ini kan membahayakan. Program saluran komunikasi melalui Telegram ini banyak keunggulan, seperti adanya jumlah anggota yang dapat mencapai puluhan ribu sehingga sulit dideteksi.

"Fitur telegram banyak keunggulan, di antaranya mampu buat sampe 10 ribu member. Artinya sulit dideteksi dan ini jadi problem karena Telegram itu memang jadi saluran komunikasi paling favorit kelompok teroris,"jelasnya.

Polri, kata Tito akan terus mendalami dan menelusuri jaringan komunikasi para teroris dan akan mengkaji apakah penutupan aplikasi pesan Telegram itu berdampak pada masyarakat. Polri juga akan mencari, apakah teroris itu menggunakan jaringan komunikasi lain.

" Kita juga ingin liat dampaknya, dan saya kira ini akan terus dievaluasi,"jelasnya.

Seperti diketahui, Kemenkominfo telah memblokir belasan DNS Telegram karena dinilai sudah sangat meresahkan dan merongrong, karena saluran komunikasi itu dgunakan kelompok radikalisme.

11 DNS yang diblokir adalah t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

Kendati demikian Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sebelumnya meminta agar pemilik telegram membuat SOP untuk melakukan self filtering terhadap konten-konten radikalisme.

Menurutnya, pembuatan SOP itu, menjadi salah satu syarat untuk membatalkan pemblokiran 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram oleh Internet Service Provider (ISP).

Pemblokiran ini, kata Rudi, terpaksa dilakukan, karena sebelumnya sudah berupaya menjalin komunikasi. Alasan pemblokiran 11 DNS milik Telegram tersebut dilakukan, karena banyak konten-kontennya yang berkaitan dengan radikalisme, dan mengarahkan kepada terorisme.

"Seperti bagaimana membuat bom atau bagaimana melakukan penyerangan. Tentunya ini bisa mempengaruhi masyarakat di Indonesia, makanya kita blokir,"tegas Rudi.

Menteri Kominfo menjelaskan pemblokiran Telegram harus dilakukan karena banyak sekali kanal di layanan tersebut yang bermuatan negatif.

Konten negatif yang dimaksud antara lain propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, gambar tak senonoh, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.(Gungde Ariwangsa/Syam S)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Kemenpora Gelar Nobar Piala Dunia 2018

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggelar nonton bareng (Nobar)  perhelatan Piala Dunia 2018 Rusia  satu bulan penuh (15 Juni - 15 Juli 2018) di Halaman Kantor Kemenpora. Sesmenpora . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
UNJUK RASA
Ribuan Pengemudi Ojek Online Menuntut Kesejahteraan dan Pengakuan

Bisnisnews.id - Ribuan pengemudi ojek online melakukan orasi di depan gedung DPR/MPR RI, Senin (23/4/2018). Mereka menuntut mendorong para wakil rakyat ikut berperan mendorong diberikan subsidi, sehingga penumpang tetap bisa menikmati . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
BMKG
DKI Jakarta dan Sekitarnya Berpotensi Hujan Lebat, Angin Disertai Petir

Bisnisnews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan dalam beberapa hari kedepan (23 -25 April 2018) terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar perairan wilayah Indonesia dan adanya aliran udara . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 23 April 2018
PELAYANAN
Batik Air Klaim Sebagai Maskapai Paling Tepat Waktu di Asia Tenggara

Bisnisnews.id - Batik Air (Lion Group) pada periode Maret 2018 klaim menjadi maskapai paling tepat waktu di Asia Tenggara dan peringkat ke-56 di dunia Dilaporkan bahwa keberangkatan dan kedatangan pesawat Batik Air *on time performance/ . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
LALIN
Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Jalan Thamrin dan Sudirman

Bisnisnews.id - Sosialisasi penertiban lalulintas dengan sstem ganjil-genap di DKI Jakarta berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan. Hari ini sistem itu diuji coba mulai pukul 06.00-10.00 WIB. Wakil Kepala Dinas Perhubungan . . .
Selengkapnya