Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

MH17
Minggu, 16 Juli 2017 23:18 WIB

Rusia Diminta Bekerja Sama Dalam Penyelidikan


Pesawat MH17 jatuh di Ukraina Timur (Photo : Dw.com)

Bisnisnews.id - Para pemrotes meminta Moskow untuk berhenti menghalangi penyelidikan mengenai jatuhnya pesawat Malaysia Airlines tahun 2014 saat kapal tersebut terbang di atas wilayah timur Ukraina yang dilanda konflik. 298 orang di dalamnya tewas dalam bencana tersebut.

Anggota keluarga korban penerbangan MH 17 yang ditembak jatuh di atas Ukraina pada tahun 2014 memprotes di luar kedutaan besar Rusia di Den Haag pada hari Sabtu (15/07/2017), satu hari menjelang hari peringatan penembakan pesawat tersebut.

Mereka meminta Kremlin untuk berhenti menghalangi penyelidikan atas insiden mematikan tersebut.

Seluruh 298 orang di atas pesawat Malaysian Airlines terbunuh saat sebuah rudal buatan Rusia diluncurkan di luar wilayah yang dipegang oleh pemberontak yang didukung Rusia di bagian timur Ukraina. Sebagian besar korban pada penerbangan Amsterdam-Kuala Lumpur adalah warga negara Belanda, namun korban juga berasal dari 17 negara lainnya, termasuk 38 warga Australia.

Akhir bulan lalu, Belanda mengumumkan bahwa tersangka dalam kasus tersebut akan diadili di pengadilan Belanda, di bawah hukum Belanda. Pengumuman tersebut merupakan hasil kesepakatan dengan negara-negara lain yang berpartisipasi dalam penyelidikan tersebut dibarengi penolakan terus-menerus Rusia untuk bekerja sama dengan penyelidikan apapun.


Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menggemakan gagasan "trials in absentia" pada hari Minggu 16 Juli 2017. Ini adalah proses pidana di pengadilan dimana terdakwa tidak hadir secara fisik pada saat persidangan tersebut. In absentia adalah bahasa Latin untuk "ketiadaan". Uji coba ini mungkin memerlukan kehadiran pengacara terdakwa, tergantung pada negara tersebut.

Moskow membantah keterlibatan
Menteri Asutralia mengatakan setiap jalur hukum sedang diupayakan dan mendesak Kremlin mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB 2166, yang ditulis oleh Australia.

"Itu meminta semua negara untuk bekerja sama memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut dibawa ke pengadilan," katanya kepada Australian Broadcasting Corporation.

"Mungkin persidangan harus dilakukan secara in absentia," Bishop menambahkan.

Meskipun ada bukti sebaliknya, Moskow terus menolak keterlibatan dalam pertempuran di Ukraina Timur, dan juga menyangkal salah satu rudalnya telah menembak MH17.

Upaya Belanda untuk bergerak menuju persidangan di Belanda diblokir oleh Kremlin pada tahun 2015, yang membentuk pengadilan internasional atas insiden tersebut.

Tidak jelas seberapa jauh Moskow akan bekerja sama dengan pengadilan Belanda jika jaksa menyebutkan tersangka atau meminta informasi dari Rusia.

Komentar Bishop datang beberapa hari setelah Malaysia mengungkapkan harapan bahwa tersangka akan diketahui pada akhir tahun ini. (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
SERANGAN KABUL
Taliban Serang Hotel Intercontinental, Enam Tewas

Bisnisnews.id - Orang-orang bersenjata menyerbu sebuah hotel mewah di Kabul dan membunuh setidaknya 6 orang dalam pertempuran 12 jam yang membuat sebagian bangunan terbakar. Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan di . . .
Selengkapnya