Kamis, 23 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

MH17
Minggu, 16 Juli 2017 23:18 WIB

Rusia Diminta Bekerja Sama Dalam Penyelidikan


Pesawat MH17 jatuh di Ukraina Timur (Photo : Dw.com)

Bisnisnews.id - Para pemrotes meminta Moskow untuk berhenti menghalangi penyelidikan mengenai jatuhnya pesawat Malaysia Airlines tahun 2014 saat kapal tersebut terbang di atas wilayah timur Ukraina yang dilanda konflik. 298 orang di dalamnya tewas dalam bencana tersebut.

Anggota keluarga korban penerbangan MH 17 yang ditembak jatuh di atas Ukraina pada tahun 2014 memprotes di luar kedutaan besar Rusia di Den Haag pada hari Sabtu (15/07/2017), satu hari menjelang hari peringatan penembakan pesawat tersebut.

Mereka meminta Kremlin untuk berhenti menghalangi penyelidikan atas insiden mematikan tersebut.

Seluruh 298 orang di atas pesawat Malaysian Airlines terbunuh saat sebuah rudal buatan Rusia diluncurkan di luar wilayah yang dipegang oleh pemberontak yang didukung Rusia di bagian timur Ukraina. Sebagian besar korban pada penerbangan Amsterdam-Kuala Lumpur adalah warga negara Belanda, namun korban juga berasal dari 17 negara lainnya, termasuk 38 warga Australia.

Akhir bulan lalu, Belanda mengumumkan bahwa tersangka dalam kasus tersebut akan diadili di pengadilan Belanda, di bawah hukum Belanda. Pengumuman tersebut merupakan hasil kesepakatan dengan negara-negara lain yang berpartisipasi dalam penyelidikan tersebut dibarengi penolakan terus-menerus Rusia untuk bekerja sama dengan penyelidikan apapun.


Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menggemakan gagasan "trials in absentia" pada hari Minggu 16 Juli 2017. Ini adalah proses pidana di pengadilan dimana terdakwa tidak hadir secara fisik pada saat persidangan tersebut. In absentia adalah bahasa Latin untuk "ketiadaan". Uji coba ini mungkin memerlukan kehadiran pengacara terdakwa, tergantung pada negara tersebut.

Moskow membantah keterlibatan
Menteri Asutralia mengatakan setiap jalur hukum sedang diupayakan dan mendesak Kremlin mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB 2166, yang ditulis oleh Australia.

"Itu meminta semua negara untuk bekerja sama memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut dibawa ke pengadilan," katanya kepada Australian Broadcasting Corporation.

"Mungkin persidangan harus dilakukan secara in absentia," Bishop menambahkan.

Meskipun ada bukti sebaliknya, Moskow terus menolak keterlibatan dalam pertempuran di Ukraina Timur, dan juga menyangkal salah satu rudalnya telah menembak MH17.

Upaya Belanda untuk bergerak menuju persidangan di Belanda diblokir oleh Kremlin pada tahun 2015, yang membentuk pengadilan internasional atas insiden tersebut.

Tidak jelas seberapa jauh Moskow akan bekerja sama dengan pengadilan Belanda jika jaksa menyebutkan tersangka atau meminta informasi dari Rusia.

Komentar Bishop datang beberapa hari setelah Malaysia mengungkapkan harapan bahwa tersangka akan diketahui pada akhir tahun ini. (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
KECELAKAAN
Delapan Selamat Setelah Pesawat AL AS Jatuh DI Laut Jepang

Bisnisnews.id - Tim penyelamat telah menyelamatkan delapan orang ke tempat yang aman di selatan Jepang setelah sebuah pesawat Angkatan Laut AS dengan 11 orang di kapal jatuh di Laut Filipina. Pasukan Jepang dan Amerika bergegas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
TERORIS
Pakistan Bebaskan Dalang Serangan Mumbai

Bisnisnews.id - Pengadilan Pakistan pada hari Rabu 22 November memerintahkan pembebasan salah satu dalang dugaan serangan Mumbai 2008 yang menewaskan lebih dari 160 orang, setelah berbulan-bulan AS menekan Islamabad atas dugaan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
ZIMBABWE
Mugabe Keluar, Buaya Pulang Ambil Alih

Bisnisnews.id - Wakil presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa akan terbang pulang pada hari Rabu 22 November untuk mengambil alih kekuasaan setelah pengunduran diri Robert Mugabe yang mengakhiri masa pemerintahan 37 tahun yang otoriter. Dia . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
SERBIA
Dipenjara Seumur Hidup, Penjagal Bosnia Dinyatakan Bersalah Atas Genosida

Bisnisnews.id - Juri PBB pada hari Rabu 22 November menghukum mantan komandan Serbia Bosnia, Ratko Mladic untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah menemukannya bersalah melakukan genosida dan kejahatan perang dalam . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 22 November 2017
LIBANON
PM Hariri Tidak Jadi Undur Diri

Bisnisnews.id - Perdana Menteri Libanon Saad Hariri mengatakan pada hari Rabu 22 November bahwa dia menangguhkan pengunduran dirinya, sambil menunggu jalan keluar potensial dari sebuah krisis politik yang telah mengguncang negara . . .
Selengkapnya