Sabtu, 16 Desember 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / / Berita

LARANGAN IMPOR EU
Minggu, 16 Juli 2017 23:50 WIB

Malaysia Dan Indonesia Rencana Bawa Kasus Minyak Sawit Ke WTO



Bisnisnews.id - Malaysia dan Indonesia berencana meningkatkan kerjasama melawan pembatasan Uni Eropa terhadap impor minyak sawit lewat Organisasi Perdagangan Dunia, kata kedua negara dalam sebuah pernyataan bersama pada hari Minggu 16 Juli 2017.

Sebuah resolusi oleh Parlemen Eropa pada bulan April meminta Uni Eropa untuk menghapuskan pada tahun 2020 terkait penggunaan minyak nabati dalam biodiesel yang diproduksi dengan cara tidak berkelanjutan yang mengarah pada deforestasi.

Resolusi tersebut mencakup minyak sawit, komoditas penting untuk Indonesia dan Malaysia yang menghasilkan hampir 90 persen minyak sawit dunia.

Pernyataan tersebut, menyusul sebuah pertemuan antara Malaysia dan menteri perdagangan Indonesia yang mengatakan bahwa kedua negara ini akan bertemu pada akhir Juli untuk membahas dan mengkoordinasikan isu-isu minyak kelapa sawit, termasuk mengorganisir misi bersama ke Eropa untuk keterlibatan dengan pihak-pihak terkait dan Pemangku kepentingan.

Kedua negara akan mengkoordinasikan rencana melalui Majelis Minyak Kelapa Sawit Negara (CPOPC) yang merupakan inisiatif bersama Malaysia dan Indonesia dalam mengelola stok dan harga.

"Malaysia dan Indonesia akan mempertimbangkan untuk membawa isu ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) jika Resolusi tersebut menjadi Petunjuk bagi EU dan bersifat diskriminatif," kata pernyataan tersebut, yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan dan Industri Malaysia.

Industri kelapa sawit telah menghadapi kritik yang meluas dalam beberapa tahun terakhir karena hubungannya dengan deforestasi dan sering dituduh melakukan wabah kabut tahunan di wilayah tersebut karena pembakaran terbuka digunakan sebagai cara yang murah untuk membersihkan lahan.

Perancis mengatakan awal bulan ini akan mengambil langkah-langkah untuk membatasi penggunaan minyak sawit dalam memproduksi biofuel.

Malaysia telah menyebut tindakan tersebut diskriminatif dan menambahkan bahwa pihaknya akan meninjau kembali perdagangannya dengan Prancis, sementara asosiasi minyak kelapa sawit di Indonesia mengatakan bahwa mereka khawatir negara-negara Eropa lain dapat mengikuti. (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Kontroversi Yerusalem, 4 Warga Palestina Terbunuh

Bisnisnews.id - Empat orang Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka pada hari Jumat 15 Desember dalam bentrokan dengan pasukan Israel, saat puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengakuan Washington terhadap Yerusalem . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Konflik Yerusalem Reda, AS Rencanakan Perdamaian Timur Tengah

Gedung Putih akan memperbarui upaya untuk mencapai kesepakatan damai Israel-Palestina, kata beberapa pejabat pada hari Jumat 15 Desember. Pejabat senior pemerintah mengatakan upaya untuk mendorong proses akan dihidupkan kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
AFRIKA SELATAN
ANC Pilih Pemimpin Gantikan Jacob Zuma

Bisnisnews.id - Kongres Nasional Afrika (ANC) di Afrika Selatan sedang bersiap untuk memilih pemimpin partai baru untuk menggantikan Presiden Jacob Zuma. Kandidat utamanya adalah wakil presiden saat ini, Cyril Ramaphosa, dan mantan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
PERU
Skandal Odebrecht: Presiden Kuczynski Hadapi Pemakzulan

Bisnisnews.id - Partai politik di Kongres Peru telah mengajukan sebuah mosi pemakzulan terhadap Presiden Pedro Pablo Kuczynski. Dia telah dituduh menerima pembayaran ilegal oleh perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht. Mosi yang . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
BENCANA ALAM
Badai Kai-Tak Sambangi Filipina, 3 Nelayan Hilang Puluhan Ribu Mengungsi

Bisnisnews.id - Puluhan ribu orang terdampar karena banjir dan tiga nelayan hilang Sabtu 16 Desember saat Badai Tropis Kai-Tak mengarah ke timur Filipina, kata beberapa pejabat. Badai Kai-Tak berhembus hingga 100 kilometer per . . .
Selengkapnya