Senin, 24 Juli 2017

Home/ Industri / / Berita

Minggu, 16 Juli 2017 23:50 WIB

Malaysia Dan Indonesia Rencana Bawa Kasus Minyak Sawit Ke WTO



Bisnisnews.id - Malaysia dan Indonesia berencana meningkatkan kerjasama melawan pembatasan Uni Eropa terhadap impor minyak sawit lewat Organisasi Perdagangan Dunia, kata kedua negara dalam sebuah pernyataan bersama pada hari Minggu 16 Juli 2017.

Sebuah resolusi oleh Parlemen Eropa pada bulan April meminta Uni Eropa untuk menghapuskan pada tahun 2020 terkait penggunaan minyak nabati dalam biodiesel yang diproduksi dengan cara tidak berkelanjutan yang mengarah pada deforestasi.

Resolusi tersebut mencakup minyak sawit, komoditas penting untuk Indonesia dan Malaysia yang menghasilkan hampir 90 persen minyak sawit dunia.

Pernyataan tersebut, menyusul sebuah pertemuan antara Malaysia dan menteri perdagangan Indonesia yang mengatakan bahwa kedua negara ini akan bertemu pada akhir Juli untuk membahas dan mengkoordinasikan isu-isu minyak kelapa sawit, termasuk mengorganisir misi bersama ke Eropa untuk keterlibatan dengan pihak-pihak terkait dan Pemangku kepentingan.

Kedua negara akan mengkoordinasikan rencana melalui Majelis Minyak Kelapa Sawit Negara (CPOPC) yang merupakan inisiatif bersama Malaysia dan Indonesia dalam mengelola stok dan harga.

"Malaysia dan Indonesia akan mempertimbangkan untuk membawa isu ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) jika Resolusi tersebut menjadi Petunjuk bagi EU dan bersifat diskriminatif," kata pernyataan tersebut, yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan dan Industri Malaysia.

Industri kelapa sawit telah menghadapi kritik yang meluas dalam beberapa tahun terakhir karena hubungannya dengan deforestasi dan sering dituduh melakukan wabah kabut tahunan di wilayah tersebut karena pembakaran terbuka digunakan sebagai cara yang murah untuk membersihkan lahan.

Perancis mengatakan awal bulan ini akan mengambil langkah-langkah untuk membatasi penggunaan minyak sawit dalam memproduksi biofuel.

Malaysia telah menyebut tindakan tersebut diskriminatif dan menambahkan bahwa pihaknya akan meninjau kembali perdagangannya dengan Prancis, sementara asosiasi minyak kelapa sawit di Indonesia mengatakan bahwa mereka khawatir negara-negara Eropa lain dapat mengikuti. (marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
PANSUS KPK
Mengagetkan, Komisioner KPK Terima Uang Rp 1 Miliar ?

Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis saat diambil sumpahnya agar memberikan keterangan sejujurnya sebelum dimulainya Rapat Dengar pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus Hak Angket KPK di ruang KK 1, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MEGA KORUPSI
Soal Pelindo II, Prima Tuntut Menneg BUMN Ditangkap

Bisnisnews.id - Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) akan melakukan aksi demo terkait kasus mega korupsi Pelindo II hari Selasa 25 Juli 2017 di Gedung KPK. Menurut Syaroni, Ketua Presidium PRIMA bahwa demo "Segera Tangkap Rini . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MILITER DAN INTELIJEN
1.200 Tentara Dari 22 Negara Tiba Untuk Olimpiade Militer Rusia 2017

Bisnisnews.id - Pasukan dari 22 negara telah tiba di Rusia untuk Olimpiade Internasional Militer Rusia. Sekitar 1.200 tentara dari China, India, Iran dan beberapa negara sekutu Rusia atau netral diperkirakan akan ambil bagian, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
OBOR
China Harap Pembangunan Kereta Api Thailand Dipercepat

Bisnisnews.id - Menteri luar negeri China mengatakan dia berharap pembangunan perkeretaapian Thailand yang baru dapat segera dimulai sehingga Thailand akan memiliki akses yang lebih baik ke pasar China. Wang Yi sedang dalam kunjungan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 24 Juli 2017
LAYANAN
Hasil Survei, Tiga Bandara AP I Masuk 10 Besar Dunia

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, raih peringkat II jumlah penumpang terbanyak oleh lembaga pemeringkat ACI Bisnisnews.id-Tiga bandara PT Angkasa Pura I masuk peringkat 10 besar dunia kategori jumlah penumpang, hasil survei penilaian . . .
Selengkapnya