Kamis, 21 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / / Berita

LARANGAN IMPOR EU
Minggu, 16 Juli 2017 23:50 WIB

Malaysia Dan Indonesia Rencana Bawa Kasus Minyak Sawit Ke WTO



Bisnisnews.id - Malaysia dan Indonesia berencana meningkatkan kerjasama melawan pembatasan Uni Eropa terhadap impor minyak sawit lewat Organisasi Perdagangan Dunia, kata kedua negara dalam sebuah pernyataan bersama pada hari Minggu 16 Juli 2017.

Sebuah resolusi oleh Parlemen Eropa pada bulan April meminta Uni Eropa untuk menghapuskan pada tahun 2020 terkait penggunaan minyak nabati dalam biodiesel yang diproduksi dengan cara tidak berkelanjutan yang mengarah pada deforestasi.

Resolusi tersebut mencakup minyak sawit, komoditas penting untuk Indonesia dan Malaysia yang menghasilkan hampir 90 persen minyak sawit dunia.

Pernyataan tersebut, menyusul sebuah pertemuan antara Malaysia dan menteri perdagangan Indonesia yang mengatakan bahwa kedua negara ini akan bertemu pada akhir Juli untuk membahas dan mengkoordinasikan isu-isu minyak kelapa sawit, termasuk mengorganisir misi bersama ke Eropa untuk keterlibatan dengan pihak-pihak terkait dan Pemangku kepentingan.

Kedua negara akan mengkoordinasikan rencana melalui Majelis Minyak Kelapa Sawit Negara (CPOPC) yang merupakan inisiatif bersama Malaysia dan Indonesia dalam mengelola stok dan harga.

"Malaysia dan Indonesia akan mempertimbangkan untuk membawa isu ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) jika Resolusi tersebut menjadi Petunjuk bagi EU dan bersifat diskriminatif," kata pernyataan tersebut, yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan dan Industri Malaysia.

Industri kelapa sawit telah menghadapi kritik yang meluas dalam beberapa tahun terakhir karena hubungannya dengan deforestasi dan sering dituduh melakukan wabah kabut tahunan di wilayah tersebut karena pembakaran terbuka digunakan sebagai cara yang murah untuk membersihkan lahan.

Perancis mengatakan awal bulan ini akan mengambil langkah-langkah untuk membatasi penggunaan minyak sawit dalam memproduksi biofuel.

Malaysia telah menyebut tindakan tersebut diskriminatif dan menambahkan bahwa pihaknya akan meninjau kembali perdagangannya dengan Prancis, sementara asosiasi minyak kelapa sawit di Indonesia mengatakan bahwa mereka khawatir negara-negara Eropa lain dapat mengikuti. (marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 20 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Okupansi Mudik Gratis Menccapai 70 Persen

Bisnisnews.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, okupansi peserta mudik gratis dalam arus balik ini sudah mencapai 75 persen "Saya bersyukur ada gelombang ketiga daripada mudik gratis, menggunakan kapal dari Jawa . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 20 Juni 2018
ANGUTAN LEBARAN
Arus Balik Melalui Penyeberangan Bakauheni Baru Mencapai 40 Persen

Bisnisnews.id - Sebanyak 386.676 penumpang sudah kembali dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak atau sekitar 40 persen dari total jumlah penumpang yang mudik melalui lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni. Total penumpang . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 20 Juni 2018
SIDAK
Pelabuhan Wajib Melaksanakan Standar Keselamatan

Bisnisnews.id - Pasca tragedi Danau Toba yang menenggelamkan para penumpang KM Sinar Bangun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi instruksikan seluruh pelabuhan di Indonesia wajib melaksanakan ketentuan berlayar. Instrksi itu . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 20 Juni 2018
TRAGEDI DANAU TOBA
Pihak Yang Terlibat Kecelakaan KM Sinar Bangun Akan Dipidanakan, Ratusan Korban Belum Ditemukan

 " Para Korban KM Sinar Bangun diperkirakan sudah bergeser tiga sampai empat kilo meter dari lokasi kejadian.Tim penyelam Basarnas  mengalami kesulitan karena pada kedalaman 50 meter belum menemukan para korban. Air . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 20 Juni 2018
BOLA
Beruang Merah Hentikan Lajur Salah

Bisnisnews.id - Timnas Rusia menjadi mimpi buruk Mohamed Salah, setelah tim Beruang Merah berhasil menekuk timnas Mesir 3-1 pada pertandingan fase Grup A Piala Dunia 2018 di Stadion Saint Petersburg, Rabu (20/6/2018).   Gol . . .
Selengkapnya