Jumat, 23 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / / Berita

LARANGAN IMPOR EU
Minggu, 16 Juli 2017 23:50 WIB

Malaysia Dan Indonesia Rencana Bawa Kasus Minyak Sawit Ke WTO



Bisnisnews.id - Malaysia dan Indonesia berencana meningkatkan kerjasama melawan pembatasan Uni Eropa terhadap impor minyak sawit lewat Organisasi Perdagangan Dunia, kata kedua negara dalam sebuah pernyataan bersama pada hari Minggu 16 Juli 2017.

Sebuah resolusi oleh Parlemen Eropa pada bulan April meminta Uni Eropa untuk menghapuskan pada tahun 2020 terkait penggunaan minyak nabati dalam biodiesel yang diproduksi dengan cara tidak berkelanjutan yang mengarah pada deforestasi.

Resolusi tersebut mencakup minyak sawit, komoditas penting untuk Indonesia dan Malaysia yang menghasilkan hampir 90 persen minyak sawit dunia.

Pernyataan tersebut, menyusul sebuah pertemuan antara Malaysia dan menteri perdagangan Indonesia yang mengatakan bahwa kedua negara ini akan bertemu pada akhir Juli untuk membahas dan mengkoordinasikan isu-isu minyak kelapa sawit, termasuk mengorganisir misi bersama ke Eropa untuk keterlibatan dengan pihak-pihak terkait dan Pemangku kepentingan.

Kedua negara akan mengkoordinasikan rencana melalui Majelis Minyak Kelapa Sawit Negara (CPOPC) yang merupakan inisiatif bersama Malaysia dan Indonesia dalam mengelola stok dan harga.

"Malaysia dan Indonesia akan mempertimbangkan untuk membawa isu ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) jika Resolusi tersebut menjadi Petunjuk bagi EU dan bersifat diskriminatif," kata pernyataan tersebut, yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan dan Industri Malaysia.

Industri kelapa sawit telah menghadapi kritik yang meluas dalam beberapa tahun terakhir karena hubungannya dengan deforestasi dan sering dituduh melakukan wabah kabut tahunan di wilayah tersebut karena pembakaran terbuka digunakan sebagai cara yang murah untuk membersihkan lahan.

Perancis mengatakan awal bulan ini akan mengambil langkah-langkah untuk membatasi penggunaan minyak sawit dalam memproduksi biofuel.

Malaysia telah menyebut tindakan tersebut diskriminatif dan menambahkan bahwa pihaknya akan meninjau kembali perdagangannya dengan Prancis, sementara asosiasi minyak kelapa sawit di Indonesia mengatakan bahwa mereka khawatir negara-negara Eropa lain dapat mengikuti. (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Jumat, 23 Februari 2018
INDEKS KORUPSI
Peringkat 96, Indonesia Masih Masuk Kategori Negara Korup

Bisnisnews.id - Transparency International merilis Indeks Persepsi Korupsi 2017  dan hasil penemuannya adalah sebagian besar negara di dunia hanya membuat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam mengakhiri korupsi. Indonesia . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 23 Februari 2018
EXPO
Kemenpora Pamerkan Industri Olahraga di Kemenkeu

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ikut berpatisipasi pada Pameran Capain Kinerja Kementerian dan Lembaga yang di gelar di Kantor Kementeria Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (22/2/2018). Pada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
Jurgen Klopp Ingin Kembali ke Era Bill Shankly

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan, klub yang dilatihnya tersebut sarat akan sejarah yang besar dan pelatih-pelatih hebat di masa lampau salah satunya, Klopp menyebut Liverpool era Bill Shankly sebagai . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
KLUB BOLA
AC Milan Bangkrut, Bos Asal Tiongkok Yonghong Li Teriak

Bisnisnews.id – Pemilik AC Milan Yonghong Li akhirnya buka suara dan membantah semua kabar yang menyebutkan bahwa dirinya mengalami masalah finansial dan jatuh bangkrut, Rabu (22/2/2010). Sebelumnya, keuangan Li disebut  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
ASIAN GAMES
Asian Games 2018 Akan Diliput 2000 Wartawan

Bisnisnews.id – Buka hanya ribuan atlet dan ofisial yang bakal menyerbu Palembang, tapi awak media juga akan membanjiri Bumi Sriwijaya guna meliput perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Diperkirakan 2.000 wartawan akan . . .
Selengkapnya