Jumat, 23 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hukum / Berita

HUKUM SYARIAH
Senin, 17 Juli 2017 00:10 WIB

Aceh Pertimbangkan Hukuman Cambuk Dalam Penjara



Bisnisnews.id - Dua bulan setelah provinsi paling konservatif di Indonesia menarik berita utama internasional yang mencambuk dua pria kelainan seksual secara terbuka, Gubernur Aceh mempertimbangkan untuk menghindari perhatian media yang negatif dan mencegah dampak buruk pada investasi dari luar.

Perubahan usulan di provinsi Aceh telah menimbulkan kegemparan di Indonesia sejak Presiden Joko Widodo telah bertemu dengan Gubernur baru Irwandi Yusuf yang baru dilantik untuk membahas cara memperbaiki citra internasional provinsi tersebut.

Wakil Gubernur Nova Iriansyah mengatakan karena perhatian internasional terhadap pencambukan depan publik, "Kami akan meminimalkan liputan pers dan melakukannya di dalam penjara. Saat ini dilakukan di depan masjid, tepat setelah shalat Jumat."

Dia menambahkan, "Saya pikir pemerintah nasional benar bahwa kita harus melakukan sesuatu."

Dalam sebuah pernyataan, kantor gubernur menekankan bahwa diskusi yang mengakhiri pencambukan di depan umum bersifat sementara. Keputusan tersebut memerlukan persetujuan dari cendekiawan Muslim dan legislatif Aceh.

Bahkan saat Aceh mempertimbangkan untuk memindahkan pencambukan ke dalam penjara, Kelantan Malaysia malah mengeluarkan undang-undang pada hari Rabu lalu (12/07/2017) yang mengizinkan cambukan depan publik untuk pelanggar hukum syariah. Saat ini, pencambukan di Malaysia biasanya sering dilakukan di penjara.

Kantor Berita Malaysia Bernama mengutip Menteri di Departemen Perdana Menteri, Datuk Seri Jamil Khir Baharom mengatakan pada hari Sabtu (15/07/2017) bahwa hukuman cambuk di penjara bisa dianggap sebagai hukuman depan publik di bawah hukum Islam.

Dia mengatakan bahwa pencambukan hanya membutuhkan lebih dari dua pengamat.

"Di penjara sudah ada lebih dari dua orang termasuk dokter yang ada di sana untuk mengamati, petugas agama, pengawalan pelaku dan lainnya yang bertugas," kata Datuk Seri Jamil di Kedah.

Dia juga mengatakan bahwa hukuman cambuk di bawah hukum syariah sudah dilaksanakan di luar penjara di Tawau di Sabah. (marloft)

 

Baca Juga

 

Internasional  -  Jumat, 23 Februari 2018
INDEKS KORUPSI
Peringkat 96, Indonesia Masih Masuk Kategori Negara Korup

Bisnisnews.id - Transparency International merilis Indeks Persepsi Korupsi 2017  dan hasil penemuannya adalah sebagian besar negara di dunia hanya membuat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam mengakhiri korupsi. Indonesia . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 23 Februari 2018
EXPO
Kemenpora Pamerkan Industri Olahraga di Kemenkeu

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ikut berpatisipasi pada Pameran Capain Kinerja Kementerian dan Lembaga yang di gelar di Kantor Kementeria Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (22/2/2018). Pada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
Jurgen Klopp Ingin Kembali ke Era Bill Shankly

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan, klub yang dilatihnya tersebut sarat akan sejarah yang besar dan pelatih-pelatih hebat di masa lampau salah satunya, Klopp menyebut Liverpool era Bill Shankly sebagai . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
KLUB BOLA
AC Milan Bangkrut, Bos Asal Tiongkok Yonghong Li Teriak

Bisnisnews.id – Pemilik AC Milan Yonghong Li akhirnya buka suara dan membantah semua kabar yang menyebutkan bahwa dirinya mengalami masalah finansial dan jatuh bangkrut, Rabu (22/2/2010). Sebelumnya, keuangan Li disebut  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
ASIAN GAMES
Asian Games 2018 Akan Diliput 2000 Wartawan

Bisnisnews.id – Buka hanya ribuan atlet dan ofisial yang bakal menyerbu Palembang, tapi awak media juga akan membanjiri Bumi Sriwijaya guna meliput perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Diperkirakan 2.000 wartawan akan . . .
Selengkapnya