Senin, 24 Juli 2017

Home/ Nasional / Hukum / Berita

Senin, 17 Juli 2017 00:10 WIB

Aceh Pertimbangkan Hukuman Cambuk Dalam Penjara



Bisnisnews.id - Dua bulan setelah provinsi paling konservatif di Indonesia menarik berita utama internasional yang mencambuk dua pria kelainan seksual secara terbuka, Gubernur Aceh mempertimbangkan untuk menghindari perhatian media yang negatif dan mencegah dampak buruk pada investasi dari luar.

Perubahan usulan di provinsi Aceh telah menimbulkan kegemparan di Indonesia sejak Presiden Joko Widodo telah bertemu dengan Gubernur baru Irwandi Yusuf yang baru dilantik untuk membahas cara memperbaiki citra internasional provinsi tersebut.

Wakil Gubernur Nova Iriansyah mengatakan karena perhatian internasional terhadap pencambukan depan publik, "Kami akan meminimalkan liputan pers dan melakukannya di dalam penjara. Saat ini dilakukan di depan masjid, tepat setelah shalat Jumat."

Dia menambahkan, "Saya pikir pemerintah nasional benar bahwa kita harus melakukan sesuatu."

Dalam sebuah pernyataan, kantor gubernur menekankan bahwa diskusi yang mengakhiri pencambukan di depan umum bersifat sementara. Keputusan tersebut memerlukan persetujuan dari cendekiawan Muslim dan legislatif Aceh.

Bahkan saat Aceh mempertimbangkan untuk memindahkan pencambukan ke dalam penjara, Kelantan Malaysia malah mengeluarkan undang-undang pada hari Rabu lalu (12/07/2017) yang mengizinkan cambukan depan publik untuk pelanggar hukum syariah. Saat ini, pencambukan di Malaysia biasanya sering dilakukan di penjara.

Kantor Berita Malaysia Bernama mengutip Menteri di Departemen Perdana Menteri, Datuk Seri Jamil Khir Baharom mengatakan pada hari Sabtu (15/07/2017) bahwa hukuman cambuk di penjara bisa dianggap sebagai hukuman depan publik di bawah hukum Islam.

Dia mengatakan bahwa pencambukan hanya membutuhkan lebih dari dua pengamat.

"Di penjara sudah ada lebih dari dua orang termasuk dokter yang ada di sana untuk mengamati, petugas agama, pengawalan pelaku dan lainnya yang bertugas," kata Datuk Seri Jamil di Kedah.

Dia juga mengatakan bahwa hukuman cambuk di bawah hukum syariah sudah dilaksanakan di luar penjara di Tawau di Sabah. (marloft)

 

Baca Juga

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
PANSUS KPK
Mengagetkan, Komisioner KPK Terima Uang Rp 1 Miliar ?

Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis saat diambil sumpahnya agar memberikan keterangan sejujurnya sebelum dimulainya Rapat Dengar pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus Hak Angket KPK di ruang KK 1, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MEGA KORUPSI
Soal Pelindo II, Prima Tuntut Menneg BUMN Ditangkap

Bisnisnews.id - Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) akan melakukan aksi demo terkait kasus mega korupsi Pelindo II hari Selasa 25 Juli 2017 di Gedung KPK. Menurut Syaroni, Ketua Presidium PRIMA bahwa demo "Segera Tangkap Rini . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
MILITER DAN INTELIJEN
1.200 Tentara Dari 22 Negara Tiba Untuk Olimpiade Militer Rusia 2017

Bisnisnews.id - Pasukan dari 22 negara telah tiba di Rusia untuk Olimpiade Internasional Militer Rusia. Sekitar 1.200 tentara dari China, India, Iran dan beberapa negara sekutu Rusia atau netral diperkirakan akan ambil bagian, . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 24 Juli 2017
OBOR
China Harap Pembangunan Kereta Api Thailand Dipercepat

Bisnisnews.id - Menteri luar negeri China mengatakan dia berharap pembangunan perkeretaapian Thailand yang baru dapat segera dimulai sehingga Thailand akan memiliki akses yang lebih baik ke pasar China. Wang Yi sedang dalam kunjungan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 24 Juli 2017
LAYANAN
Hasil Survei, Tiga Bandara AP I Masuk 10 Besar Dunia

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, raih peringkat II jumlah penumpang terbanyak oleh lembaga pemeringkat ACI Bisnisnews.id-Tiga bandara PT Angkasa Pura I masuk peringkat 10 besar dunia kategori jumlah penumpang, hasil survei penilaian . . .
Selengkapnya