Senin, 23 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hukum / Berita

HUKUM SYARIAH
Senin, 17 Juli 2017 00:10 WIB

Aceh Pertimbangkan Hukuman Cambuk Dalam Penjara



Bisnisnews.id - Dua bulan setelah provinsi paling konservatif di Indonesia menarik berita utama internasional yang mencambuk dua pria kelainan seksual secara terbuka, Gubernur Aceh mempertimbangkan untuk menghindari perhatian media yang negatif dan mencegah dampak buruk pada investasi dari luar.

Perubahan usulan di provinsi Aceh telah menimbulkan kegemparan di Indonesia sejak Presiden Joko Widodo telah bertemu dengan Gubernur baru Irwandi Yusuf yang baru dilantik untuk membahas cara memperbaiki citra internasional provinsi tersebut.

Wakil Gubernur Nova Iriansyah mengatakan karena perhatian internasional terhadap pencambukan depan publik, "Kami akan meminimalkan liputan pers dan melakukannya di dalam penjara. Saat ini dilakukan di depan masjid, tepat setelah shalat Jumat."

Dia menambahkan, "Saya pikir pemerintah nasional benar bahwa kita harus melakukan sesuatu."

Dalam sebuah pernyataan, kantor gubernur menekankan bahwa diskusi yang mengakhiri pencambukan di depan umum bersifat sementara. Keputusan tersebut memerlukan persetujuan dari cendekiawan Muslim dan legislatif Aceh.

Bahkan saat Aceh mempertimbangkan untuk memindahkan pencambukan ke dalam penjara, Kelantan Malaysia malah mengeluarkan undang-undang pada hari Rabu lalu (12/07/2017) yang mengizinkan cambukan depan publik untuk pelanggar hukum syariah. Saat ini, pencambukan di Malaysia biasanya sering dilakukan di penjara.

Kantor Berita Malaysia Bernama mengutip Menteri di Departemen Perdana Menteri, Datuk Seri Jamil Khir Baharom mengatakan pada hari Sabtu (15/07/2017) bahwa hukuman cambuk di penjara bisa dianggap sebagai hukuman depan publik di bawah hukum Islam.

Dia mengatakan bahwa pencambukan hanya membutuhkan lebih dari dua pengamat.

"Di penjara sudah ada lebih dari dua orang termasuk dokter yang ada di sana untuk mengamati, petugas agama, pengawalan pelaku dan lainnya yang bertugas," kata Datuk Seri Jamil di Kedah.

Dia juga mengatakan bahwa hukuman cambuk di bawah hukum syariah sudah dilaksanakan di luar penjara di Tawau di Sabah. (marloft)

 

Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 21 April 2018
PESAWAT DELAY
Berikut Penjelasan Lion Group Soal Keterlambatan Puluhan Penerbangannya

Bisnisnews.id -   Puluhan penerbangan  Lion Air Group Sabtu (21/4/201) memgalami keterlambatan  (delayed) dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya