Selasa, 26 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hukum / Berita

HUKUM SYARIAH
Senin, 17 Juli 2017 00:10 WIB

Aceh Pertimbangkan Hukuman Cambuk Dalam Penjara



Bisnisnews.id - Dua bulan setelah provinsi paling konservatif di Indonesia menarik berita utama internasional yang mencambuk dua pria kelainan seksual secara terbuka, Gubernur Aceh mempertimbangkan untuk menghindari perhatian media yang negatif dan mencegah dampak buruk pada investasi dari luar.

Perubahan usulan di provinsi Aceh telah menimbulkan kegemparan di Indonesia sejak Presiden Joko Widodo telah bertemu dengan Gubernur baru Irwandi Yusuf yang baru dilantik untuk membahas cara memperbaiki citra internasional provinsi tersebut.

Wakil Gubernur Nova Iriansyah mengatakan karena perhatian internasional terhadap pencambukan depan publik, "Kami akan meminimalkan liputan pers dan melakukannya di dalam penjara. Saat ini dilakukan di depan masjid, tepat setelah shalat Jumat."

Dia menambahkan, "Saya pikir pemerintah nasional benar bahwa kita harus melakukan sesuatu."

Dalam sebuah pernyataan, kantor gubernur menekankan bahwa diskusi yang mengakhiri pencambukan di depan umum bersifat sementara. Keputusan tersebut memerlukan persetujuan dari cendekiawan Muslim dan legislatif Aceh.

Bahkan saat Aceh mempertimbangkan untuk memindahkan pencambukan ke dalam penjara, Kelantan Malaysia malah mengeluarkan undang-undang pada hari Rabu lalu (12/07/2017) yang mengizinkan cambukan depan publik untuk pelanggar hukum syariah. Saat ini, pencambukan di Malaysia biasanya sering dilakukan di penjara.

Kantor Berita Malaysia Bernama mengutip Menteri di Departemen Perdana Menteri, Datuk Seri Jamil Khir Baharom mengatakan pada hari Sabtu (15/07/2017) bahwa hukuman cambuk di penjara bisa dianggap sebagai hukuman depan publik di bawah hukum Islam.

Dia mengatakan bahwa pencambukan hanya membutuhkan lebih dari dua pengamat.

"Di penjara sudah ada lebih dari dua orang termasuk dokter yang ada di sana untuk mengamati, petugas agama, pengawalan pelaku dan lainnya yang bertugas," kata Datuk Seri Jamil di Kedah.

Dia juga mengatakan bahwa hukuman cambuk di bawah hukum syariah sudah dilaksanakan di luar penjara di Tawau di Sabah. (marloft)

 

Baca Juga

 

Industri  -  Selasa, 26 September 2017
INDUSTRI PELAYARAN
Pemerintah Konsisten Menerapkan Asas Cabotage

Bisnisnews.id-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, pemerintah konsisten melaksanakan asas cabotage sebagai upaya melindungi pelayaran nasional sesuai Inpres 5/205 tentang pemberdayaan industri pelayaran nasiona. "Kita . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
Hari Ini, Kirab Pemuda 2017 Menuju Miangas

Bisnisnews.id -Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kukuhkan Kirab Pemuda 2017 yang digelar mulai 26 September sampai 6 Desember 2017, melintasi 34 provinsi . Menpora menjelaskan, kirab pemuda ini dilakukan dalam . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
SENTUL SERIES
Haridarma, Menuju Juara Nasional

Bisnisnews.id - Pembalap Haridarma Manoppo dari Toyota Team Indonesia (TTI) akhirnya tampil mengungguli Alvin Bahar dalam balapan Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) di Sirkuit Internasional Sentul. Di kelas Kejurnas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 26 September 2017
TRAVEL BAN
Aneka Reaksi Negara Yang Dilarang Masuk AS

Bisnisnews.id - Presiden Donald Trump telah menandatangani perintah yang memberlakukan pembatasan perjalanan terbaru bagi warga dari beberapa negara, termasuk lima negara dari larangan sebelumnya. Pejabat pemerintah mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 26 September 2017
RETORIKA
Korut Tuduh AS Deklarasikan Perang

Bisnisnews.id - Menteri luar negeri Korea Utara menuduh Presiden AS Donald Trump pada Senin 25 September mendeklarasikan perang di negaranya dan memperingatkan bahwa Pyongyang akan mempertahankan diri dengan menembaki pembom AS. "Trump . . .
Selengkapnya