LINTASAN SEBIDANG
Jalan Letjen Soeprapto Senen Jakpus Ditutup Mulai 1 Oktober

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono (tengah) saat menjelaskan rencana penutupan lintasan sebidang Pasar Senen Jakarta Pusat.

Bisnisnews.id-Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Kepolisian berencana melakukan ujicoba penutupan lintasan sebidang Jalan Letnan Jenderal Soeprapto, Senen Jakarta Pusat mulai 1 - 31 Oktober 2016.

Selain itu,  Ditjen Perkeretaapian Kemenhub juga mengusulkan kepada Pemda DKI Jakarta agar segera menutup 19 lokasi lintasan sebidang kereta api yang telah dilengkapi jembatan layang atau flyover dan underpass.

Prasetyo menjelaskan, sosialisasi penutupan ini dilakukan untuk melihat kekurangan yang harus diatasi. Mengingat trafik perjalanan kereta api kian padat atau hampir setiap tiga menit  sekali sehingga bila tidak segera ditutup akan menimbulkan kemacetan dan berdampak buruk terhadap ancaman kecelakaan.

Diakui, penutupan lintasan sebidang samping Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat,  telah direncanakan sejak 2006. " Kita tahu bahwa masing- masing perlintasan memiliki karakteristik yang berbeda. Sehingga wajar kalau  rencana itu ditunda, " kata Prasetyo Selasa (30/8/2016) di kantornya saat memberikan penjelasan soal rencana penutupan lintasan sebidang.

Hadir dalam sosialisasi itu,  Kepala bidang manajemen rekayasa lalulintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Priyanto dan Antonny Wijaya dari Poles Jakarta Pusat. Dijelaskan, untuk menjaga berbagai kemungkinan akan dibentuk tim yang akan memantau di lapangan.

Prasetyo menjelaskan,  tingkat kepadatan lalulintas di perlintasan Pasar Senen itu cukup tinggi. Selain menjadi perlintasan kendaraan pribadi juga angkutan umum karena posisinya tidak jauh dari terminal penumpang.

Dijelaskan, ujicoba ini juga akan dikuti dengan penutupan secara permanen. " Walau ini sifatnya ujicoba tapi setelah satu bulan,  ditutup secara permanen," jelasnya. Khusus pejalan kaki selama dilakukan ujicoba masih tetap diperbolehkan melintas.

Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalulintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Priyanto menambahkan  selain menyediakan jembatan untuk kendaraan  bermotor juga disediakan fasilitas bagi pejalan kaki. 

" Memang ada beberapa titik yang sudah kami bangun terutama  jembatan penyeberangan orang. Tapi biasanya itu kami lakukan bila ada usulan dari masyarakat setempat," jelasnya.

Sedangkan 19 lokasi kata Priyanto akan dilakukan sesuai kebutuhan. " Ada perlintasan yang saat ditutup kita memerlikan waktu lama, bahkan sampai satu tahun" jelasnya.

Adapun jalur alternatif yang bisa dilalui para pengendara pasca penutupan perlintasan sebidang tersebut yaitu:

1. Bagi pengguna yang datang dari arah utara bisa melewati Jl. Gunung Sahari - Jl Gunung Sahari II‎ - Jl. Kepu Selatan - Jl Bungur Besar - Jl Soeprapto.

2. Bagi pengendara dari arah Selatan bisa melewati Jl Kramat Raya - Jl Kwitang (putar balik) - Jl Prapatan - Underpass Soeprapto.

3. Bagi pengendara dari arah Timur bisa melewati Jl Soeprapto - Jl Utan Panjang Barat - Jl Kemayoran Gempol - Jl Angkasa - Jl Gunung Sahari - Flyover Senen - Jl Kramat Raya - Jl Salemba Raya.

4. Bagi pengendara dari arah Barat bisa melewati Jl Dr Soetomo - Jl Gunung Sahari Raya - Jl Gunung Sahari II - Jl Kepu Selatan - Jl Bungur Besar - Jl Soeprapto.

 

0 COMMENTS

Leave a Comment

Masuk Dengan Sosial Media




Comments

Video +

Regulasi +