Selasa, 26 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Pariwisata / Berita

TARGET WISMAN
Selasa, 18 Juli 2017 00:09 WIB

Pemerintah Inginkan Penerbangan Langsung Jakarta-Yangon


Pupung Thariq Fadhillah dalam acara table top pariwisata di Yangon, 14 Juli 2017 (Foto: Aung Khant)

Bisnisnews.id - Pemerintah meminta Myanmar mengizinkan penerbangan langsung yang menghubungkan Jakarta dan Yangon untuk memacu kegiatan pariwisata dan bisnis antara kedua negara.

Ito Sumardi, Duta Besar Indonesia di Yangon mengatakan kepada The Myanmar Times (14/7/217) bahwa pada tahun 2015, Myanmar Airlines International (MAI) dan Garuda Indonesia menandatangani kesepakatan namun tidak melakukan akselerasi.

"Sayangnya Myanmar belum siap untuk mengizinkan penerbangan langsung dari Indonesia ke Myanmar saat itu. Saya masih berusaha keras untuk meminta Myanmar. Jika memungkinkan kita bisa mengatur penerbangan dari Indonesia ke Yangon karena banyak orang Indonesia ingin berkunjung ke Myanmar," kata Sumardi.

Kesepakatan tersebut tidak bisa dilaksanakan karena pembatalan penerbangan, katanya. "Tapi saya yakin mungkin segera pemerintah Myanmar akan memberi kesempatan bagi penerbangan Indonesia untuk terbang ke Myanmar."

Kesepakatan code sharing ke Jakarta (transit di Singapura) dan tiga destinasi lainnya di Australia bekerja sama dengan Garuda Indonesia ditandatangani pada 2014, kata Daw Aye Mra Tha, asisten GM dari MAI.

Sumardi mengatakan bahwa lanskap ekonomi Myanmar berubah setelah sanksi internasional dicabut tahun lalu dan negara tersebut menawarkan potensi yang besar bagi investor asing. Emerging market Indonesia juga merupakan eksplorasi ekonomi yang menarik bagi investor.

"Kedubes kami berupaya membawa delegasi bisnis Indonesia untuk melihat peluang investasi di sini (Myanmar). Semoga nanti salah satu organisasi dari Indonesia akan berusaha mempromosikan bisnis pariwisata," katanya.

Jumlah kunjungan wisatawan Myanmar ke Indonesia juga terus meningkat. Pupung Thariq Fadhillah, wakil direktur Kementerian Pariwisata RI mengatakanbahwa sekitar 25.000 pelancong asal Myanmar mengunjungi Indonesia pada tahun 2015.

Saat ini Jetstar Airlines terbang ke enam destinasi di Indonesia dari Yangon, dengan transit di Singapura sebanyak 60 kali seminggu ke Jakarta dan 40 kali per minggu ke Bali dari Bandara Internasional Yangon, kata U Pye Soe Tun, manajer penjualan Jetstar Myanmar.

"Masa depan pariwisata sangat bagus karena saya melihat begitu banyak hal menarik disini, dan kita bisa menjual paket wisata ini ke masyarakat Indonesia," kata operator tur Electra Tour and Travel dari Indonesia, Robbie Arisutantyo.

Menurut Kementerian Pariwisata RI, mereka telah menerima lebih dari 12 juta turis internasional pada 2016, empat kali lebih banyak dari yang datang ke Myanmar. Indonesia menargetkan meraup 15 juta wisatawan tahun ini. (marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Selasa, 26 September 2017
INDUSTRI PELAYARAN
Pemerintah Konsisten Menerapkan Asas Cabotage

Bisnisnews.id-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, pemerintah konsisten melaksanakan asas cabotage sebagai upaya melindungi pelayaran nasional sesuai Inpres 5/205 tentang pemberdayaan industri pelayaran nasiona. "Kita . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
Hari Ini, Kirab Pemuda 2017 Menuju Miangas

Bisnisnews.id -Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kukuhkan Kirab Pemuda 2017 yang digelar mulai 26 September sampai 6 Desember 2017, melintasi 34 provinsi . Menpora menjelaskan, kirab pemuda ini dilakukan dalam . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Selasa, 26 September 2017
SENTUL SERIES
Haridarma, Menuju Juara Nasional

Bisnisnews.id - Pembalap Haridarma Manoppo dari Toyota Team Indonesia (TTI) akhirnya tampil mengungguli Alvin Bahar dalam balapan Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) di Sirkuit Internasional Sentul. Di kelas Kejurnas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 26 September 2017
TRAVEL BAN
Aneka Reaksi Negara Yang Dilarang Masuk AS

Bisnisnews.id - Presiden Donald Trump telah menandatangani perintah yang memberlakukan pembatasan perjalanan terbaru bagi warga dari beberapa negara, termasuk lima negara dari larangan sebelumnya. Pejabat pemerintah mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 26 September 2017
RETORIKA
Korut Tuduh AS Deklarasikan Perang

Bisnisnews.id - Menteri luar negeri Korea Utara menuduh Presiden AS Donald Trump pada Senin 25 September mendeklarasikan perang di negaranya dan memperingatkan bahwa Pyongyang akan mempertahankan diri dengan menembaki pembom AS. "Trump . . .
Selengkapnya