Selasa, 24 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Gaya Hidup / Kesehatan / Berita

DISERTASI
Selasa, 18 Juli 2017 18:32 WIB

Jaminan Kesehatan Nasional Angkat Wahyu Pudji Nugraheni Raih Doktor



Wahyu Pudji Nugraheni (tengah pink) berhasil menyelesaikan studi S3 dalam waktu tepat 3 tahun.

Bisnisnews.id - Program jaminan kesehatan nasional (JKN) yang diluncurkan pemerintah menarik perhatian mahasiswa program doktoral  Wahyu Pudji Nugraheni. Dia pun melakukan penelitian tentang dampak program JKN terhadap ekuitas akses layanan rawat inap di rumah sakit. Hasil penelitiannya mampu mengangkat dia meraih gelar doktor.

Hasil penelitiannya dituangkan dalam disetasi untuk meraih gelar doktor. Disertasi ini dipertahankan di Kampus FKM Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Sabtu (15/7/2017) dengan tujuan  mengukur dampak program JKN terhadap ekuitas akses layanan rawat inap di rumah sakit. Sumber data penelitian ini menggunakan data  Indonesian Family Life Survey (IFLS) tahun 2007 dan 2014/2015.

Pegawai Badan Litbangkes Kemenkes RI itu  dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan berhasil menyelesaikan studi S3 dalam waktu tepat 3 tahun.

Wahyu Pudji Nugraheni mengungkapkan, JKN yang baru berjalan satu tahun mampu memperbaiki kesenjangan akses layanan rawat inap di rumah sakit. Untuk itu percepatan perluasan cakupan kepesertaan dan ketersediaan tempat tidur rumah sakit dalam jangkauan geografis yang memadai untuk perbaikan ekuitas.

Menurut Wahyu Pudji Nugraheni, akses terhadap pelayanan kesehatan merupakan hak asasi setiap penduduk.  Faktanya, kesenjangan akses layanan kesehatan di Indonesia masih terjadi akibat berbagai faktor  ( geografis, ekonomi dan keterbatasan supply side).  "Pemenuhan hak asasi manusia terhadap akses pelayanan kesehatan merupakan satu cara pemerataan pelayanan kesehatan yang berkeadilan yang harus diterima oleh setiap penduduk tanpa memperhatikan tingkat ekonomi (ekuitas egaliter)," katanya.

Disebutkan, negara mempunyai kewajiban mewujudkan hak asasi kesehatan setiap warganya. Salah satu upaya negara dalam mewujudkan hak asasi kesehatan warganya adalah dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional. Tujuan utama program JKN adalah memperbaiki akses terhadap layanan kesehatan yang berkeadilan (ekuitas) khususnya diantara kelompok pendapatan. Setelah satu tahun berjalan, JKN perlu dievaluasi untuk melihat sejauh mana tujuan telah tercapai.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa  meskipun JKN baru berjalan  satu tahun dampak jaminan terhadap akses  rawat inap pada sampel yang berumur ≥40 tahun telah meningkat sebesar 115,8% (2,1 poin). Sedangkan pada sampel dengan umur ≥15 tahun  kenaikan akses sedikit lebih kecil yaitu sebesar 110,5% (2,1 poin)," ujarnya.

Selain itu penelitian ini juga membuktikan bahwa program JKN mampu memperbaiki kesenjangan akses rawat inap dengan indeks konsentrasi menurun sebesar sebesar -0,108 poin pada sampel umur≥40 tahun dan sebesar -0,008 poin pada sampel  umur ≥15 tahun. "Tanda negative pada indeks konsentrasi    tersebut mempunyai arti layanan rawat inap lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat miskin," tegasnya.

Peneliti menyarankan percepatan perluasan cakupan kepesertaan dan ketersediaan tempat tidur rumah sakit dalam jangkauan geografis yang memadai untuk perbaikan ekuitas. ***

Baca Juga

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
DESTINASI WISATA
Reaksi Disparbud DKI Soal Kegiatan Pangkalan Pasir di Sunda Kelapa

Bisnisnews.id - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta,  Tinia  Budiati akui, Sunda Kelapa  di Tanjung Priok Jakarta Utara sebagai Pelabuhan heritage  dan menjadi salah satu destinasi Wisata bersejarah. . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Mohamed Salah Jadi Pemain Terbaik versi PFA

Bisnisnews.id – Pemain Liverpool Mohamed Salah sukses meraih gelar pemain terbaik versi Professional Fotballers Association (PFA) musim 207-2018.   Mohamed Salah berhak atas gelar ini karena telah berhasil mengungguli . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Pires Sebut Wenger Dinosaurus Terakhir

Bisnisnews.id – Legenda sepak bola Arsenal Robert Pires menyebut mantan pelatihnya Arsene Wenger sebagai sosok dinosaurus terakhir di era sepak bola zaman kini.   Pemain berkebangsaan Perancis tersebut mengatakan bahwa . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
CATUR
Kejar Rating, PB Percasi Gelar Turnamen Internasional

Bisnisnews.id – Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) menggandeng produsen makanan nasional dalam menggelar JAPFA Grandmaster (GM) and Women Grandmaster (WGM) Chest Tournament 2018. Direktur Corporate . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
DESTINASI
Kirab Obor Asian Games Singgahi 18 Provinsi di Indonesia

Bisnisnews.id – Ketua INASGOC Erick Thohir mengatakan, Torch Relay atau kirab obor Asian Games 2018  akan dimanfaatkan secara maksimal sebagai ajang promosi destinasi-destinasi pariwisata, seni budaya serta berbagai . . .
Selengkapnya