Rabu, 24 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Gaya Hidup / Kesehatan / Berita

DISERTASI
Selasa, 18 Juli 2017 18:32 WIB

Jaminan Kesehatan Nasional Angkat Wahyu Pudji Nugraheni Raih Doktor



Wahyu Pudji Nugraheni (tengah pink) berhasil menyelesaikan studi S3 dalam waktu tepat 3 tahun.

Bisnisnews.id - Program jaminan kesehatan nasional (JKN) yang diluncurkan pemerintah menarik perhatian mahasiswa program doktoral  Wahyu Pudji Nugraheni. Dia pun melakukan penelitian tentang dampak program JKN terhadap ekuitas akses layanan rawat inap di rumah sakit. Hasil penelitiannya mampu mengangkat dia meraih gelar doktor.

Hasil penelitiannya dituangkan dalam disetasi untuk meraih gelar doktor. Disertasi ini dipertahankan di Kampus FKM Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Sabtu (15/7/2017) dengan tujuan  mengukur dampak program JKN terhadap ekuitas akses layanan rawat inap di rumah sakit. Sumber data penelitian ini menggunakan data  Indonesian Family Life Survey (IFLS) tahun 2007 dan 2014/2015.

Pegawai Badan Litbangkes Kemenkes RI itu  dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan berhasil menyelesaikan studi S3 dalam waktu tepat 3 tahun.

Wahyu Pudji Nugraheni mengungkapkan, JKN yang baru berjalan satu tahun mampu memperbaiki kesenjangan akses layanan rawat inap di rumah sakit. Untuk itu percepatan perluasan cakupan kepesertaan dan ketersediaan tempat tidur rumah sakit dalam jangkauan geografis yang memadai untuk perbaikan ekuitas.

Menurut Wahyu Pudji Nugraheni, akses terhadap pelayanan kesehatan merupakan hak asasi setiap penduduk.  Faktanya, kesenjangan akses layanan kesehatan di Indonesia masih terjadi akibat berbagai faktor  ( geografis, ekonomi dan keterbatasan supply side).  "Pemenuhan hak asasi manusia terhadap akses pelayanan kesehatan merupakan satu cara pemerataan pelayanan kesehatan yang berkeadilan yang harus diterima oleh setiap penduduk tanpa memperhatikan tingkat ekonomi (ekuitas egaliter)," katanya.

Disebutkan, negara mempunyai kewajiban mewujudkan hak asasi kesehatan setiap warganya. Salah satu upaya negara dalam mewujudkan hak asasi kesehatan warganya adalah dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional. Tujuan utama program JKN adalah memperbaiki akses terhadap layanan kesehatan yang berkeadilan (ekuitas) khususnya diantara kelompok pendapatan. Setelah satu tahun berjalan, JKN perlu dievaluasi untuk melihat sejauh mana tujuan telah tercapai.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa  meskipun JKN baru berjalan  satu tahun dampak jaminan terhadap akses  rawat inap pada sampel yang berumur ≥40 tahun telah meningkat sebesar 115,8% (2,1 poin). Sedangkan pada sampel dengan umur ≥15 tahun  kenaikan akses sedikit lebih kecil yaitu sebesar 110,5% (2,1 poin)," ujarnya.

Selain itu penelitian ini juga membuktikan bahwa program JKN mampu memperbaiki kesenjangan akses rawat inap dengan indeks konsentrasi menurun sebesar sebesar -0,108 poin pada sampel umur≥40 tahun dan sebesar -0,008 poin pada sampel  umur ≥15 tahun. "Tanda negative pada indeks konsentrasi    tersebut mempunyai arti layanan rawat inap lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat miskin," tegasnya.

Peneliti menyarankan percepatan perluasan cakupan kepesertaan dan ketersediaan tempat tidur rumah sakit dalam jangkauan geografis yang memadai untuk perbaikan ekuitas. ***

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
PILKADA
KPK dan Polri Akan Menangkap Pelaku Money Politic

Bisnisnews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polri siap menangkap kandidat yang maju Pilkada menggunakan praktik politik uang untuk mendapatkan dukungan suara. "Kalau Ada kandidat menawarkan uang dalam pemilihan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
KORUPSI
Penyidik KPK Terus Mendalami Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PU Papua

Bisnisnews.id - Kasus dugaan korupsi pejabat Dinas PU Papua pada proyek pembangunan jalan Kemiri-Depapre sepanjang 24 km yanng telah menyeret dua tersangka DM dan MK terus didalami Penyidik Komisi pembertasan Korupsi (KPK). Sebanyak . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 24 Januari 2018
KEJAHATAN
Seorang Istri Menjual Suaminya Seharga Rp 500 Ribu

Bisnisnews.id - Peristiwa langka, wanita bernisisial VR, warga Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya Jawa Timur menjual suaminya kepada pria hidung belang senilai Rp 500 ribu dengan alasan ekonomi. Transaksi penjualan yang akhirnya . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
BILATERAL
Menko Polhukam Lakukan Pertemuan Dengan Menhan AS

Bisnisnews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis lakukan pertemuan khusus dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya