Senin, 20 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Opini / / Berita

KODE ETIK
Minggu, 23 Juli 2017 22:32 WIB

Dua-Pertiga Korporasi Abaikan Korupsi Dalam Rantai Suplai



Bisnisnews.id - Sebuah laporan baru-baru ini oleh Economist Intelligence Unit telah mengungkapkan kelemahan signifikan dalam kinerja etis perusahaan-perusahaan besar terkait manajemen rantai pasokan. Hanya kurang dari sepertiga yang terlihat menangani masalah korupsi dan penyuapan dengan pemasok mereka. Ini terlepas dari tanggapan responden mengenai kebijakan perusahaan mereka.

Penelitian tersebut mensurvei 800 eksekutif rantai pasokan yang sebagian besar berbasis di ekonomi industri. Laporan menyeluruh tersebut memunculkan pandangan praktisi, akademisi dan konsultan.

Hampir empat per lima responden percaya bahwa perusahaan mereka memiliki rantai pasokan yang bertanggung jawab'. Saat dieksplorasi lebih dekat, kinerja organisasi ini pun lenyap. Hanya 23 persen yang menangani perubahan iklim dan jejak karbon dan 22 persen yang menangani masalah pekerja anak.

Saat riset pemimpin bagian pengadaan Pengambilan, ditemukan bahwa ada perbedaan meluas pada tindakan rantai pasokan.
Pada tingkat yang paling ringan, perusahaan hanya boleh menggunakan kontrak. Misalnya, dimasukkannya ketentuan yang mewajibkan pemasok menandatangani kode etik perilaku dapat dilihat sebagai kemajuan bagi beberapa orang, namun harus dianggap sebagai tindakan paling dasar. Memang hanya sedikit jaminan bahwa seseorang dapat mempraktekkannya. Cara paling efektif untuk mengatasi etika rantai pasokan adalah penegakan langsung melalui pengukuran yang jelas dan transparan bersamaan dengan verifikasi rutin.

Sejak survei sebelumnya, lima tahun yang lalu, EIU mencatat penurunan dalam pengembangan rantai pasokan yang bertanggung jawab. 30 persen sampel ternyata mengurangi fokus pada isu-isu etis.

Sungguh mengejutkan melihat korupsi kembali dalam daftar etis. Undang-Undang Praktik Korupsi Luar Negeri AS dan Undang-Undang Penyuapan Inggris membentuk rezim ketat untuk semua perusahaan. Mereka yang gagal menyuap dalam rantai pasokan tidak hanya menghadapi kemarahan moral, tapi juga hukuman finansial yang signifikan. Manajer yang diadili mungkin juga dipenjara.

Tampaknya perusahaan bersedia mengambil risiko dalam operasi rantai pasokan mereka. Kasus penyuapan sangat sulit dibuktikan dan jaksa memiliki sumber daya terbatas untuk melakukan penyelidikan multi-tahun dan lintas batas. Manajer rantai pasokan mungkin bersedia mengambil spekulasi bahwa mereka atau pemasok mereka, tidak akan terdeteksi. (Jonathan Webb/ Kontributor Forbes)

Baca Juga

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
SEPAKBOLA
Anez Antar Suriah Kalahkan Timnas Senior Indonesia

Bisnisnews.id -  Tim nasional Indonesia takluk dengan skor 0-1 dari tim nasional U-23 Suriah dalam laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu. Gol timnas U-23 dalam laga tersebut dicetak Mouhamad . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
BALAP SEPEDA
Deklarasi KOSTI Ngawi Tuntut Realisasi Hari Bersepeda Nasional

Bisnisnews.id - Pada hari Sabtu, tanggal 18 November 2017, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Ngawi mendeklarasikan dukungan secara penuh terwujudnya Hari Bersepeda Nasional. Dalam deklarasi yang dicetuskan bersamaan dengan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
LIGA INGGRIS
Mourinho Duetkan Ibrahimovic Dan Lukaku Hadapi Newcastle

Bisnisnews.id - Jose Mourinho berencana  menggunakan formasi 3-5-2 dengan menduetkan Romelu Lukaku dan Zlatan Ibrahimovic saat menghadapi Newcastle United di Old Trafford. Mourinho yakin Romelu Lukaku dan Ibrahimovic bisa . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
BALAP SEPEDA
GPN Etape Ngawi, Kuatkan Tekad Pecanangan Hari Bersepeda Nasional

Bisnisnews.id - Pelaksanaan Etape ke-88 perhelatan Gowes Pesona Nusantara (GPN) yang merupakan salahsatu program unggulan Kemenpora di bawah gerakan "Ayo Olahraga" makin menguatkan tekad pecanangan  Hari Bersepeda Nasional. . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 18 November 2017
ASIAN GAMES 2018
Tinjau Pelatnas Angkat Besi, Wapres JK Sinkronkan Tiga Aspek Persiapan

Bisnisnews.id -  Wakil Presiden Jusuf Kalla mengemukakan, panitia pelaksana Asian Games 2018 terus berusaha untuk menyingkronkan aspek sarana, penyelenggaraan dan prestasi demi mewujudkan sukses Indonesia dalam pesta olahraga . . .
Selengkapnya