Selasa, 24 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Regulasi / / Berita

INVESTASI
Selasa, 08 Agustus 2017 16:50 WIB

Kado HUT RI, Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI



Menko Perekonomian Darmin Nasution berupaya menggenjot investasi

Bisnisnews.id - Menejelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia pemerintah sudah menyiapkan kado untuk dunia usaha. Pemerintah akan meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI terkait kemudahan investasi.

"Paket kebijakan baru akan diumumkan sebelum 17 Agustus 2017," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.

Menurut Darmin, Paket Kebijakan Ekonomi XVI itu tidak perlu dimasukkan dalam Pidato Kenegaraan oleh Presiden di depan sidang parlemen. "Pidato kenegaraan itu memuat hal-hal besar, ini cukup teknis saja," katanya.

Ia juga mengatakan 15 paket kebijakan ekonomi sebelumnya sudah jalan dan tetap berjalan.

Darmin menjelaskan paket kebijakan itu merupakan salah satu upaya menggenjot investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II 2017.

"Kita akan meluncurkan satu program besar untuk mempercepat pelaksanaan investasi. Semua persoalan perizinan di pusat dan daerah kita coba selesaikan dengan satu model, ya mungkin seminggu lagi kita umumkan. Itu dalam bentuk paket kebijakan ekonomi," jelas Darmin.

Menurut dia, pekerjaan besar yang akan dilakukan pemerintah setelah itu adalah menurunkan porsi barang dalam larangan dan pembatasan (lartas).

"Kita akan turunkan barang-barang lartas dari 49 persen, mengarah ke 17 persen, itu pekerjaan besar, harus bertahap mungkin 20 persen dulu," katanya.


Utang

Sementara itu mengenai utang pemerintah, Darmin menyatakan jumlah utang yang ada saat ini bukan hanya utang yang dilakukan pemerintahan Jokowi.

"Saat ini utang pemerintah Rp3.600 triliun, saat Jokowi dilantik menjadi Presiden utang pemerintah sudah Rp2.700 triliun," katanya.

Ia menyebutkan bunga utang tersebut dalam tiga tahun mencapai Rp700 triliun sehingga kalau tidak berbuat apa-apa jumlah utang menjadi Rp3.400 triliun.

"Sekarang tinggal pilih ada utang Rp3.600 triliun dengan pembangunan atau Rp3.400 tapi tidak ada pembangunan," katanya.

Ia menyebutkan posisi utang itu juga aman karena digunakan untuk kegiatan produktif yaitu pembangunan infrastruktur.

"Dari sisi rasio utang, kondisi saat ini juga aman karena jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia," katanya. (Gungde Ariwangsa)

Baca Juga

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
DESTINASI WISATA
Reaksi Disparbud DKI Soal Kegiatan Pangkalan Pasir di Sunda Kelapa

Bisnisnews.id - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta,  Tinia  Budiati akui, Sunda Kelapa  di Tanjung Priok Jakarta Utara sebagai Pelabuhan heritage  dan menjadi salah satu destinasi Wisata bersejarah. . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Mohamed Salah Jadi Pemain Terbaik versi PFA

Bisnisnews.id – Pemain Liverpool Mohamed Salah sukses meraih gelar pemain terbaik versi Professional Fotballers Association (PFA) musim 207-2018.   Mohamed Salah berhak atas gelar ini karena telah berhasil mengungguli . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Pires Sebut Wenger Dinosaurus Terakhir

Bisnisnews.id – Legenda sepak bola Arsenal Robert Pires menyebut mantan pelatihnya Arsene Wenger sebagai sosok dinosaurus terakhir di era sepak bola zaman kini.   Pemain berkebangsaan Perancis tersebut mengatakan bahwa . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
CATUR
Kejar Rating, PB Percasi Gelar Turnamen Internasional

Bisnisnews.id – Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) menggandeng produsen makanan nasional dalam menggelar JAPFA Grandmaster (GM) and Women Grandmaster (WGM) Chest Tournament 2018. Direktur Corporate . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
DESTINASI
Kirab Obor Asian Games Singgahi 18 Provinsi di Indonesia

Bisnisnews.id – Ketua INASGOC Erick Thohir mengatakan, Torch Relay atau kirab obor Asian Games 2018  akan dimanfaatkan secara maksimal sebagai ajang promosi destinasi-destinasi pariwisata, seni budaya serta berbagai . . .
Selengkapnya