Selasa, 19 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

KINERJA KEUANGAN
Kamis, 10 Agustus 2017 23:58 WIB

Garuda Indonesia Rugi Rp 3,8 T, HIPMI Ingatkan Konsen Pemerintah


HIPMI meminta solusi yang komprehensif terkait permasalahan yang dialami maskapai Garuda Indonesia. Nampak Pesawat Garuda Indonesia di terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Foto:BN/Syam S)

Bisnisnews.id - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) megingatkan, utang maskapai Garuda Indonesia harus menjadi konsen pemerintah. utang yang membelit serta peningkatan biaya operasional dan pembelian bahan bakar avtur membuat Garuda Indonesia menderita kerugian 283,7 juta dolar AS atau sekitar Rp. 3,8 triliun.

Terhadap masalah yang menimpa Garuda Indonesia itu HIPMI menginginkan solusi yang komprehensif agar ke depannya tidak merugi terus. "Hipmi sebelumnya sudah memberikan early warning kepada Garuda Indonesia karena terus merugi. Ke depannya perlu ada solusi yang komprehensif agar maskapai penerbangan kebanggaan kita ini bisa survive," kata Ketua Bidang Organisasi BPP Hipmi Anggawira di Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Menurut Anggawira, kerugian tersebut disinyalir akibat peningkatan biaya operasional dan pembelian bahan bakar avtur. Apalagi, menurut dia, hingga saat ini pihaknya melihat biaya bahan bakar merupakan sumber terbesar biaya operasional dengan persentase di atas 50 persen.

Ongkos operasional penerbangan Garuda Indonesia, disebutkan oleh Anggawira mencapai lebih dari dari Rp. 16 triliun lebih tinggi dari kuartal pertama sebesar Rp. 8 triliun.

“Hingga saat ini kami melihat biaya bahan bakar merupakan sumber terbesar biaya operasional dengan presentase diatas 50% kemudian disusul dengan biaya pembelian pesawat, reparasi, pembayaran asuransi yang semua dihitung menggunakan kurs dollar USD sementara produk jasa penerbangan domestiknya dijual dengan nilai rupiah,” papar Anggawira.

Tingginya ongkos operasional rupanya juga berpengaruh pada hutang Garuda Indonesia yang nilainya cukup besar. Untuk hutang jangka pendek di kuartal kedua total hutang mencapai 1,891 juta dolar AS sedangkan hutang jangka panjang sebesar 1,163 juta dolar AS. Sementara di kuartal sebelumnya tercatat 1,798 juta dolar AS untuk hutang jangka pendek dan 1,174 juta dolar AS untuk hutang jangka panjang.

“Utang yang membelit Garuda Indonesia harus menjadi konsen pemerintah,” imbuh Anggawira.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatat kerugian bersih (net loss) selama semester pertama 2017 sebesar  283,8 juta dolar AS. Di luar non-recurring expense, total kerugian bersih perseroan mencapai 138 juta dolar AS. (Gungde Ariwangsa)

Baca Juga

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
SIDANG PBB 72
Buka Sidang, Sekjen PBB Angkat Isu Korut Dan Myanmar

Bisnisnews.id - Kecemasan global tentang perang nuklir berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada hari Selasa 19 September saat ia membuka pertemuan para pemimpin . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
PERANG RUDAL
Jepang Sebar Pencegat Rudal Di Jalur Peluncuran Korut

Bisnisnews.id - Jepang pada hari Selasa 19 September memindahkan sistem pertahanan rudal di pulau utara Hokkaido ke sebuah pangkalan dekat rute peluncuran rudal Korea Utara terakhir. Menteri Pertahanan Itsunori Onodera mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
INVESTASI ASING
Uni Eropa Peringatkan China : Ekonomi Terbuka Atau Tanggung Resiko

Bisnisnews.id - Kelompok bisnis mendesak China pada hari Selasa 19 September untuk melaksanakan janji-janji keterbukaan ekonominya dan memperingatkan bahwa pergerakan lamban dapat memicu reaksi balik terhadap perdagangan bebas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Penyelidik PBB Tuntut Akses Penuh Tanpa Batas ke Myanmar

Bisnisnews.id - Penyelidik HAM PBB pada hari Selasa 19 September mengatakan bahwa mereka membutuhkan akses penuh dan tak terbatas ke Myanmar untuk menyelidiki krisis yang sedang berlangsung, namun pemerintah menolak penyelidikan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Akhirnya Angkat Bicara, Suu Kyi Tolak Kritik Dunia

Bisnisnews.id - Aung San Suu Kyi mengatakan pada hari Selasa 19 September bahwa dia tidak takut pada pengawasan dunia atas krisis Rohingya, berjanji untuk menahan pelanggar HAM dan memukimkan kembali beberapa dari 410 ribu Muslim . . .
Selengkapnya