Selasa, 19 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

PENAMBAHAN DIREKSI
Jumat, 11 Agustus 2017 14:26 WIB

Mantan Dirut Merpati Sardjono Jhony Diangkat Sebagai Direksi Baru AP I


Mantan Dirut Merpati, Sardjono Jhony Tjitrokusumo

Bisnisnews.id-Mantan Dirut Merpati, Sardjono Jhoni Tjitrokusumo diangkat sebagai Direktur Hubungan Internasional dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I dalam Rapat Umum Pemegang Saham, Jumat (11/8/2017) di Jakarta.

Penambahan direksi baru di tubuh PT Agkasa Pura I itu, didasarkan pada Surat Keputusan Menteri BUMN Rini Soemarno Nomor SK-155/MBU/08/2017 tentang perubahan nomenklatur jabatan dan Pengangkatan anggota Direksi.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Israwadi mengatakan, penambahan direksi baru itu akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan. Hal ini juga kata Israwadi berpengaruh besar terhadap pengembangan sejumlah bandara yang tengah dilakukan saat ini.

"Tentu ada dampak positif, karena saat ini Agkasa Pura I tengah fokus melakukan percepatan dan pengembangan terminal baru pada sejumlah bandara," jelasnya.

Bandara yang sekarang dikembangkan ialah bandara Akhmad Yani Semarang, Syamsudin Noor Banjarmasin dan proyek pembangunan Bandara Interasional Yogyakarta di Kulon Progo. "Selain itu juga ada sembilan bandara yang akan dikembangkan guna mengatasi cepatnya pertumbuhan pennumpang," jelasnya.

Sardjono Jhoni Tjitrokusumo mengawali karirnya sebagai pilot di Merpati Airlines (sekarang sudah kolaps) sejak 1991-2004, Pilot Maskapai Penerbangan Qatar 2006-2007. Pria kelahiran Jakarta 5 Agustus 1971 itu melanjutkan karirnya sebagai pilot senior pada maskapai internasional Etihad Airways.

Sardjono Jhono mengabdi sebagai Dirut Merpati hanya 18 bulan, yaitu 11 Mei 2010 yang akhirnya diberhentikan oleh Menneg BUMN pada Desember 2011, dengan alasan Merpati terus terpuruk dan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah per hari.

Pencopotan Sardjono Jhony saat itu sempat mendapat perlawanan dari para pegawai Merpati. Mereka juga menolak pernyataan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat itu, yang menyatakan bahwa Merpati merugi hingga Rp 3 miliar per hari.

Solidaritas Pegawai Merpati yang dipimpin Ery Wardhana mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terlibat dalam menilai keputusan pergantian Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Sardjono Jhony.(Syam S)

Baca Juga

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
SIDANG PBB 72
Buka Sidang, Sekjen PBB Angkat Isu Korut Dan Myanmar

Bisnisnews.id - Kecemasan global tentang perang nuklir berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada hari Selasa 19 September saat ia membuka pertemuan para pemimpin . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
PERANG RUDAL
Jepang Sebar Pencegat Rudal Di Jalur Peluncuran Korut

Bisnisnews.id - Jepang pada hari Selasa 19 September memindahkan sistem pertahanan rudal di pulau utara Hokkaido ke sebuah pangkalan dekat rute peluncuran rudal Korea Utara terakhir. Menteri Pertahanan Itsunori Onodera mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
INVESTASI ASING
Uni Eropa Peringatkan China : Ekonomi Terbuka Atau Tanggung Resiko

Bisnisnews.id - Kelompok bisnis mendesak China pada hari Selasa 19 September untuk melaksanakan janji-janji keterbukaan ekonominya dan memperingatkan bahwa pergerakan lamban dapat memicu reaksi balik terhadap perdagangan bebas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Penyelidik PBB Tuntut Akses Penuh Tanpa Batas ke Myanmar

Bisnisnews.id - Penyelidik HAM PBB pada hari Selasa 19 September mengatakan bahwa mereka membutuhkan akses penuh dan tak terbatas ke Myanmar untuk menyelidiki krisis yang sedang berlangsung, namun pemerintah menolak penyelidikan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Akhirnya Angkat Bicara, Suu Kyi Tolak Kritik Dunia

Bisnisnews.id - Aung San Suu Kyi mengatakan pada hari Selasa 19 September bahwa dia tidak takut pada pengawasan dunia atas krisis Rohingya, berjanji untuk menahan pelanggar HAM dan memukimkan kembali beberapa dari 410 ribu Muslim . . .
Selengkapnya