Kamis, 23 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

PENAMBAHAN DIREKSI
Jumat, 11 Agustus 2017 14:26 WIB

Mantan Dirut Merpati Sardjono Jhony Diangkat Sebagai Direksi Baru AP I


Mantan Dirut Merpati, Sardjono Jhony Tjitrokusumo

Bisnisnews.id-Mantan Dirut Merpati, Sardjono Jhoni Tjitrokusumo diangkat sebagai Direktur Hubungan Internasional dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I dalam Rapat Umum Pemegang Saham, Jumat (11/8/2017) di Jakarta.

Penambahan direksi baru di tubuh PT Agkasa Pura I itu, didasarkan pada Surat Keputusan Menteri BUMN Rini Soemarno Nomor SK-155/MBU/08/2017 tentang perubahan nomenklatur jabatan dan Pengangkatan anggota Direksi.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Israwadi mengatakan, penambahan direksi baru itu akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan. Hal ini juga kata Israwadi berpengaruh besar terhadap pengembangan sejumlah bandara yang tengah dilakukan saat ini.

"Tentu ada dampak positif, karena saat ini Agkasa Pura I tengah fokus melakukan percepatan dan pengembangan terminal baru pada sejumlah bandara," jelasnya.

Bandara yang sekarang dikembangkan ialah bandara Akhmad Yani Semarang, Syamsudin Noor Banjarmasin dan proyek pembangunan Bandara Interasional Yogyakarta di Kulon Progo. "Selain itu juga ada sembilan bandara yang akan dikembangkan guna mengatasi cepatnya pertumbuhan pennumpang," jelasnya.

Sardjono Jhoni Tjitrokusumo mengawali karirnya sebagai pilot di Merpati Airlines (sekarang sudah kolaps) sejak 1991-2004, Pilot Maskapai Penerbangan Qatar 2006-2007. Pria kelahiran Jakarta 5 Agustus 1971 itu melanjutkan karirnya sebagai pilot senior pada maskapai internasional Etihad Airways.

Sardjono Jhono mengabdi sebagai Dirut Merpati hanya 18 bulan, yaitu 11 Mei 2010 yang akhirnya diberhentikan oleh Menneg BUMN pada Desember 2011, dengan alasan Merpati terus terpuruk dan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah per hari.

Pencopotan Sardjono Jhony saat itu sempat mendapat perlawanan dari para pegawai Merpati. Mereka juga menolak pernyataan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat itu, yang menyatakan bahwa Merpati merugi hingga Rp 3 miliar per hari.

Solidaritas Pegawai Merpati yang dipimpin Ery Wardhana mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terlibat dalam menilai keputusan pergantian Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Sardjono Jhony.(Syam S)

Baca Juga

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
KECELAKAAN
Delapan Selamat Setelah Pesawat AL AS Jatuh DI Laut Jepang

Bisnisnews.id - Tim penyelamat telah menyelamatkan delapan orang ke tempat yang aman di selatan Jepang setelah sebuah pesawat Angkatan Laut AS dengan 11 orang di kapal jatuh di Laut Filipina. Pasukan Jepang dan Amerika bergegas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
TERORIS
Pakistan Bebaskan Dalang Serangan Mumbai

Bisnisnews.id - Pengadilan Pakistan pada hari Rabu 22 November memerintahkan pembebasan salah satu dalang dugaan serangan Mumbai 2008 yang menewaskan lebih dari 160 orang, setelah berbulan-bulan AS menekan Islamabad atas dugaan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
ZIMBABWE
Mugabe Keluar, Buaya Pulang Ambil Alih

Bisnisnews.id - Wakil presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa akan terbang pulang pada hari Rabu 22 November untuk mengambil alih kekuasaan setelah pengunduran diri Robert Mugabe yang mengakhiri masa pemerintahan 37 tahun yang otoriter. Dia . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
SERBIA
Dipenjara Seumur Hidup, Penjagal Bosnia Dinyatakan Bersalah Atas Genosida

Bisnisnews.id - Juri PBB pada hari Rabu 22 November menghukum mantan komandan Serbia Bosnia, Ratko Mladic untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah menemukannya bersalah melakukan genosida dan kejahatan perang dalam . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 22 November 2017
LIBANON
PM Hariri Tidak Jadi Undur Diri

Bisnisnews.id - Perdana Menteri Libanon Saad Hariri mengatakan pada hari Rabu 22 November bahwa dia menangguhkan pengunduran dirinya, sambil menunggu jalan keluar potensial dari sebuah krisis politik yang telah mengguncang negara . . .
Selengkapnya