Jumat, 23 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

PENAMBAHAN DIREKSI
Jumat, 11 Agustus 2017 14:26 WIB

Mantan Dirut Merpati Sardjono Jhony Diangkat Sebagai Direksi Baru AP I


Mantan Dirut Merpati, Sardjono Jhony Tjitrokusumo

Bisnisnews.id-Mantan Dirut Merpati, Sardjono Jhoni Tjitrokusumo diangkat sebagai Direktur Hubungan Internasional dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I dalam Rapat Umum Pemegang Saham, Jumat (11/8/2017) di Jakarta.

Penambahan direksi baru di tubuh PT Agkasa Pura I itu, didasarkan pada Surat Keputusan Menteri BUMN Rini Soemarno Nomor SK-155/MBU/08/2017 tentang perubahan nomenklatur jabatan dan Pengangkatan anggota Direksi.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Israwadi mengatakan, penambahan direksi baru itu akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan. Hal ini juga kata Israwadi berpengaruh besar terhadap pengembangan sejumlah bandara yang tengah dilakukan saat ini.

"Tentu ada dampak positif, karena saat ini Agkasa Pura I tengah fokus melakukan percepatan dan pengembangan terminal baru pada sejumlah bandara," jelasnya.

Bandara yang sekarang dikembangkan ialah bandara Akhmad Yani Semarang, Syamsudin Noor Banjarmasin dan proyek pembangunan Bandara Interasional Yogyakarta di Kulon Progo. "Selain itu juga ada sembilan bandara yang akan dikembangkan guna mengatasi cepatnya pertumbuhan pennumpang," jelasnya.

Sardjono Jhoni Tjitrokusumo mengawali karirnya sebagai pilot di Merpati Airlines (sekarang sudah kolaps) sejak 1991-2004, Pilot Maskapai Penerbangan Qatar 2006-2007. Pria kelahiran Jakarta 5 Agustus 1971 itu melanjutkan karirnya sebagai pilot senior pada maskapai internasional Etihad Airways.

Sardjono Jhono mengabdi sebagai Dirut Merpati hanya 18 bulan, yaitu 11 Mei 2010 yang akhirnya diberhentikan oleh Menneg BUMN pada Desember 2011, dengan alasan Merpati terus terpuruk dan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah per hari.

Pencopotan Sardjono Jhony saat itu sempat mendapat perlawanan dari para pegawai Merpati. Mereka juga menolak pernyataan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat itu, yang menyatakan bahwa Merpati merugi hingga Rp 3 miliar per hari.

Solidaritas Pegawai Merpati yang dipimpin Ery Wardhana mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terlibat dalam menilai keputusan pergantian Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Sardjono Jhony.(Syam S)

Baca Juga

 

Internasional  -  Jumat, 23 Februari 2018
INDEKS KORUPSI
Peringkat 96, Indonesia Masih Masuk Kategori Negara Korup

Bisnisnews.id - Transparency International merilis Indeks Persepsi Korupsi 2017  dan hasil penemuannya adalah sebagian besar negara di dunia hanya membuat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam mengakhiri korupsi. Indonesia . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 23 Februari 2018
EXPO
Kemenpora Pamerkan Industri Olahraga di Kemenkeu

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ikut berpatisipasi pada Pameran Capain Kinerja Kementerian dan Lembaga yang di gelar di Kantor Kementeria Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (22/2/2018). Pada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
Jurgen Klopp Ingin Kembali ke Era Bill Shankly

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan, klub yang dilatihnya tersebut sarat akan sejarah yang besar dan pelatih-pelatih hebat di masa lampau salah satunya, Klopp menyebut Liverpool era Bill Shankly sebagai . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
KLUB BOLA
AC Milan Bangkrut, Bos Asal Tiongkok Yonghong Li Teriak

Bisnisnews.id – Pemilik AC Milan Yonghong Li akhirnya buka suara dan membantah semua kabar yang menyebutkan bahwa dirinya mengalami masalah finansial dan jatuh bangkrut, Rabu (22/2/2010). Sebelumnya, keuangan Li disebut  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
ASIAN GAMES
Asian Games 2018 Akan Diliput 2000 Wartawan

Bisnisnews.id – Buka hanya ribuan atlet dan ofisial yang bakal menyerbu Palembang, tapi awak media juga akan membanjiri Bumi Sriwijaya guna meliput perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Diperkirakan 2.000 wartawan akan . . .
Selengkapnya