Kamis, 23 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / / Berita

MEDIA SOSIAL
Sabtu, 12 Agustus 2017 16:39 WIB

Kominfo Akhiri Pemblokiran Aplikasi Web Telegram



Menkominfo Rudiantara mengatakan saat ini Telegram sudah menyediakan prosedur untuk penapisan konten negatif

Bisnisnews.id - Tidak sampai sebulan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengakhir pemblokiran akses aplikasi web Telegram. Pencabutan ini dilakukan setelah Telegram  menyediakan prosedur untuk penapisan konten negatif.

Seperti diketahui, akses layanan percakapan instan Telegram resm diblokir mulai Jumat (14/7/2017). Pemblokiran dilakukan dengan pertimbangan dapat membahayakan keamanan negara karena tidak menyediakan SOP dalam penanganan kasus terorisme dan konten negatif lainnya
Namun Kominfo membuka kembali akses aplikasi web Telegram  Kamis (10/8/2017) pukul 10.46 wib.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam konferensi pers di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Kamis (10/8/2017) mengatakan saat ini Telegram sudah menyediakan prosedur untuk penapisan konten negatif sehingga dapat dibuka kembali aksesnya. “Kementerian sudah diberi jalur khusus ke konten negatif radikalisme dan terorisme jadi masyarakat bisa kembali memanfaatkan Telegram,” katanya.

Rudiantara menyatakaan Kementerian Kominfo dan Telegram telah menyepakati sejumlah hal sebagai syarat pembukaan blokir. Pertama, tentang penunjukan perwakilan Telegram untuk berkomunikasi dengan pemerintah. Kedua, pembuatan software internal Telegram untuk memfilter konten, khususnya mengenai terorisme dan radikalisme. " Dan ketiga, pembuatan prosedur standar pengoperasian (SOP) untuk tindak lanjut penanganan konten negatif," paparnya.

Lebih lanjut Menteri Kominfo menegaskan bahwa Kementerian Kominfo selalu melakukan kerjasama dengan pihak terkait dalam hal menangani koten radikalisme ataupun terorisme. “Untuk konten radikalisme, kami bekerja sama dengan lembaga atau kementerian yang berkompeten khususnya BNPT dan Polri,”  tandasnya.

Jadi dengan progres yg dilakukan bersama-sama telegram dan dikerjakan oleh Kominfo, maka dinyatakan pertanggal 11 Agustus 2017, telegram untuk webnya telah kembali dibuka, jadi untuk masyarakat Indonesia kini sudah dapat menggunakan dan memanfaatkan kembali telegram dengan baik.

“Mudah-mudahan kalo ada yang melakukan pengaduan ke kominfo melalui website kami, maka akan langsung kami tangani apabila memang benar-benar konten tersebut negatif khusunya yg berkaitan dengan terorisme dan radikalisme, dengan cara tercepat yaitu melalui jalur khusus untuk report bagi Kominfo yang diberikan telgram,” ujar Rudiantara. (Rayza Nirwan)

Baca Juga

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
KECELAKAAN
Delapan Selamat Setelah Pesawat AL AS Jatuh DI Laut Jepang

Bisnisnews.id - Tim penyelamat telah menyelamatkan delapan orang ke tempat yang aman di selatan Jepang setelah sebuah pesawat Angkatan Laut AS dengan 11 orang di kapal jatuh di Laut Filipina. Pasukan Jepang dan Amerika bergegas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
TERORIS
Pakistan Bebaskan Dalang Serangan Mumbai

Bisnisnews.id - Pengadilan Pakistan pada hari Rabu 22 November memerintahkan pembebasan salah satu dalang dugaan serangan Mumbai 2008 yang menewaskan lebih dari 160 orang, setelah berbulan-bulan AS menekan Islamabad atas dugaan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
ZIMBABWE
Mugabe Keluar, Buaya Pulang Ambil Alih

Bisnisnews.id - Wakil presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa akan terbang pulang pada hari Rabu 22 November untuk mengambil alih kekuasaan setelah pengunduran diri Robert Mugabe yang mengakhiri masa pemerintahan 37 tahun yang otoriter. Dia . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Rabu, 22 November 2017
SERBIA
Dipenjara Seumur Hidup, Penjagal Bosnia Dinyatakan Bersalah Atas Genosida

Bisnisnews.id - Juri PBB pada hari Rabu 22 November menghukum mantan komandan Serbia Bosnia, Ratko Mladic untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah menemukannya bersalah melakukan genosida dan kejahatan perang dalam . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 22 November 2017
LIBANON
PM Hariri Tidak Jadi Undur Diri

Bisnisnews.id - Perdana Menteri Libanon Saad Hariri mengatakan pada hari Rabu 22 November bahwa dia menangguhkan pengunduran dirinya, sambil menunggu jalan keluar potensial dari sebuah krisis politik yang telah mengguncang negara . . .
Selengkapnya