Jumat, 23 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / / Berita

MEDIA SOSIAL
Sabtu, 12 Agustus 2017 16:39 WIB

Kominfo Akhiri Pemblokiran Aplikasi Web Telegram



Menkominfo Rudiantara mengatakan saat ini Telegram sudah menyediakan prosedur untuk penapisan konten negatif

Bisnisnews.id - Tidak sampai sebulan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengakhir pemblokiran akses aplikasi web Telegram. Pencabutan ini dilakukan setelah Telegram  menyediakan prosedur untuk penapisan konten negatif.

Seperti diketahui, akses layanan percakapan instan Telegram resm diblokir mulai Jumat (14/7/2017). Pemblokiran dilakukan dengan pertimbangan dapat membahayakan keamanan negara karena tidak menyediakan SOP dalam penanganan kasus terorisme dan konten negatif lainnya
Namun Kominfo membuka kembali akses aplikasi web Telegram  Kamis (10/8/2017) pukul 10.46 wib.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam konferensi pers di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Kamis (10/8/2017) mengatakan saat ini Telegram sudah menyediakan prosedur untuk penapisan konten negatif sehingga dapat dibuka kembali aksesnya. “Kementerian sudah diberi jalur khusus ke konten negatif radikalisme dan terorisme jadi masyarakat bisa kembali memanfaatkan Telegram,” katanya.

Rudiantara menyatakaan Kementerian Kominfo dan Telegram telah menyepakati sejumlah hal sebagai syarat pembukaan blokir. Pertama, tentang penunjukan perwakilan Telegram untuk berkomunikasi dengan pemerintah. Kedua, pembuatan software internal Telegram untuk memfilter konten, khususnya mengenai terorisme dan radikalisme. " Dan ketiga, pembuatan prosedur standar pengoperasian (SOP) untuk tindak lanjut penanganan konten negatif," paparnya.

Lebih lanjut Menteri Kominfo menegaskan bahwa Kementerian Kominfo selalu melakukan kerjasama dengan pihak terkait dalam hal menangani koten radikalisme ataupun terorisme. “Untuk konten radikalisme, kami bekerja sama dengan lembaga atau kementerian yang berkompeten khususnya BNPT dan Polri,”  tandasnya.

Jadi dengan progres yg dilakukan bersama-sama telegram dan dikerjakan oleh Kominfo, maka dinyatakan pertanggal 11 Agustus 2017, telegram untuk webnya telah kembali dibuka, jadi untuk masyarakat Indonesia kini sudah dapat menggunakan dan memanfaatkan kembali telegram dengan baik.

“Mudah-mudahan kalo ada yang melakukan pengaduan ke kominfo melalui website kami, maka akan langsung kami tangani apabila memang benar-benar konten tersebut negatif khusunya yg berkaitan dengan terorisme dan radikalisme, dengan cara tercepat yaitu melalui jalur khusus untuk report bagi Kominfo yang diberikan telgram,” ujar Rudiantara. (Rayza Nirwan)

Baca Juga

 

Internasional  -  Jumat, 23 Februari 2018
INDEKS KORUPSI
Peringkat 96, Indonesia Masih Masuk Kategori Negara Korup

Bisnisnews.id - Transparency International merilis Indeks Persepsi Korupsi 2017  dan hasil penemuannya adalah sebagian besar negara di dunia hanya membuat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam mengakhiri korupsi. Indonesia . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 23 Februari 2018
EXPO
Kemenpora Pamerkan Industri Olahraga di Kemenkeu

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ikut berpatisipasi pada Pameran Capain Kinerja Kementerian dan Lembaga yang di gelar di Kantor Kementeria Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (22/2/2018). Pada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
Jurgen Klopp Ingin Kembali ke Era Bill Shankly

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan, klub yang dilatihnya tersebut sarat akan sejarah yang besar dan pelatih-pelatih hebat di masa lampau salah satunya, Klopp menyebut Liverpool era Bill Shankly sebagai . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
KLUB BOLA
AC Milan Bangkrut, Bos Asal Tiongkok Yonghong Li Teriak

Bisnisnews.id – Pemilik AC Milan Yonghong Li akhirnya buka suara dan membantah semua kabar yang menyebutkan bahwa dirinya mengalami masalah finansial dan jatuh bangkrut, Rabu (22/2/2010). Sebelumnya, keuangan Li disebut  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
ASIAN GAMES
Asian Games 2018 Akan Diliput 2000 Wartawan

Bisnisnews.id – Buka hanya ribuan atlet dan ofisial yang bakal menyerbu Palembang, tapi awak media juga akan membanjiri Bumi Sriwijaya guna meliput perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Diperkirakan 2.000 wartawan akan . . .
Selengkapnya