Selasa, 19 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Pariwisata / Berita

KUNJUNGAN WISATAWAN
Sabtu, 12 Agustus 2017 17:11 WIB

Wonderful Indonesia Co-Branding Forum Dongkrak Produk Indonesia



Menteri Pariwisata Arief Yahya, membuka WICF bekerjasama dengan 100 CEO brand dalam negeri

Bisnisnews.id –  Minimnya pengetahuan masyarakat lokal dan mancanegara membuat produk dalam negeri menjadi sulit untuk diketahui identitasnya. Oleh karena itu Menteri Pariwisata Arief Yahya, membuka Wonderful Indonesia Co-Branding Forum (WICF) bekerjasama dengan 100 CEO brand dalam negeri  di Balairung Soesilo Soedarman, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Kegiatan WCIF yang baru pertama kali diselenggarakan dan akan diadakan secara berkala oleh Kemenpar, sebagai upaya mengajak brand perusahaan besar, menengah, maupun kecil di seluruh tanah air untuk melakukan kolaborasi melalui co-branding partnership dengan brand Wonderful Indonesia (WI) atau Pesona Indonesia (PI) dalam rangka mensukseskan target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019.

Fungsi Co-branding partnership, adalah sebagai kerjasama antara dua brands berbeda yang bertujuan untuk meningkatkan brand value dari keduanya. Diharapkan melalui co-branding akan terciptanya sinergi dimana 1+1 bukannya 2, melainkan bisa menjadi 3 atau lebih. Artinya, ‘the whole is bigger than the parts’, hasil gabugan menjadi lebih besar dibandingkan jumlah masing-masing bagian. Dengan ber-cobranding kekuatan brand equity dari kedua brand akan berlipat-lipat.

“Ini adalah langkah cerdik yang dilakukan, kami bersama mengeluarkan dana sebesar Rp. 200 miliar atau 10% dari anggaran Kemenpar. Saya kasih contoh langsung Papatong itu tumbuhnya 60% jadi mungkin tahun lalu hanya 15 juta tahun ini sudah meningkat menjadi 25 juta pack dengan brand Wonderful Indonesia, dan sekarang bersama Sariayu Marthatilaar juga telah sukses bekerjasama," ujar Arief Yahya, Kamis (10/8/2017)

Inisiatif co-branding partnership ini dilakukan Kemenpar untuk mencapai 3 tujuan strategis yaitu: Pertama, untuk mendongkrak brand equality dari brand WI dipasar global dan brand PI di pasar domestik. Kedua, mengembangkan penetrasi pasar dan memperluas exposure brand WI/PI dengan memanfaatkan market network yang dimiliki oleh brand di pasar domestik maupun global. Ketiga, menghasilkan penghematan biaya promosi yang substansial karena dengan berpatner maka biaya promosi akan ditanggung secara bersama.

Adapun brand-brand yang sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) co-branding partnership dengan Kemenpar antara lain; Martha Tilaar, JJ Royal, Polygon, Sahid Group, Tiket.com, Alleira Batik & Gaia, Sunpride, Sarinah, Rumah Zakat, Sekar Gruop, Krisna Oleh-Oleh, Secret Garden, Sahabay Wine, Bon Gout, Achilles, Garuda Food, Dapur Solo, dan Malang Strudel. (Rayza Nirwan)

Baca Juga

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
SIDANG PBB 72
Buka Sidang, Sekjen PBB Angkat Isu Korut Dan Myanmar

Bisnisnews.id - Kecemasan global tentang perang nuklir berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada hari Selasa 19 September saat ia membuka pertemuan para pemimpin . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
PERANG RUDAL
Jepang Sebar Pencegat Rudal Di Jalur Peluncuran Korut

Bisnisnews.id - Jepang pada hari Selasa 19 September memindahkan sistem pertahanan rudal di pulau utara Hokkaido ke sebuah pangkalan dekat rute peluncuran rudal Korea Utara terakhir. Menteri Pertahanan Itsunori Onodera mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
INVESTASI ASING
Uni Eropa Peringatkan China : Ekonomi Terbuka Atau Tanggung Resiko

Bisnisnews.id - Kelompok bisnis mendesak China pada hari Selasa 19 September untuk melaksanakan janji-janji keterbukaan ekonominya dan memperingatkan bahwa pergerakan lamban dapat memicu reaksi balik terhadap perdagangan bebas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Penyelidik PBB Tuntut Akses Penuh Tanpa Batas ke Myanmar

Bisnisnews.id - Penyelidik HAM PBB pada hari Selasa 19 September mengatakan bahwa mereka membutuhkan akses penuh dan tak terbatas ke Myanmar untuk menyelidiki krisis yang sedang berlangsung, namun pemerintah menolak penyelidikan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Akhirnya Angkat Bicara, Suu Kyi Tolak Kritik Dunia

Bisnisnews.id - Aung San Suu Kyi mengatakan pada hari Selasa 19 September bahwa dia tidak takut pada pengawasan dunia atas krisis Rohingya, berjanji untuk menahan pelanggar HAM dan memukimkan kembali beberapa dari 410 ribu Muslim . . .
Selengkapnya