Jumat, 22 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

KRISIS TELUK
Minggu, 20 Agustus 2017 18:34 WIB

Video Profokatif Saudi Dilaporkan Qatar Ke ICAO


Grafis animasi yang dirilis oleh saluran berita Arab Saudi Al Arabiya di tengah krisis Teluk dianggap provokatif

Bisnisnews.id - Doha mengatakan bahwa laporan saluran televisi Saudi TV yang menunjukkan pesawat Qatar Airways ditembak jatuh telah meneror penumpangnya.

Qatar telah mengajukan keluhan ke Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) atas upaya melawan peneroran wisatawan yang terbang dengan maskapai nasionalnya.

Dalam surat yang dikirim ke badan PBB berbasis di Montreal pada hari Sabtu (19/8/2017), Doha mengatakan bahwa kelompok Saudi telah melanggar hukum internasional dengan menyiarkan laporan berita yang menunjukkan penembakan pesawat penumpang Qatar Airways.

Laporan yang disiarkan oleh saluran Arab Saudi, Al Arabiya berbasis di Dubai merupakan pelanggaran yang jelas dan serius terhadap perjanjian dan konvensi internasional, khususnya Konvensi Chicago 1944 terkait perjanjian layanan lalu lintas udara internasional dan hukum udara internasional, kata surat tersebut.

Qatar meminta ICAO untuk mengingatkan semua negara anggota bahwa mereka bertanggung jawab atas keselamatan lalu lintas udara di negara mereka.

Laporan Al Arabiya, yang disiarkan pada 9 Agustus, mengklaim bahwa undang-undang internasional mengizinkan negara-negara untuk menembak jatuh pesawat yang memasuki wilayah udaranya, karena dapat didefinisikan sebagai target musuh.

Pada satu titik di video tersebut, sebuah animasi roket terlihat ditembakkan ke pesawat Qatar Airways.

Video tersebut juga menyebutkan bahwa memaksa pesawat mendarat dan mengirim awak kabin ke pengadilan karena dianggap melanggar keamanan nasional.

Dalam keluhan terakhirnya, Qatar mengatakan bahwa laporan Al Arabiya telah banyak beredar di media internasional.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memberlakukan blokade darat, laut dan udara pada tanggal 5 Juni.

Semua pesawat yang terdaftar di Qatar dilarang terbang melintasi wilayah udara negara-negara mereka sehingga memaksa maskapai penerbangan untuk mengambil rute yang lebih panjang dan lebih mahal.

Pembatasan lalu lintas udara telah menyebabkan sakit kepala bagi 2,4 juta penduduk Qatar, 90 persen di antaranya adalah orang asing.

ICAO mengumumkan awal bulan ini bahwa Qatar Airways telah diberi akses rute baru melalui perairan internasional di Teluk yang dikendalikan UEA dan Bahrain. (marloft)

 

Baca Juga

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
ASIAN GAMES 2018
Menpora Kembali Ingatkan Target 10 Besar

Bisnisnews.id – Hari pertama masuk kerja usai cuti bersama Idul Fitri seluruh pejabat, staf Kemenpora menggelar Halal Bihalal 1439 H tahun 2018 dengan Menpora Imam Nahrawi, Ketua Inasgoc Erick Thohir, Ketua Inapgoc Raja . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
BOLA
Gede Siapkan Layar Lebar pada Laga Persija vs Persebaya

Bisnisnews.id – Menyambut pertandingan Persjia Jakarta kontra Persebaya Surabaya yang akan tersaji pada 26 Juni 2018. Gede Widiade berjanji akan menyiapkan layar lebar di beberapa wilayah agar para supoerter The Jakmania . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 21 Juni 2018
TRAGEDI DANAU TOBA
ABK KM Sinar Bangun dan Patugas Dishub Tigaras Diperiksa Polisi

Bisnisnews.id - Tiga petugas Dinas Perhubungan di Pelabuhan Tigaras dan empat  anak buah kapal (ABK)  diperiksa pihak Kepolisian terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di kawasan Danau Toba yang diduga membawa ratusan  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
PIALA DUNIA
Jagoan Sayap Kiri Denmark Sewa Jet Pribadi Untuk Melihat Istrinya Melahirkan

Bisnisnews.id  -  Jagoan sayap kiri Denmark, Jonas Knudsen harus absen beberapa jam karena istri tercintanya Trine melahirkan. Ini adalah kelahiran yang ditunggu-tunggu saat  para bintang lapangan hijau  berlaga. . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 21 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Aktivitas Arus Balik di Bandara Adi Sutjipto dan Sumarmo Lancar

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso melakukan pemantauan atus balilboemydik di  Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta dan  Bandara Adi Sumarmo Solo. "Hari ini secara marathon saya mengunjungi dua bandara . . .
Selengkapnya