Jumat, 23 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

KRISIS TELUK
Minggu, 20 Agustus 2017 18:34 WIB

Video Profokatif Saudi Dilaporkan Qatar Ke ICAO


Grafis animasi yang dirilis oleh saluran berita Arab Saudi Al Arabiya di tengah krisis Teluk dianggap provokatif

Bisnisnews.id - Doha mengatakan bahwa laporan saluran televisi Saudi TV yang menunjukkan pesawat Qatar Airways ditembak jatuh telah meneror penumpangnya.

Qatar telah mengajukan keluhan ke Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) atas upaya melawan peneroran wisatawan yang terbang dengan maskapai nasionalnya.

Dalam surat yang dikirim ke badan PBB berbasis di Montreal pada hari Sabtu (19/8/2017), Doha mengatakan bahwa kelompok Saudi telah melanggar hukum internasional dengan menyiarkan laporan berita yang menunjukkan penembakan pesawat penumpang Qatar Airways.

Laporan yang disiarkan oleh saluran Arab Saudi, Al Arabiya berbasis di Dubai merupakan pelanggaran yang jelas dan serius terhadap perjanjian dan konvensi internasional, khususnya Konvensi Chicago 1944 terkait perjanjian layanan lalu lintas udara internasional dan hukum udara internasional, kata surat tersebut.

Qatar meminta ICAO untuk mengingatkan semua negara anggota bahwa mereka bertanggung jawab atas keselamatan lalu lintas udara di negara mereka.

Laporan Al Arabiya, yang disiarkan pada 9 Agustus, mengklaim bahwa undang-undang internasional mengizinkan negara-negara untuk menembak jatuh pesawat yang memasuki wilayah udaranya, karena dapat didefinisikan sebagai target musuh.

Pada satu titik di video tersebut, sebuah animasi roket terlihat ditembakkan ke pesawat Qatar Airways.

Video tersebut juga menyebutkan bahwa memaksa pesawat mendarat dan mengirim awak kabin ke pengadilan karena dianggap melanggar keamanan nasional.

Dalam keluhan terakhirnya, Qatar mengatakan bahwa laporan Al Arabiya telah banyak beredar di media internasional.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memberlakukan blokade darat, laut dan udara pada tanggal 5 Juni.

Semua pesawat yang terdaftar di Qatar dilarang terbang melintasi wilayah udara negara-negara mereka sehingga memaksa maskapai penerbangan untuk mengambil rute yang lebih panjang dan lebih mahal.

Pembatasan lalu lintas udara telah menyebabkan sakit kepala bagi 2,4 juta penduduk Qatar, 90 persen di antaranya adalah orang asing.

ICAO mengumumkan awal bulan ini bahwa Qatar Airways telah diberi akses rute baru melalui perairan internasional di Teluk yang dikendalikan UEA dan Bahrain. (marloft)

 

Baca Juga

 

Internasional  -  Jumat, 23 Februari 2018
INDEKS KORUPSI
Peringkat 96, Indonesia Masih Masuk Kategori Negara Korup

Bisnisnews.id - Transparency International merilis Indeks Persepsi Korupsi 2017  dan hasil penemuannya adalah sebagian besar negara di dunia hanya membuat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam mengakhiri korupsi. Indonesia . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 23 Februari 2018
EXPO
Kemenpora Pamerkan Industri Olahraga di Kemenkeu

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ikut berpatisipasi pada Pameran Capain Kinerja Kementerian dan Lembaga yang di gelar di Kantor Kementeria Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (22/2/2018). Pada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
Jurgen Klopp Ingin Kembali ke Era Bill Shankly

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan, klub yang dilatihnya tersebut sarat akan sejarah yang besar dan pelatih-pelatih hebat di masa lampau salah satunya, Klopp menyebut Liverpool era Bill Shankly sebagai . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
KLUB BOLA
AC Milan Bangkrut, Bos Asal Tiongkok Yonghong Li Teriak

Bisnisnews.id – Pemilik AC Milan Yonghong Li akhirnya buka suara dan membantah semua kabar yang menyebutkan bahwa dirinya mengalami masalah finansial dan jatuh bangkrut, Rabu (22/2/2010). Sebelumnya, keuangan Li disebut  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
ASIAN GAMES
Asian Games 2018 Akan Diliput 2000 Wartawan

Bisnisnews.id – Buka hanya ribuan atlet dan ofisial yang bakal menyerbu Palembang, tapi awak media juga akan membanjiri Bumi Sriwijaya guna meliput perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Diperkirakan 2.000 wartawan akan . . .
Selengkapnya