Selasa, 19 September 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

KRISIS TELUK
Minggu, 20 Agustus 2017 18:34 WIB

Video Profokatif Saudi Dilaporkan Qatar Ke ICAO


Grafis animasi yang dirilis oleh saluran berita Arab Saudi Al Arabiya di tengah krisis Teluk dianggap provokatif

Bisnisnews.id - Doha mengatakan bahwa laporan saluran televisi Saudi TV yang menunjukkan pesawat Qatar Airways ditembak jatuh telah meneror penumpangnya.

Qatar telah mengajukan keluhan ke Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) atas upaya melawan peneroran wisatawan yang terbang dengan maskapai nasionalnya.

Dalam surat yang dikirim ke badan PBB berbasis di Montreal pada hari Sabtu (19/8/2017), Doha mengatakan bahwa kelompok Saudi telah melanggar hukum internasional dengan menyiarkan laporan berita yang menunjukkan penembakan pesawat penumpang Qatar Airways.

Laporan yang disiarkan oleh saluran Arab Saudi, Al Arabiya berbasis di Dubai merupakan pelanggaran yang jelas dan serius terhadap perjanjian dan konvensi internasional, khususnya Konvensi Chicago 1944 terkait perjanjian layanan lalu lintas udara internasional dan hukum udara internasional, kata surat tersebut.

Qatar meminta ICAO untuk mengingatkan semua negara anggota bahwa mereka bertanggung jawab atas keselamatan lalu lintas udara di negara mereka.

Laporan Al Arabiya, yang disiarkan pada 9 Agustus, mengklaim bahwa undang-undang internasional mengizinkan negara-negara untuk menembak jatuh pesawat yang memasuki wilayah udaranya, karena dapat didefinisikan sebagai target musuh.

Pada satu titik di video tersebut, sebuah animasi roket terlihat ditembakkan ke pesawat Qatar Airways.

Video tersebut juga menyebutkan bahwa memaksa pesawat mendarat dan mengirim awak kabin ke pengadilan karena dianggap melanggar keamanan nasional.

Dalam keluhan terakhirnya, Qatar mengatakan bahwa laporan Al Arabiya telah banyak beredar di media internasional.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memberlakukan blokade darat, laut dan udara pada tanggal 5 Juni.

Semua pesawat yang terdaftar di Qatar dilarang terbang melintasi wilayah udara negara-negara mereka sehingga memaksa maskapai penerbangan untuk mengambil rute yang lebih panjang dan lebih mahal.

Pembatasan lalu lintas udara telah menyebabkan sakit kepala bagi 2,4 juta penduduk Qatar, 90 persen di antaranya adalah orang asing.

ICAO mengumumkan awal bulan ini bahwa Qatar Airways telah diberi akses rute baru melalui perairan internasional di Teluk yang dikendalikan UEA dan Bahrain. (marloft)

 

Baca Juga

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
SIDANG PBB 72
Buka Sidang, Sekjen PBB Angkat Isu Korut Dan Myanmar

Bisnisnews.id - Kecemasan global tentang perang nuklir berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada hari Selasa 19 September saat ia membuka pertemuan para pemimpin . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
PERANG RUDAL
Jepang Sebar Pencegat Rudal Di Jalur Peluncuran Korut

Bisnisnews.id - Jepang pada hari Selasa 19 September memindahkan sistem pertahanan rudal di pulau utara Hokkaido ke sebuah pangkalan dekat rute peluncuran rudal Korea Utara terakhir. Menteri Pertahanan Itsunori Onodera mengatakan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
INVESTASI ASING
Uni Eropa Peringatkan China : Ekonomi Terbuka Atau Tanggung Resiko

Bisnisnews.id - Kelompok bisnis mendesak China pada hari Selasa 19 September untuk melaksanakan janji-janji keterbukaan ekonominya dan memperingatkan bahwa pergerakan lamban dapat memicu reaksi balik terhadap perdagangan bebas . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Penyelidik PBB Tuntut Akses Penuh Tanpa Batas ke Myanmar

Bisnisnews.id - Penyelidik HAM PBB pada hari Selasa 19 September mengatakan bahwa mereka membutuhkan akses penuh dan tak terbatas ke Myanmar untuk menyelidiki krisis yang sedang berlangsung, namun pemerintah menolak penyelidikan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 19 September 2017
KRISIS ROHINGYA
Akhirnya Angkat Bicara, Suu Kyi Tolak Kritik Dunia

Bisnisnews.id - Aung San Suu Kyi mengatakan pada hari Selasa 19 September bahwa dia tidak takut pada pengawasan dunia atas krisis Rohingya, berjanji untuk menahan pelanggar HAM dan memukimkan kembali beberapa dari 410 ribu Muslim . . .
Selengkapnya