Selasa, 24 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Nusantara / Berita

OBYEK WISATA
Rabu, 13 September 2017 20:35 WIB

Kunjungan Wisatawan Ilegal di Pulau Sempu



Bisnisnews.id - Tim evaluasi kesesuaian fungsi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menemukan aktivitas wisata ilegal di Pulau Sempu. Padahal, sebagai Cagar Alam, Pulau Sempu sekadar untuk pendidikan dan penelitian atau sebagai laboratorium alam.

Cagar alam Pulau Sempu memiliki potensi luar biasa hingga menarik dikunjungi. Segara Anakan, Teluk Semut, serta ekosistem di dalamnya cukup memiliki alasan mendatangi pulau berada di seberang Pantai Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) selaku pengelola menemukan indikasi telah terjadi berjalan wisata ilegal di Pulau Sempu. Aktivitas itu terjadi karena peran dari masyarakat sekitar. Pengunjung wisata datang dengan dipungut biaya, meskipun kunjungan tersebut terbilang ilegal.

"Aktivitas selama ini ada di Pulau Sempu, kunjungan wisata adalah ilegal. Karena Sempu masuk sebagai cagar alam," ujar Ketua Tim Teknis Evaluasi Kesesuaian Fungsi Siti Chadidjah kepada wartawan di sela sosialisasi pengelolaan kawasan cagar alam Pulau Sempu, Rabu (13/9/2017).

Siti menyebut, aktivitas ilegal dilakukan dengan jalan kucing-kucingan dengan petugas. Warga menyediakan sewa perahu dan pendampingan kunjungan wisata.

"Karena keterbatasan petugas penjaga Pulau Sempu, menjadikan para wisatawan berkunjung dengan cara sembunyi-sembunyi," ujar Siti.

Tim Teknis Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) terdiri dari BKSDA, LIPI, Akademisi, serta elemen lain tengah melakukan rekam terakhir kondisi Pulau Sempu. Aktivitas ini dilakukan rutin selama lima tahun sekali.

"Kalau tingkat kerusakan sekitar 10 persen dari luas area sebesar 877 hektar. Untuk sementara diketahui juga ada perubahan perilaku satwa, seperti kera yang cenderung agresif," tutur Siti.

Menurut dirinya, Pulau Sempu merupakan sisa mozaik ekosistem hutan dataran rendah di Pulau Jawa. Statusnya masih menjadi cagar alam belum berubah hingga saat ini.

"Sudah ada papan pelarangan kunjungan, dalam menjaga ekosistem di sana. Karena Sempu masih menjadi cagar alam," tambah Siti.

Sebelumnya aktivis pecinta lingkungan dan satwa mengecam adanya penurunan status Pulau Sempu dari cagar alam menjadi taman wisata alam. Perubahan dikhawatirkan akan merusak habitat serta ekosistem di pulau tersebut, karena semakin tingginya kunjungan wisata. (Rayza Nirwan)

Baca Juga

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
DESTINASI WISATA
Reaksi Disparbud DKI Soal Kegiatan Pangkalan Pasir di Sunda Kelapa

Bisnisnews.id - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta,  Tinia  Budiati akui, Sunda Kelapa  di Tanjung Priok Jakarta Utara sebagai Pelabuhan heritage  dan menjadi salah satu destinasi Wisata bersejarah. . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Mohamed Salah Jadi Pemain Terbaik versi PFA

Bisnisnews.id – Pemain Liverpool Mohamed Salah sukses meraih gelar pemain terbaik versi Professional Fotballers Association (PFA) musim 207-2018.   Mohamed Salah berhak atas gelar ini karena telah berhasil mengungguli . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Pires Sebut Wenger Dinosaurus Terakhir

Bisnisnews.id – Legenda sepak bola Arsenal Robert Pires menyebut mantan pelatihnya Arsene Wenger sebagai sosok dinosaurus terakhir di era sepak bola zaman kini.   Pemain berkebangsaan Perancis tersebut mengatakan bahwa . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
CATUR
Kejar Rating, PB Percasi Gelar Turnamen Internasional

Bisnisnews.id – Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) menggandeng produsen makanan nasional dalam menggelar JAPFA Grandmaster (GM) and Women Grandmaster (WGM) Chest Tournament 2018. Direktur Corporate . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
DESTINASI
Kirab Obor Asian Games Singgahi 18 Provinsi di Indonesia

Bisnisnews.id – Ketua INASGOC Erick Thohir mengatakan, Torch Relay atau kirab obor Asian Games 2018  akan dimanfaatkan secara maksimal sebagai ajang promosi destinasi-destinasi pariwisata, seni budaya serta berbagai . . .
Selengkapnya