Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Nusantara / Berita

OBYEK WISATA
Rabu, 13 September 2017 20:35 WIB

Kunjungan Wisatawan Ilegal di Pulau Sempu



Bisnisnews.id - Tim evaluasi kesesuaian fungsi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menemukan aktivitas wisata ilegal di Pulau Sempu. Padahal, sebagai Cagar Alam, Pulau Sempu sekadar untuk pendidikan dan penelitian atau sebagai laboratorium alam.

Cagar alam Pulau Sempu memiliki potensi luar biasa hingga menarik dikunjungi. Segara Anakan, Teluk Semut, serta ekosistem di dalamnya cukup memiliki alasan mendatangi pulau berada di seberang Pantai Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) selaku pengelola menemukan indikasi telah terjadi berjalan wisata ilegal di Pulau Sempu. Aktivitas itu terjadi karena peran dari masyarakat sekitar. Pengunjung wisata datang dengan dipungut biaya, meskipun kunjungan tersebut terbilang ilegal.

"Aktivitas selama ini ada di Pulau Sempu, kunjungan wisata adalah ilegal. Karena Sempu masuk sebagai cagar alam," ujar Ketua Tim Teknis Evaluasi Kesesuaian Fungsi Siti Chadidjah kepada wartawan di sela sosialisasi pengelolaan kawasan cagar alam Pulau Sempu, Rabu (13/9/2017).

Siti menyebut, aktivitas ilegal dilakukan dengan jalan kucing-kucingan dengan petugas. Warga menyediakan sewa perahu dan pendampingan kunjungan wisata.

"Karena keterbatasan petugas penjaga Pulau Sempu, menjadikan para wisatawan berkunjung dengan cara sembunyi-sembunyi," ujar Siti.

Tim Teknis Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) terdiri dari BKSDA, LIPI, Akademisi, serta elemen lain tengah melakukan rekam terakhir kondisi Pulau Sempu. Aktivitas ini dilakukan rutin selama lima tahun sekali.

"Kalau tingkat kerusakan sekitar 10 persen dari luas area sebesar 877 hektar. Untuk sementara diketahui juga ada perubahan perilaku satwa, seperti kera yang cenderung agresif," tutur Siti.

Menurut dirinya, Pulau Sempu merupakan sisa mozaik ekosistem hutan dataran rendah di Pulau Jawa. Statusnya masih menjadi cagar alam belum berubah hingga saat ini.

"Sudah ada papan pelarangan kunjungan, dalam menjaga ekosistem di sana. Karena Sempu masih menjadi cagar alam," tambah Siti.

Sebelumnya aktivis pecinta lingkungan dan satwa mengecam adanya penurunan status Pulau Sempu dari cagar alam menjadi taman wisata alam. Perubahan dikhawatirkan akan merusak habitat serta ekosistem di pulau tersebut, karena semakin tingginya kunjungan wisata. (Rayza Nirwan)

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
PENGANGGURAN
Ciptakan Entrepreuner, Facebook Latih 65,000 Orang Perancis

Bisnisnews.id - Facebook mengatakan pada hari Senin 22 Januari bahwa mereka akan melatih 65.000 orang Prancis dalam keterampilan digital secara gratis, untuk membantu wanita dan pengangguran memulai bisnisnya dan bisa kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya