Rabu, 24 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ ABN JABAR / / Berita

NKRI
Sabtu, 30 September 2017 19:01 WIB

Rakyat Jabar Libas Ideologi Komunis di Tanah Pasundan



 

Bisnisnews.id-Rakyat Jawa Barat tidak akan membiarkan tumbuhnya ideologi komunis di taah pasundan dan menjaga Pancasila sebagai dasar negara, sampai titik darah terakhir.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah Aksi Bela Negara Jawa Barat (DPW ABN JABAR) Dani S Daniswara menegaskan hal itu seiring munculnya polemik berkepanjangan terkait paham komunis yang dapat memecahbelah keutuhan bangsa dan negara.

Pancasila, lanjut Dani adalah angka mati yang tidak bisa ditawar-tawar. Dia berjanji, siapapun yang mencoba mengganti Pancasila dengan ideologi lain akan dilibas.

"Stabilitas keamanan adalah modal utama menjaga keutuham Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi, kalau ada yang coba-coba mengganggu Rakyat Jawa Barat akan melibasnya," tegas Dani di tengah-tengah pelantikan dan pengukuhan Pengurus DPW ABN JABAR oleh Ketua Umum DPP ABN Rudiwan Bahar di lapangan Golf Halim I Jakarta, Sabtu (30/9/2017).

Salain itu, dirinya bersama jajaran pengurus ABN JABAR akan berusaha maksimal menjaga keamanan, terutam menjelang Pilgub 2018 mendatang.

Pertumbuhan ekonomi rakyat, lanjut Dani juga bagian dari program kerja ABN JABAR. Kata Dani, ini menjadi
tanggungjawab bersama dalam mewujudkan Indonesia sejahtera.

"Jawa Barat adalah salah satu provinsi penduduk terbesar dengan potensi yabg besar dan kami akan memberdayakannya untuk kepentingan rakyat bangsa dan negara," jelas Dani.

Nela negara, jelas Dami adalah kewajiban setiap warga negara bukan sekedar angkat senjata tapi juga dapat dilakukan pad masing-masing profesi.

"Potensi Indonesia, khususnya Jawa Barat cukup besar dan itu bisa kita manfaatkan untuk kepentingan rakyat bangsa dan negara," kata Dani.

seluruh potensi yang ada itu, ungkap Dani akan diberdayakan, diantaranya mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. "Kalau ekonominya tumbuh bagus, angka pengangguran turun, tindakan anarkis yang dapat merongrong kewibawaan negara akan hilang," tegasnya.

Hadir dalam pelantikan itu Ketua Dewan Pembina ABN Marsda TNI Yadi Sutanandika, Mayjen TNI Pur. Indra Hidayat, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Soedarmo.

Dani juga menjelaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya selain melantik dan mengukuhkan pengurus di masing-masing kabupaten tingkat I dan II juga diikuti pendidikan dan pelatihan bela negara. (Guntur)

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
PILKADA
KPK dan Polri Akan Menangkap Pelaku Money Politic

Bisnisnews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polri siap menangkap kandidat yang maju Pilkada menggunakan praktik politik uang untuk mendapatkan dukungan suara. "Kalau Ada kandidat menawarkan uang dalam pemilihan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
KORUPSI
Penyidik KPK Terus Mendalami Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PU Papua

Bisnisnews.id - Kasus dugaan korupsi pejabat Dinas PU Papua pada proyek pembangunan jalan Kemiri-Depapre sepanjang 24 km yanng telah menyeret dua tersangka DM dan MK terus didalami Penyidik Komisi pembertasan Korupsi (KPK). Sebanyak . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 24 Januari 2018
KEJAHATAN
Seorang Istri Menjual Suaminya Seharga Rp 500 Ribu

Bisnisnews.id - Peristiwa langka, wanita bernisisial VR, warga Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya Jawa Timur menjual suaminya kepada pria hidung belang senilai Rp 500 ribu dengan alasan ekonomi. Transaksi penjualan yang akhirnya . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
BILATERAL
Menko Polhukam Lakukan Pertemuan Dengan Menhan AS

Bisnisnews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis lakukan pertemuan khusus dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya