Sabtu, 25 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Politik / Berita

Senin, 16 Oktober 2017 23:02 WIB

Anggota Komisi IV DPR Kritisi Kinerja Menteri Susi



 

Bisnisnews.id-Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono menilai kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menciderai prestasi Jokowi yang punya visi Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Pasalnya, konflik berkepanjangan dengan rakyat atas kebijakan yang dikeluarkan tidak berlandaskan gotong royong. "Walau Susi mempunyai program yang merupakan turunan dari Visi Misi dan Nawacita Presiden yang ingin wujudkan Indonesia Berdaulat, Mandiri dan Kepribadian dengan berlandaskan Gotong Royong, ternyata malah menimbulkan konflik yang berkepanjangan dengan Rakyat," kata Ono, dalam keteranngan tertulisnya, Senin (16/10/2017).

Menurutnya, sejak pertama kali Susi dilantik sebagai Menteri sampai menjelang tiga tahun sekarang, rakyat masih terus menyuarakan penolakan-penolakan terhadap Peraturan-peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan. Sebut saja moratorium kapal, pelarangan transhipment, pelarangan penangkapan lobster, kepiting dan rajungan, pelarangan alat tangkap, dan pelarangan Kapal Angkut Ikan Hidup.

"Sungguh konflik KKP versus Rakyat ini sangat menguras energi. Banyak waktu dan uang terbuang percuma. Dan hebatnya, tidak ada satupun kelembagaan negara ini yang mampu membuat Susi berdamai dan bergotong-royong dengan rakyat membangun negeri ini menjadi Poros Maritim Dunia," ujar Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan.

Konflik tersebut menimbulkan kinerja Susi yang sangat buruk. Hal itu terbukti denganh temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kinerja KKP menilai disclaimer dan teguran presiden Jokowi membuktikan Susi 'bandel' dalam memimpin. Pada APBN 2016, BPK memberikan opini disclaimer dengan alasan program Kapal Bantuan dari 1.390 unit hanya terealisasi 57 unit, padahal bantuan itu telah menguras anggaran 209 Milyar lebih. Sangat jauh dari mimpi awal KKP sebanyak 3.450 unit.

"Ternyata yang kontrak hanya 754 kapal dan 636 kapal sisanya sengaja dibatalkan kontraknya. Juga ada temuan-temuan BPK lainnya seperti pekerjaan konstruksi, pembelian asset,kelebihan pembayaran, PNBP yang tidak ditagih, dan lain-lain," tambah Ono yang juga menjadi ketua umum Masyarakat Perikanan Nasional (MPN).

Bukti buruknya kinerja Menteri Susi, lanjut Ono, juga terlihat pada perjalanan realisasi APBN 2017, pasalnya hingga saat ini realisasinya baru hanya mencapai 30 persen. Padahal waktu tahun anggaran 2017 tersisa tinggal 2,5 bulan.

Ono memaparkan, sebut saja Program Bantuan Kapal 1.573 unit, hingga saat ini belum ada sama sekali yang terealisasi, walau informasinya sudah dilakukan kontrak, pembangunan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) 15 lokasi terancam gagal, dengan hanya 4 lokasi saja yang akan Soft Opening di Bulan November dan Desember, yaitu Natuna, Merauke, Sebatik, dan Saumlaki.

Bukan hanya itu, lanjut Ono, Pembangunan Kapal 100 dan 120 GT serta National Fisheries Centre (Pasar Ikan Modern) Muara Baru sudah tidak akan mungkin selesai di tahun 2017. Untuk menutup kegagalannya, kemudian KKP mencoba merubah skema anggaran menjadi Multiyears Contract.

Mekanisme perubahan di tengah jalan itu agaknya menabrak kelaziman sistem penganggaran. Pasalnya skema Multiyears Contract harusnya direncanakan dan diputuskan pada saat pembahasan RAPBN 2017 bersama dengan DPR.

Dari semua permasalahan tersebut, Ono mengingatkan Presiden Jokowi untuk tidak bosan-bosan menegur Menteri Susi, dan berharap agar Susi segera berubah sikap yang lebih baik ke depan dalam memimpin KKP.

"Sangatlah patut Presiden Jokowi diinformasikan telah menegur Susi Pudjiastuti atas kinerjanya selama ini. Tetapi apakah teguran itu akan merubah sikap Susi? Mari Kita lihat dan cermati seiring berjalannya waktu," jelas ono. (Rayza Nirwan)

Baca Juga

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
SAUDI VS IRAN
Putra Mahkota Saudi Juluki Pemimpin Iran 'Hitler Baru'

Bisnisnews.id - Pangeran mahkota Arab Saudi telah memanggil pemimpin tertinggi Iran sebagai Hitler Timur baru, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Menyinggung kekuatan regional yang berkembang di Iran, Mohammed . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
BREXIT
Uni Eropa Beri Inggris Waktu 10 Hari Selesaikan 3 Perkara

Bisnisnews.id - Presiden Uni Eropa Donald Tusk mengatakan pada hari Jumat 25 November bahwa kesepakatan Brexit pada bulan Desember mungkin saja terjadi tapi menjadi tantangan besar dan memberi Theresa May 10 hari untuk bertindak. Tusk . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
KTT BRUSSELS
Musuhan Dengan Rusia, UE Pengaruhi Enam Negara Bekas Soviet

Bisnisnews.id - Uni Eropa berjanji untuk memperdalam hubungan dengan enam negara bekas Uni Soviet pada hari Jumat 25 November, sebagai upaya melawan pengaruh Rusia, namun memperingatkan mereka bahwa negara-negara tersebut tidak . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
TERORIS
Serangan Masjid Di Sinai Mesir Bunuh 235 orang

Bisnisnews.id - Penyerang bersenjata pada hari Jumat 25 November membunuh setidaknya 235 jamaah dalam serangan bom dan senjata di sebuah masjid di provinsi Sinai Utara. Sebuah ledakan bom menghancurkan masjid Rawda kira-kira 40 . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Jumat, 24 November 2017
ZIMBABWE
Mnangagwa Dilantik Sebagai Presiden

Bisnisnews.id - Emmerson Mnangagwa dilantik sebagai presiden Zimbabwe setelah sebelumnya dipecat oleh pemimpin yang digulingkan Robert Mugabe. Emmerson Mnangagwa dilantik sebagai presiden Zimbabwe pada hari Jumat 24 November, . . .
Selengkapnya