Sabtu, 25 November 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

PESAWAT
Rabu, 18 Oktober 2017 02:49 WIB

Serangan Mematikan  "Drone"  di Pakistan, 26 Pejuang Taliban Tewas



Bisnisnews.id-Serangan pesawat tanpa awak milik Amerika di sebuah kompleks yang digunakan oleh jaringan Haqqani yang bermarkas di Taliban menimbulkan banyak korban. Selasa sore (17/10/2017) dilaporkan, tercatat 26 orang tewas.

Serangan palig mematikan melalui pesawat tanpa awak itu dilakukan pada hari Senin, berbarengan dengan pertemuan pejuang Haqqani di distrik suku Kurram terpencil Pakistan sepanjang perbatasan Afghanistan dalam serangan paling mematikan terhadap kelompok tersebut tahun ini.

"Serangan drone pertama membunuh lima pejuang dari jaringan Haqqani dan beberapa menit terpisah dari sebuah pesawat tak berawak kedua kemudian melepaskan dua rudal lagi setelah militan tiba untuk mengambil mayat dari puing-puing," kata seorang pejabat senior pemerintah di Kurram kepada AFP, Selasa (17/10/2017).

"Sejauh ini 26 mayat telah diambil dan pesawat tak berawak masih terbang di langit," kata pejabat tersebut.

AS telah meningkatkan tekanan pada Pakistan dalam beberapa bulan terakhir untuk menindak pakaian tersebut. Seorang pejabat pemerintah kedua di Kurram mengkonfirmasi serangan pesawat tak berawak dan korban tewas baru.

Kedua pejabat tersebut mengatakan bahwa pemogokan tersebut terjadi di perbatasan dengan Afghanistan, dengan bagian dari kompleks tersebut berada di wilayah Afghanistan.

Haqqanis adalah salah satu faksi terkuat dalam pemberontakan Taliban Afghanistan dan telah mendapatkan reputasi menakutkan untuk serangan keji mereka terhadap pasukan NATO dan instalasi Afghanistan selama bertahun-tahun.

Kelompok tersebut telah lama dicurigai memiliki hubungan dengan sekuritas keamanan Pakistan, yang memburuk hubungan dengan Washington.

Islamabad telah berulang kali membantah tuduhan menutup mata terhadap militansi, mengecam Amerika Serikat karena mengabaikan ribuan orang yang telah terbunuh di tanahnya dan miliaran menghabiskan melawan ekstremis.

Sandera Kanada Joshua Boyle dan istri Amerika dan tiga anak dibebaskan pada 11 Oktober di Pakistan setelah lima tahun ditawan di tangan jaringan Haqqani. (Syam S)

Baca Juga

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
SAUDI VS IRAN
Putra Mahkota Saudi Juluki Pemimpin Iran 'Hitler Baru'

Bisnisnews.id - Pangeran mahkota Arab Saudi telah memanggil pemimpin tertinggi Iran sebagai Hitler Timur baru, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Menyinggung kekuatan regional yang berkembang di Iran, Mohammed . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
BREXIT
Uni Eropa Beri Inggris Waktu 10 Hari Selesaikan 3 Perkara

Bisnisnews.id - Presiden Uni Eropa Donald Tusk mengatakan pada hari Jumat 25 November bahwa kesepakatan Brexit pada bulan Desember mungkin saja terjadi tapi menjadi tantangan besar dan memberi Theresa May 10 hari untuk bertindak. Tusk . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
KTT BRUSSELS
Musuhan Dengan Rusia, UE Pengaruhi Enam Negara Bekas Soviet

Bisnisnews.id - Uni Eropa berjanji untuk memperdalam hubungan dengan enam negara bekas Uni Soviet pada hari Jumat 25 November, sebagai upaya melawan pengaruh Rusia, namun memperingatkan mereka bahwa negara-negara tersebut tidak . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 25 November 2017
TERORIS
Serangan Masjid Di Sinai Mesir Bunuh 235 orang

Bisnisnews.id - Penyerang bersenjata pada hari Jumat 25 November membunuh setidaknya 235 jamaah dalam serangan bom dan senjata di sebuah masjid di provinsi Sinai Utara. Sebuah ledakan bom menghancurkan masjid Rawda kira-kira 40 . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Jumat, 24 November 2017
ZIMBABWE
Mnangagwa Dilantik Sebagai Presiden

Bisnisnews.id - Emmerson Mnangagwa dilantik sebagai presiden Zimbabwe setelah sebelumnya dipecat oleh pemimpin yang digulingkan Robert Mugabe. Emmerson Mnangagwa dilantik sebagai presiden Zimbabwe pada hari Jumat 24 November, . . .
Selengkapnya