Selasa, 19 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

PESAWAT
Rabu, 18 Oktober 2017 02:49 WIB

Serangan Mematikan  "Drone"  di Pakistan, 26 Pejuang Taliban Tewas



Bisnisnews.id-Serangan pesawat tanpa awak milik Amerika di sebuah kompleks yang digunakan oleh jaringan Haqqani yang bermarkas di Taliban menimbulkan banyak korban. Selasa sore (17/10/2017) dilaporkan, tercatat 26 orang tewas.

Serangan palig mematikan melalui pesawat tanpa awak itu dilakukan pada hari Senin, berbarengan dengan pertemuan pejuang Haqqani di distrik suku Kurram terpencil Pakistan sepanjang perbatasan Afghanistan dalam serangan paling mematikan terhadap kelompok tersebut tahun ini.

"Serangan drone pertama membunuh lima pejuang dari jaringan Haqqani dan beberapa menit terpisah dari sebuah pesawat tak berawak kedua kemudian melepaskan dua rudal lagi setelah militan tiba untuk mengambil mayat dari puing-puing," kata seorang pejabat senior pemerintah di Kurram kepada AFP, Selasa (17/10/2017).

"Sejauh ini 26 mayat telah diambil dan pesawat tak berawak masih terbang di langit," kata pejabat tersebut.

AS telah meningkatkan tekanan pada Pakistan dalam beberapa bulan terakhir untuk menindak pakaian tersebut. Seorang pejabat pemerintah kedua di Kurram mengkonfirmasi serangan pesawat tak berawak dan korban tewas baru.

Kedua pejabat tersebut mengatakan bahwa pemogokan tersebut terjadi di perbatasan dengan Afghanistan, dengan bagian dari kompleks tersebut berada di wilayah Afghanistan.

Haqqanis adalah salah satu faksi terkuat dalam pemberontakan Taliban Afghanistan dan telah mendapatkan reputasi menakutkan untuk serangan keji mereka terhadap pasukan NATO dan instalasi Afghanistan selama bertahun-tahun.

Kelompok tersebut telah lama dicurigai memiliki hubungan dengan sekuritas keamanan Pakistan, yang memburuk hubungan dengan Washington.

Islamabad telah berulang kali membantah tuduhan menutup mata terhadap militansi, mengecam Amerika Serikat karena mengabaikan ribuan orang yang telah terbunuh di tanahnya dan miliaran menghabiskan melawan ekstremis.

Sandera Kanada Joshua Boyle dan istri Amerika dan tiga anak dibebaskan pada 11 Oktober di Pakistan setelah lima tahun ditawan di tangan jaringan Haqqani. (Syam S)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 18 Juni 2018
BOLA
Persija, Persebaya dan Persib Dipertemukan di Stadion PTIK

Bisnisnews.id – Berita baik kali ini datang dari tim Ibu Kota Persija Jakarta, dimana laga Macan Kemayoran kala berhadapan dengan Persebaya Surabaya dan Persib Bandung kini telah ditetapkan akan bergulir di Stadion Perguruan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 18 Juni 2018
BOLA
Harapan FOSBI Anak Indonesia Tampil di Piala Dunia

Bisnisnews.id - Ketua Umum Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOSSBI), Zuchli Imran Putra dan Sekretaris Umum, Anwar Sadat, mengajak masyarakat yang kini tengah merayakan  Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, ikut menghadirkan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
KECELAKAAN KAPAL
KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba, Puluhan Korban Belum Ditemukan

Bisnisnews.id  -  Musibah tenggelamnya kapal penumpang kembali terulang. Kali ini menimpa kapal KM Sinar Bangun  yang membawa 80 orang penumpang di perairan Danau Toba  Parapat Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Arus Balik Pemudik Dari Sumatera Ke Jawa Melalui Merak Tercatat 125.194 Penumpang

 Bisnisnews.id -  Sampai  H+1  atau Senin (18/6/2018)? jumlah pemudik yang sudah  kembali menyeberang  dari Sumatera ke Pulau Jawa  dengan berbagai tujuan  diantaranya Jakarta tercatat  . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
ARUS BALIK
KSOP Pelabuhan Tanjung Emas Lepas Keberangkatan Pemudik Kembali Ke Jakarta

Bisnisnews.id -  KM. Dobonsolo berangkatkan 1.006 orang pemudik gratis  dan 407 unit sepeda motor  yang akan kembali ke Jakarta dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (18/6/2018). . . .
Selengkapnya