Jumat, 23 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / / Berita

PESAWAT
Rabu, 18 Oktober 2017 02:49 WIB

Serangan Mematikan  "Drone"  di Pakistan, 26 Pejuang Taliban Tewas



Bisnisnews.id-Serangan pesawat tanpa awak milik Amerika di sebuah kompleks yang digunakan oleh jaringan Haqqani yang bermarkas di Taliban menimbulkan banyak korban. Selasa sore (17/10/2017) dilaporkan, tercatat 26 orang tewas.

Serangan palig mematikan melalui pesawat tanpa awak itu dilakukan pada hari Senin, berbarengan dengan pertemuan pejuang Haqqani di distrik suku Kurram terpencil Pakistan sepanjang perbatasan Afghanistan dalam serangan paling mematikan terhadap kelompok tersebut tahun ini.

"Serangan drone pertama membunuh lima pejuang dari jaringan Haqqani dan beberapa menit terpisah dari sebuah pesawat tak berawak kedua kemudian melepaskan dua rudal lagi setelah militan tiba untuk mengambil mayat dari puing-puing," kata seorang pejabat senior pemerintah di Kurram kepada AFP, Selasa (17/10/2017).

"Sejauh ini 26 mayat telah diambil dan pesawat tak berawak masih terbang di langit," kata pejabat tersebut.

AS telah meningkatkan tekanan pada Pakistan dalam beberapa bulan terakhir untuk menindak pakaian tersebut. Seorang pejabat pemerintah kedua di Kurram mengkonfirmasi serangan pesawat tak berawak dan korban tewas baru.

Kedua pejabat tersebut mengatakan bahwa pemogokan tersebut terjadi di perbatasan dengan Afghanistan, dengan bagian dari kompleks tersebut berada di wilayah Afghanistan.

Haqqanis adalah salah satu faksi terkuat dalam pemberontakan Taliban Afghanistan dan telah mendapatkan reputasi menakutkan untuk serangan keji mereka terhadap pasukan NATO dan instalasi Afghanistan selama bertahun-tahun.

Kelompok tersebut telah lama dicurigai memiliki hubungan dengan sekuritas keamanan Pakistan, yang memburuk hubungan dengan Washington.

Islamabad telah berulang kali membantah tuduhan menutup mata terhadap militansi, mengecam Amerika Serikat karena mengabaikan ribuan orang yang telah terbunuh di tanahnya dan miliaran menghabiskan melawan ekstremis.

Sandera Kanada Joshua Boyle dan istri Amerika dan tiga anak dibebaskan pada 11 Oktober di Pakistan setelah lima tahun ditawan di tangan jaringan Haqqani. (Syam S)

Baca Juga

 

Internasional  -  Jumat, 23 Februari 2018
INDEKS KORUPSI
Peringkat 96, Indonesia Masih Masuk Kategori Negara Korup

Bisnisnews.id - Transparency International merilis Indeks Persepsi Korupsi 2017  dan hasil penemuannya adalah sebagian besar negara di dunia hanya membuat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam mengakhiri korupsi. Indonesia . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 23 Februari 2018
EXPO
Kemenpora Pamerkan Industri Olahraga di Kemenkeu

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ikut berpatisipasi pada Pameran Capain Kinerja Kementerian dan Lembaga yang di gelar di Kantor Kementeria Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (22/2/2018). Pada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
Jurgen Klopp Ingin Kembali ke Era Bill Shankly

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan, klub yang dilatihnya tersebut sarat akan sejarah yang besar dan pelatih-pelatih hebat di masa lampau salah satunya, Klopp menyebut Liverpool era Bill Shankly sebagai . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
KLUB BOLA
AC Milan Bangkrut, Bos Asal Tiongkok Yonghong Li Teriak

Bisnisnews.id – Pemilik AC Milan Yonghong Li akhirnya buka suara dan membantah semua kabar yang menyebutkan bahwa dirinya mengalami masalah finansial dan jatuh bangkrut, Rabu (22/2/2010). Sebelumnya, keuangan Li disebut  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
ASIAN GAMES
Asian Games 2018 Akan Diliput 2000 Wartawan

Bisnisnews.id – Buka hanya ribuan atlet dan ofisial yang bakal menyerbu Palembang, tapi awak media juga akan membanjiri Bumi Sriwijaya guna meliput perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Diperkirakan 2.000 wartawan akan . . .
Selengkapnya