Jumat, 22 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Otomotif / Berita

ANTI MONOPOLI
Selasa, 24 Oktober 2017 01:56 WIB

EU Targetkan Produsen Mobil Jerman


Volkswagen adalah salah satu sasaran serangan antimonopoli Uni Eropa (AFP)

Bisnisnews.id - Serangkaian penggerebekan oleh regulator anti monopoli Uni Eropa terhadap produsen mobil Jerman membuat pukulan baru pada hari Senin 23 Oktober.

Komisi Uni Eropa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi terkait dengan kekhawatiran bahwa beberapa produsen mobil Jerman mungkin telah melanggar peraturan anti monopoli UE yang melarang praktik bisnis kartel dan pembatasan.

Dalam proses anti-trust Uni Eropa, nama-nama perusahaan mobil yang terlibat tidak diungkapkan.

Namun, produsen Volkswagen dan Mercedes-Benz Daimler keduanya mengakui secara terpisah bahwa mereka sedang diselidiki, sementara BMW memastikan pada hari Jumat (20/10/2017) bahwa itu adalah sebuah penggerebekan

Kembali di bulan Juli, berita mingguan Der Spiegel telah melaporkan bahwa Volkswagen, Daimler, Audi, Porsche dan BMW secara diam-diam bekerja sama sejak tahun 1990an untuk pengembangan, konstruksi dan logistik mobil.

Bukanlah hal yang aneh bagi pelaku industri untuk bekerja sama, dan inspeksi Uni Eropa mulai menginvestigasi apakah perundingan antara pembuat mobil melewati batas kolusi.

Namun demikian, majalah tersebut menuduh bahwa baik pembeli maupun pemasok raksasa otomotif terkena dampak negatif dari kesepakatan di bawah meja.

Diduga, pembuat mobil bahkan sepakat dalam pembicaraan rahasia mengenai ukuran tangki bahan kimia yang digunakan untuk emisi nitrogen oksida berbahaya dari motor diesel.

Kecilnya tanki tersebut dilaporkan memainkan peran kunci dalam skandal kecurangan emisi yang telah mencoreng reputasi Volkswagen.

Pada tahun 2015, VW terpaksa mengakui telah memasang perangkat lunak di jutaan kendaraan dieselnya di seluruh dunia untuk menipu tes emisi, sebuah skandal yang telah menghabiskan biaya puluhan miliar euro.

Kecurigaan tentang kecurangan diesel sejak itu menyebar ke produsen mobil lain, terutama Daimler,yang telah digerebek oleh polisi Jerman.

Dari AFP, pembuat mobil telah sepakat dengan pemerintah Jerman bahwa mereka akan mengganti beberapa mesin diesel yang lebih tua untuk mengurangi emisi mereka, walaupun kenyataannya kebanyakan kendaraan hanya akan mendapatkan update untuk perangkat lunak mereka. (marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Jumat, 22 Juni 2018
TRAGEDI DANAU TOBA
Berikut Pernyataan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan

Bisnisnews.id  - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjajtan ikut bersuara  pada musibah  tenggelamnya KM Sinar Bangun di kawasan Danau Toba pada hari Senin 18 Juni 2018 lalu yang diduga menenggelamkan puluhan bahkan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 22 Juni 2018
PIALA DUNIA 2018
Empat Tim Melenggang di 16 Besar, Argentina Keok ....

Bisnisnews.id - Laga Piala Dunia  2018 makin meruncing, empat  tim  dinyatakan lolos ke babak 16 besar,  disaat  yang lainnya masih sibuk dengan perjuangan keras di babak penyisihan untuk memperebutkan . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 22 Juni 2018
RAMALAN CUACA
Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Jakarta

Bisnisnews.id - Waspada,  hujan sedang hingga lebat pada sejumlah titik di Jakarta  hari ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  dalam laman resmjnya hujan diperkkrakan terjadi pada siang hari. . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 22 Juni 2018
WTA FUTURE STARS KIDS
Yayuk Basuki Kenalkan Tenis ke Anak-anak Bali

Bisnisnews.id - Menyusul keberhasilan klinik dan masterclass di Jakarta selama beberapa tahun terakhir, WTA Future Stars memperluas jangkauannya di Indonesia dengan mengunjungi Pulau Bali, bersama dengan legenda hidup tenis Merah . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 22 Juni 2018
PIALA DUNIA 2018
Messi Terancam Angkat Koper dari Russia

Bisnisnews.id - Argentina terancam angkat koper dari Piala Dunia 2018. Hal tersebut menyusul kekalahan pahit saat menghadapi Kroasia dengan skor besar 0-3 pada lanjutan pertandingan Grup D di Stadion Nizhny Novgorod, Jumat (22/6/2018).   Berstatus . . .
Selengkapnya