Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Pariwisata / Berita

INDUSTRI WISATA
Selasa, 24 Oktober 2017 10:41 WIB

JAS Dukung Pelaksanaan Indonesia Tourism Outlook 2017


Wisman dan Wisnu setiap tahun membanjiri Gili Trawangan Lombok. Wisata pantai yang menyuguhkan pesona alam ini sangat diminati para pelancong

Bisnisnews.id - JAS Airport Services bersama sejumlah perusahaan ambil bagian dalam agenda Indonesia Tourism Outlook (ITO) yang akan digelar pada 1 November 2017 mendatang di Jakarta.

Kegiatan tahunan itu, rencananya dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai pembicara kunci, pengamat ekonomi Faisal Basri, Senior Vice President, Government and Industry Affairs, World Travel and Tourism Council-World Travel & Tourism Council Helen Marano dan Head of Destination Marketing APAC, TripAdvisor Sarah Mathew.

ITO diharapkan mampu memberikan solusi dan dukungan penuh terhadap program pemerintah dibidang indstri pariwisata yang mentargetkan 20 juta wisatawan manca negara (wisman) di 2019. Pengembangan wisata itu juga diyakini bukan saja dapat menyedot 275 juta perjalanan wisatawan nusantara (wisnu) tapi juga memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional.

Menpar Arif Yahya sebelumnya menegaskan, pengembangan infrastruktur layanan di 2017 ini fokus tiga program prioritas. Yaitu, digital tourism, homestay (pondok wisata) dan konektivitas udara (penerbangan). Dengan demikian, Indonesia diharapkan dapat menarik pasar global yang tersebar di 26 negara.

Corporate Communications JAS Airport Services, Martha Lory mengatakan, keterlibatannya dalam ajang ITO tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah di sektor pariwisata.

"Kami mendukung penuh program pemerintah dan sebagai perusahaan ground handling kami merasa terhormat mendapatkan kepercayaan dalam beragam kegiatan mendukung program pemerintah di sektor pariwisata," jelas Martha, Selasa (24/10/2017) di Jakarta. Sebelumnya JAS juga telah terlibat aktif dalam mengusung program Wonderful Indonesia 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana menyatakan, diskusi yang di gelar dalam agenda ITO itu diyakini mampu menghimpun lebih banyak masukan sekaligus menganalisis prospek pariwisata Indonesia ke depan.

Masukan yang bersumber dari para pakar d berbagai bidang itu akan sangat bermanfaat bagi pemerintah untuk merancang kebijakan untuk memajukan industri pariwisata nasional.

Dukungan pelaksanaan ITO yang diinisiasi Forum Wartawan Pariwisata itu juga mendapat sambutan hangat Chairman PATA Chapter Indonesia Purnomo. Ajang itu diharapkan lebih memperlacar target pemerintah dalam mendatangkan Wisman ke Indonesia. (Syam S).

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
PENGANGGURAN
Ciptakan Entrepreuner, Facebook Latih 65,000 Orang Perancis

Bisnisnews.id - Facebook mengatakan pada hari Senin 22 Januari bahwa mereka akan melatih 65.000 orang Prancis dalam keterampilan digital secara gratis, untuk membantu wanita dan pengangguran memulai bisnisnya dan bisa kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya