Minggu, 22 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hankam / Berita

SEMINAR
Rabu, 08 November 2017 17:15 WIB

Cara Pandang Bela Negara Harus Futuristik



Bisnisnews.id -  Gerakan cinta tanah air sekarang ini wajib dilakukan pada seluruh elemen masyarakat. Ini merupakan satu upaya menangkal terhadap potensi ancaman yang membahayakan negara.
 
Implementasinya diharapkan dapat  memperkuat semangat bela negara dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. 
 
Pengalaman menunjukan, kerajaan-kerajaan di nusantara pada waktu itu, seperti Sriwijaya atau Majapahit; tumbuh, eksis dan mengalami masa gemilang hanya selama jangka waktu tertentu.  
Pada hal wilayah kekuasaannya sudah mencapai wilayah indo china. Setelah itu, tenggelam dan hancur .  Apakah sejarah itu akan mengulang ? 
 
Pemikiran ini muncul dalam pelaksanaan Seminar 'Meningkatkan Semangat Bela Negara dalam Rangka Mewujudkan Pertahanan Negara yang Tangguh'
yang diselenggarakan Kementrian Pertahanan Jawa Barat, Rabu (8/11/2017) di Bandung.
 
Kepala Kantor Pertahanan Jawa Barat, Kolonel Cecep Darmawan berharap kegiatan serupa dapat  dilaksanakan secara terjadwal. Karena persoalan ancaman terhadap kedaulatan negara sudah di depan mata.
 
Kemajuan teknologi dan pola pikir manusia telah berubah. Demikian juga dalam kaitannya dengan ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan  terhadap negara. 
 
Bukan saja dari ragam jenisnya,  tetapi juga dari sisi kuantitas dan kualitas.
Apa yang dahulu dianggap tidak mungkin, sekarang ini menjadi sangat mungkin.
 
Dahulu,  tidak terpikir 'agresi' ekonomi Tiongkok sehebat sekarang ini. Ada serbuan tenaga kerja Tiongkok, ada tanaman cabe milik orang Tiongkok, ada kejahatan cyber yang dilakukan orang-orang Tiongkok, ada pembangunan proyek yang dikuasai sepenuhnya oleh orang Tiongkok. Ada penyelundupan narkoba bahkan ada kasus pengibaran bendera Tiongkok di salah satu pulau dan lain sebagainya.
 
Agresi ekonomi Tiongkok itu bukan suatu kebetulan, etapi sudah dirancang sedemikian rupa sejak lama. 
 
Cara pandang futuristik ini juga harus dikuasai oleh para penentu kebijakan negara ini. Termasuk para legislator. 
 
Peraturan perundang-undangan jangan lagi bersifat tambal sulam atau mengikuti perkembangan dari belakang tetapi harus benar-benar mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang mungkin timbul di masa yang akan datang. (Uus Sumirat)
 
 
 

Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 21 April 2018
PESAWAT DELAY
Berikut Penjelasan Lion Group Soal Keterlambatan Puluhan Penerbangannya

Bisnisnews.id -   Puluhan penerbangan  Lion Air Group Sabtu (21/4/201) memgalami keterlambatan  (delayed) dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya