Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Logistik / Berita

KONEKTIViTAS
Minggu, 12 November 2017 15:58 WIB

Tiga Proyek Infrastruktur Strategis di Selatan Jawa Senilai Rp 1,1 Triliun



Bisnisnews.id - Pemerintah segera merealisasikan rencana kerja jangka menengah pembangunan
tiga infrastruktur strategis di kawasan Sukabumi Jawa Barat. Yaitu jalan tol, jalur kereta api double track dan konektivitas Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung, ketiga adalah membangun bandara

Tiga proyek penting yang punya nilai strategis itu, segera direalisasikan dengan investasi Rp 1,1 triliun yanng bersumber dari APBN. Terkait pembangunan jalur kereta api double track Menhub menyebut pada tahap awal akan diselesaikan perlintasan kereta api di Cicurug pada akhir 2019.

Soal pembangunan bandara di Sukabumi, dijelaskan Menhub saat ini masih dalam proses feasibility study (FS) sekaligus pembebasan tanah. Menhub menargetkan pembangunan bandara di Sukabumi ini akan selesai pada 2020.

"Bandara karena masih pembebasan tanah kita akan selesaikan kurang lebih 2020, pembebasan tanah 2018, pembangunan 2019-2020," ungkapnya.

Lanjutnya, lokasi bandara Sukabumi nantinya akan direncakan akan berada diantara Sukabumi - Pelabuhan Ratu.

Masih terkait bandara, Menhub menambahkan Bandara Kertajati di Majalenhka akan dioperasikan pada Mei 2018. Menhub berharap bandara ini dapat melayani penerbangan haji pada musim haji mendatang.

Untuk rencana ini Menhub membuka kesempatan kepada swasta untuk berinvestasi dengan memberi peran pada pemerintah daerah untuk pembebasan lahan.

Pada kesempatan yang sama Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan akan membangun jalur pantai selatan Jawa dari Banten hingga Banyuwangi sepanjang 1600 kilometer.

Selain itu Arie menyebut akan membangun jalan penghubung lingkar Sukabumi. "Kita akan bangun penghubung lingkar. Sukabumi ada bocimi, Desember ini seksi satu Ciawi - Caringin diresmikan lalu Maret Caringin - Cigombong resmikan 2018 tanahnya 98 persen," pungkas Arie.

Turut hadir pada acara Dialog Sinergi Membangun Bangsa 'Merangkai Konektivitas Selatan Jawa' Wakil Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Asmara, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, dan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiadi, dan ratusan mahasiswa/mahasiswi dari 8 kampus ternama di Sukabumi. (Syam S)

 

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
PENGANGGURAN
Ciptakan Entrepreuner, Facebook Latih 65,000 Orang Perancis

Bisnisnews.id - Facebook mengatakan pada hari Senin 22 Januari bahwa mereka akan melatih 65.000 orang Prancis dalam keterampilan digital secara gratis, untuk membantu wanita dan pengangguran memulai bisnisnya dan bisa kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya