Sabtu, 16 Desember 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

LIBANON
Sabtu, 18 November 2017 00:18 WIB

Tuduh Saudi Tahan PM, Hariri Lakukan Perjalanan Ke Prancis


Perdana Menteri Libanon Saad Hariri

Bisnisnews.id - Perdana Menteri Libanon Saad Hariri akan berkunjung ke Prancis dalam beberapa hari mendatang, sebuah sumber kepresidenan Prancis mengatakan pada hari Rabu (15/11/2017), setelah Beirut menuduh Arab Saudi menahannya menyusul pengunduran dirinya yang mengejutkan.

Tekanan internasional telah meningkat bagi Hariri untuk kembali ke Beirut sejak dia mengumumkan pada tanggal 4 November bahwa dia akan mengundurkan diri.

Kepresidenan Prancis mengatakan Hariri dan keluarganya telah diundang ke Prancis setelah Presiden Emmanuel Macron berbicara melalui telepon dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan perdana menteri Lebanon.

Hariri akan tiba di Prancis dalam beberapa hari mendatang, seorang sumber di kepresidenan Prancis mengatakan kepada AFP.

Macron kemudian mengatakan Hariri telah diundang ke Prancis untuk beberapa hari bersama keluarganya, dan itu tidak berarti pengasingan.

Perkembangan tersebut terjadi saat Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian tiba di Riyadh di mana dia bertemu dengan Pangeran Mohammed akhir Rabu (15/11/2017). Dia dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan Hariri pada hari Kamis (16/11/2017).

Spekulasi telah beredar seputar nasib Hariri, yang merupakan warga negara Saudi, dengan Presiden Lebanon Michel Aoun menuduh Arab Saudi menahan dia.

"Tidak ada yang membenarkan kegagalan Perdana Menteri Saad Hariri untuk kembali setelah 12 hari, oleh karena itu kami menganggap dia ditahan dan bertentangan dengan Konvensi Wina," Aoun men-tweet.

"Kami tidak akan menerima bahwa dia tetap menjadi sandera dan kami tidak mengetahui alasan penahanannya," tambahnya.

Ada desas-desus bahwa Hariri telah ditahan bersama dengan puluhan orang Saudi oleh Riyadh sebagai kampanye anti-korupsi.

Tak lama setelah pernyataan Aoun, Hariri juga men-tweet untuk mengatasi desas-desus tentang penahanannya.

"Saya ingin mengulang dan mengonfirmasi: Saya benar-benar baik-baik saja dan saya akan kembali, insyaallah, untuk Lebanon yang dicintai seperti yang saya janjikan kepada Anda semua. Anda akan lihat," tulisnya. (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Kontroversi Yerusalem, 4 Warga Palestina Terbunuh

Bisnisnews.id - Empat orang Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka pada hari Jumat 15 Desember dalam bentrokan dengan pasukan Israel, saat puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengakuan Washington terhadap Yerusalem . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Konflik Yerusalem Reda, AS Rencanakan Perdamaian Timur Tengah

Gedung Putih akan memperbarui upaya untuk mencapai kesepakatan damai Israel-Palestina, kata beberapa pejabat pada hari Jumat 15 Desember. Pejabat senior pemerintah mengatakan upaya untuk mendorong proses akan dihidupkan kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
AFRIKA SELATAN
ANC Pilih Pemimpin Gantikan Jacob Zuma

Bisnisnews.id - Kongres Nasional Afrika (ANC) di Afrika Selatan sedang bersiap untuk memilih pemimpin partai baru untuk menggantikan Presiden Jacob Zuma. Kandidat utamanya adalah wakil presiden saat ini, Cyril Ramaphosa, dan mantan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
PERU
Skandal Odebrecht: Presiden Kuczynski Hadapi Pemakzulan

Bisnisnews.id - Partai politik di Kongres Peru telah mengajukan sebuah mosi pemakzulan terhadap Presiden Pedro Pablo Kuczynski. Dia telah dituduh menerima pembayaran ilegal oleh perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht. Mosi yang . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
BENCANA ALAM
Badai Kai-Tak Sambangi Filipina, 3 Nelayan Hilang Puluhan Ribu Mengungsi

Bisnisnews.id - Puluhan ribu orang terdampar karena banjir dan tiga nelayan hilang Sabtu 16 Desember saat Badai Tropis Kai-Tak mengarah ke timur Filipina, kata beberapa pejabat. Badai Kai-Tak berhembus hingga 100 kilometer per . . .
Selengkapnya