Sabtu, 16 Desember 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

PERINGKAT KREDIT
Sabtu, 18 November 2017 09:03 WIB

Reformasi Ekonomi, Moody's Naikkan Rating India



Bisnisnews.id - Moody's pada hari Jumat 17 November menaikkan peringkat kredit India untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, dengan alasan reformasi ekonomi oleh Perdana Menteri Narendra Modi.

Langkah tersebut dilakukan hampir dua bulan setelah Moody's dan Standard & Poor's menurunkan peringkat mereka dengan alasan beban utang negara yang membengkak.

Moody's menaikkan peringkatnya di India menjadi Baa2 dari Baa3, langkah pertama sejak Januari 2004, mengatakan bahwa reformasi baru-baru ini akan meningkatkan produktivitas, merangsang investasi asing dan domestik dan mendorong pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan.

Ini karena pajak barang dan jasa nasional terbaru dan larangan kontroversial pada tahun 2016 terhadap catatan bank bernilai tinggi guna mengatasi penghindaran pajak.

"Kemajuan yang berlanjut pada reformasi ekonomi dan kelembagaan akan meningkatkan potensi pertumbuhan tinggi India dari waktu ke waktu," kata Moody's dikutip dari AFP.

PM Modi mulai berkuasa 2014 berjanji untuk mereformasi ekonomi India dan menciptakan lapangan kerja bagi populasi pemuda.

Namun para kritikus menunjukkan bahwa pengangguran tetap tinggi dan reformasi tidak datang.

Pertumbuhan terhambat dan titik terendah tiga tahun di 5,7 persen pada kuartal pertama tahun keuangan saat ini.

Menteri Keuangan Arun Jaitley menyebut kenaikan peringkat tersebut sebagai pengakuan yang terlambat atas semua langkah positif yang telah dilakukan di India dalam beberapa tahun terakhir.

"Ini sangat menggembirakan bahwa ada pengakuan internasional dan kami bertekad untuk mengikuti jalur yang telah kami jalani," kata Jaitley. (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Kontroversi Yerusalem, 4 Warga Palestina Terbunuh

Bisnisnews.id - Empat orang Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka pada hari Jumat 15 Desember dalam bentrokan dengan pasukan Israel, saat puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengakuan Washington terhadap Yerusalem . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Konflik Yerusalem Reda, AS Rencanakan Perdamaian Timur Tengah

Gedung Putih akan memperbarui upaya untuk mencapai kesepakatan damai Israel-Palestina, kata beberapa pejabat pada hari Jumat 15 Desember. Pejabat senior pemerintah mengatakan upaya untuk mendorong proses akan dihidupkan kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
AFRIKA SELATAN
ANC Pilih Pemimpin Gantikan Jacob Zuma

Bisnisnews.id - Kongres Nasional Afrika (ANC) di Afrika Selatan sedang bersiap untuk memilih pemimpin partai baru untuk menggantikan Presiden Jacob Zuma. Kandidat utamanya adalah wakil presiden saat ini, Cyril Ramaphosa, dan mantan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
PERU
Skandal Odebrecht: Presiden Kuczynski Hadapi Pemakzulan

Bisnisnews.id - Partai politik di Kongres Peru telah mengajukan sebuah mosi pemakzulan terhadap Presiden Pedro Pablo Kuczynski. Dia telah dituduh menerima pembayaran ilegal oleh perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht. Mosi yang . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
BENCANA ALAM
Badai Kai-Tak Sambangi Filipina, 3 Nelayan Hilang Puluhan Ribu Mengungsi

Bisnisnews.id - Puluhan ribu orang terdampar karena banjir dan tiga nelayan hilang Sabtu 16 Desember saat Badai Tropis Kai-Tak mengarah ke timur Filipina, kata beberapa pejabat. Badai Kai-Tak berhembus hingga 100 kilometer per . . .
Selengkapnya