Senin, 23 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hukum / Berita

KORUPSI BERJAMAAH
Sabtu, 18 November 2017 09:43 WIB

KPK Perdalam Pengaduan Pihak Yang Menyembunyikan Setya Novanto


foto Setya Novanto saat tiba di RSCM setelah di pindah dari RS Permata Hijau

Bisnisnews.id - Setelah resmi menahan Ketua DPR RI Setya Novanto dalam kasus korupsi KTP Elektronik (KTP-e), kini penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri, oknum dibalik menghilagnya Ketua Umum Partai Golkar itu sejak Rabu malam (15/11/2017) saat akan ditangkap, hingga akhirnya mengalami kecelakaan menabrak tiang listrik.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, kalau ada pihak-pihak yang sengaja menyembunyikan atau menghalangi penyidikan beresiko kena hukuman pidana, seperti diatur pasal 21 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tersangka kini tengah menjalani perawatan di RSCM. Sebelumnya dirawat di RS Medika Permata Hijau Jakarta Selatan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Permata Berlian Jakarta Selatan pada Kamis (16/11/2017) malam.

Seperti diketahui, mobil yang ditumpangi Setya Novanto mengalami kecelakaan menabrak tiang listrik di kawasan Permata Berlian Jakarta Selatan pada Kamis (16/11/2017) malam. Mobil warna hitam merek Toyota Fortuner B-1732-ZLO saat kejadian dikemudikan kontributor Metro TV.

Sesuai amanat Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undan-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam pasal itu tegas diatur mengenai orang yang sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang terdakwa dalam perkara korupsi dapat dipidana minimal 3 tahun dan maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp600 juta.

Kendati demikian, kata Febriansyah, KPK masih fokus menangani perkara pokok. Karena secara nom
atif, sudah sering diingatkan agar tidak ada pihak-pihak yang menghalangi atau melindindungi tersangka atau melakukan hal-hal lain.

Terkait tersangka Setya Novanto, KPK, kata Febri juga telah menerima pengaduan pengaduan masyarakat terkait pihak-pihak yang diduga melakukan pasal 21 itu. Kini tengah diteliti dan didalami fakta-fakta tersebut.

"Kemungkinan ada pihak-pihak yang tahu akan dipanggil sebagai saksi tapi penyidik akan bicarakan lebih dulu apakah hal ini relevan atau tidak dalam penyidikan karena dalam KTP-e ini kami harus punya strategi dan upaya-upaya penanganan secara efektif," ungkap Febri.

terkait kecelakaannya, pihak Polda Metro Jaya telah menetapkan Kontributor Metro TV Hilman Mattauch, pengemudi kendaraan yang ditumpangi Setya Novanto sebagai tersangka kasus kelalaian dalam berlalu lintas.

Hilman dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan darat Pasal 283 tentang melakukan kegiatan lain saat mengemudi dan Pasal 310 tentang kelalaian yang menyebabkan orang terluka atau meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Saat ini, polisi telah meminta keterangan empat orang saksi. Yakni, Suwandi warga yang mendengar benturan dari jarak sekitar 30 meter kemudian mendekat menuju lokasi melihat mobil bernomor polisi B-1732-ZLO menabrak tiang listrik. Suwandi mengungkapkan kondisi jalan beraspal, cuaca hujan gerimis dan lampu penerangan jalan menyala saat kejadian.

Saksi kedua adalah Akrom, warga yang tengah menunggu angkutan umum berjarak sekitar lima meter dari lokasi kejadian. Melihat kendaraan yang ditumpangi Novanto menikung menabrak pohon dan tiang listrik. Saksi ketiga Arafik melihat posisi mobil telah menempel pada tiang listrik kemudian petugas menderek kendaraan berwarna hitam itu.

Arafik juga melihat mobil dalam kondisi rusak pada bagian depan penutup mesin, roda depan pelek pecah dan rusak, kaca samping kiri bagian pintu tengah pecah, serta kendaraan menghadap ke utara dengan ketiga ban di atas trotoar dan ban kiri belakang di atas aspal. Saksi keempat Hilman Matauch, pengemudi mobil yang ditumpangi Setya Novanto. (Adhitio)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Kemenpora Gelar Nobar Piala Dunia 2018

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggelar nonton bareng (Nobar)  perhelatan Piala Dunia 2018 Rusia  satu bulan penuh (15 Juni - 15 Juli 2018) di Halaman Kantor Kemenpora. Sesmenpora . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
UNJUK RASA
Ribuan Pengemudi Ojek Online Menuntut Kesejahteraan dan Pengakuan

Bisnisnews.id - Ribuan pengemudi ojek online melakukan orasi di depan gedung DPR/MPR RI, Senin (23/4/2018). Mereka menuntut mendorong para wakil rakyat ikut berperan mendorong diberikan subsidi, sehingga penumpang tetap bisa menikmati . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
BMKG
DKI Jakarta dan Sekitarnya Berpotensi Hujan Lebat, Angin Disertai Petir

Bisnisnews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan dalam beberapa hari kedepan (23 -25 April 2018) terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar perairan wilayah Indonesia dan adanya aliran udara . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 23 April 2018
PELAYANAN
Batik Air Klaim Sebagai Maskapai Paling Tepat Waktu di Asia Tenggara

Bisnisnews.id - Batik Air (Lion Group) pada periode Maret 2018 klaim menjadi maskapai paling tepat waktu di Asia Tenggara dan peringkat ke-56 di dunia Dilaporkan bahwa keberangkatan dan kedatangan pesawat Batik Air *on time performance/ . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
LALIN
Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Jalan Thamrin dan Sudirman

Bisnisnews.id - Sosialisasi penertiban lalulintas dengan sstem ganjil-genap di DKI Jakarta berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan. Hari ini sistem itu diuji coba mulai pukul 06.00-10.00 WIB. Wakil Kepala Dinas Perhubungan . . .
Selengkapnya