Senin, 23 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hukum / Berita

DUGAAN KORUPSI
Minggu, 26 November 2017 20:23 WIB

Libatkan KPK, Bareskrim Polri Periksa 14 Fisik Kapal Patroli



Bisnisnews.id - Dugaan korupai pembangunan 14 kapal patroli mliik Kementerian Perhubungan terus didalami penyidik Bareskrim Mabes Polri.

Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah melakukan  pengecekan fisik kapal sebagai langkah penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan kapal patroli pada Satker Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) di Kemenhub tahun anggaran 2013-2014.

Dalam mendalami kasus tersebut pihak Bareskrim Polri melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ahli dari PT Badan Klasifikasi Indonesia (BKI) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pengecekan fisik kapal itu sendiri telah dilakukan sejak tanggal 13 hingga 17 November 2017. Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Ahmad Wiyagus mengatakan pihak penyidik KPK maupu BKI dan BPk dilibatkan saat melakukan pemeriksaan fisik kapak.

Kapal yang diperiksa ialah kapal patroli kelas V yang belum dikirimkan oleh PT Pantheon di Galangan ke PT Pantheon di Surabaya sebanyak empat unit. Ada juga lima unit kapal patroli yang dicut off kontraknya oleh PT F1 Perkasa di Banyuwangi

"Ada kapal patroli kelas V yang belum dikirimkan oleh PT Pantheon di Galangan ke PT Pantheon di Surabaya sebanyak 4 unit. Lalu 5 unit kapal patroli yang dicut off kontraknya oleh PT F Perkasa di Banyuwangi," jelas Wiyagus dalam keterangannya, Minggu (26/11/2017).

Disebutkan pada 20 November 2017, juga dichek  dua unit kapal patroli kelas IV di Tarakan dan Pekanbaru. Selanjutnya, tanggal 27 November sampai dengan 2 Desember 2017 melakukan Pengecekan kapal patroli kelas IV di Sebuku, Kalimantan Selatan satu unit. Kemudian satu unit kapal di Banjarmasin, dan satu unit pengecekan kapal patroli kelas V di Labuhan Bajo NTT.

Kata dia,  terkait kasus tersebut penyidik telah  menetapkan seorang pejabat Kemenhub berinisial C sebagai tersangka. Adapun perannya sebagai Kapokja dari pembelian serta pengadaan kapal patroli fibre dengan nilai proyek Rp 36,5 miliar.

C dinaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka pada Senin (16/10) lalu. Dalam proyek ini yang bersangkutan sebagai Kapokja (proyek) Pengadaan Kapal.

Anggaran proyek yang bersumber dari APBN  dianggarkan senilI  Rp36,5 miliar untuk pembelian 65 unit kapal patroli fibre. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan hanya 51 unit kapal yang selesai dan diserahkan sementara sisanya 14 unit belum.(Adhitio)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Kemenpora Gelar Nobar Piala Dunia 2018

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggelar nonton bareng (Nobar)  perhelatan Piala Dunia 2018 Rusia  satu bulan penuh (15 Juni - 15 Juli 2018) di Halaman Kantor Kemenpora. Sesmenpora . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
UNJUK RASA
Ribuan Pengemudi Ojek Online Menuntut Kesejahteraan dan Pengakuan

Bisnisnews.id - Ribuan pengemudi ojek online melakukan orasi di depan gedung DPR/MPR RI, Senin (23/4/2018). Mereka menuntut mendorong para wakil rakyat ikut berperan mendorong diberikan subsidi, sehingga penumpang tetap bisa menikmati . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
BMKG
DKI Jakarta dan Sekitarnya Berpotensi Hujan Lebat, Angin Disertai Petir

Bisnisnews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan dalam beberapa hari kedepan (23 -25 April 2018) terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar perairan wilayah Indonesia dan adanya aliran udara . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 23 April 2018
PELAYANAN
Batik Air Klaim Sebagai Maskapai Paling Tepat Waktu di Asia Tenggara

Bisnisnews.id - Batik Air (Lion Group) pada periode Maret 2018 klaim menjadi maskapai paling tepat waktu di Asia Tenggara dan peringkat ke-56 di dunia Dilaporkan bahwa keberangkatan dan kedatangan pesawat Batik Air *on time performance/ . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
LALIN
Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Jalan Thamrin dan Sudirman

Bisnisnews.id - Sosialisasi penertiban lalulintas dengan sstem ganjil-genap di DKI Jakarta berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan. Hari ini sistem itu diuji coba mulai pukul 06.00-10.00 WIB. Wakil Kepala Dinas Perhubungan . . .
Selengkapnya