Sabtu, 16 Desember 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KONTROVERSI
Kamis, 30 November 2017 20:52 WIB

Tweet Anti-Muslim, Inggris Turun Tangan Terhadap AS


Satu anggota parlemen, Tory mengatakan bahwa dunia akan menjadi lebih baik jika Perdana Menteri Theresa May dapat meyakinkan presiden AS untuk menghapus akun Twitter-nya. (AFP)

Bisnisnews.id - Pemerintah Inggris meminta Kamis 30 November untuk mengurangi kontroversi dengan Presiden AS Donald Trump setelah dia mengecam Perdana Menteri Theresa May yang telah menegurnya atas tweet anti-Muslim.

Dalam pertengkaran profil tingkat tinggi dengan salah satu rekan terdekatnya, Trump menyarankan agar May fokus membela Inggris daripada mengkritiknya setelah dia melakukan retweet video anti-Muslim dari kelompok sayap kanan Inggris.

"@Theresa_May, jangan fokus pada saya, fokus pada Terorisme Radikal Islam yang sedang berlangsung di Inggris Raya. Kami baik-baik saja!" tweet Trump pada Rabu malam.

Juru bicara May sebelumnya telah mengutuk keputusan Trump yang me-retweet video wakil pemimpin Britain First, dan sejumlah anggota parlemen meminta pemerintah Inggris membatalkan rencana Trump untuk melakukan kunjungan kenegaraan.

Dalam pernyataan darurat di House of Commons pada hari Kamis 30 November, Menteri Dalam Negeri Amber Rudd mengatakan bahwa Britain First adalah organisasi ekstremis yang menggunakan narasi kebencian untuk memicu ketegangan masyarakat.

Walau Trump telah keliru dalam mempromosikan kelompok tersebut, dia mendesak anggota parlemen untuk melihat gambaran yang lebih luas, dengan mengatakan bahwa kerja sama intelijen Inggris yang erat dengan Amerika Serikat tidak diragukan lagi telah menyelamatkan nyawa orang Inggris.

Juru bicara May juga menekankan bahwa Amerika Serikat adalah sekutu terdekat dan paling terpercaya, "Kami terus bekerja sama dalam berbagai isu penting".

Namun, dia menolak kritik Trump terhadap May, mengatakan bahwa sebagai perdana menteri dan mantan menteri dalam negeri, dia sepenuhnya fokus untuk menangani ekstremisme. (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Kontroversi Yerusalem, 4 Warga Palestina Terbunuh

Bisnisnews.id - Empat orang Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka pada hari Jumat 15 Desember dalam bentrokan dengan pasukan Israel, saat puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengakuan Washington terhadap Yerusalem . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Konflik Yerusalem Reda, AS Rencanakan Perdamaian Timur Tengah

Gedung Putih akan memperbarui upaya untuk mencapai kesepakatan damai Israel-Palestina, kata beberapa pejabat pada hari Jumat 15 Desember. Pejabat senior pemerintah mengatakan upaya untuk mendorong proses akan dihidupkan kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
AFRIKA SELATAN
ANC Pilih Pemimpin Gantikan Jacob Zuma

Bisnisnews.id - Kongres Nasional Afrika (ANC) di Afrika Selatan sedang bersiap untuk memilih pemimpin partai baru untuk menggantikan Presiden Jacob Zuma. Kandidat utamanya adalah wakil presiden saat ini, Cyril Ramaphosa, dan mantan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
PERU
Skandal Odebrecht: Presiden Kuczynski Hadapi Pemakzulan

Bisnisnews.id - Partai politik di Kongres Peru telah mengajukan sebuah mosi pemakzulan terhadap Presiden Pedro Pablo Kuczynski. Dia telah dituduh menerima pembayaran ilegal oleh perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht. Mosi yang . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
BENCANA ALAM
Badai Kai-Tak Sambangi Filipina, 3 Nelayan Hilang Puluhan Ribu Mengungsi

Bisnisnews.id - Puluhan ribu orang terdampar karena banjir dan tiga nelayan hilang Sabtu 16 Desember saat Badai Tropis Kai-Tak mengarah ke timur Filipina, kata beberapa pejabat. Badai Kai-Tak berhembus hingga 100 kilometer per . . .
Selengkapnya