Sabtu, 16 Desember 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

PELAYANAN MASKAPAI
Jumat, 01 Desember 2017 09:14 WIB

Perlakukan Penumpang Seperti Bagasi, Air Transat Didenda 228.000 Dolar


Air Transat telah didenda karena penundaan 6 jam terkait cuaca buruk tapi tidak memperlakukan layanan penumpang dengan baik (BBC)

Bisnisnews.id - Air Transat telah didenda sebesar 228.000 Dolar setelah penumpang harus menunggu di apron selama enam jam tanpa cukup makanan atau air.

Badan Transportasi Kanada mengatakan bahwa maskapai tersebut tidak menerapkan persyaratan dan ketentuannya sendiri.

Penentuan tersebut muncul setelah penyelidikan dua penerbangan Air Transat yang tertunda di Ottawa Juli lalu.

Seorang penumpang mengatakan pada penyelidikan bahwa mereka merasa seperti barang bawaan.

Badan federal tersebut mengatakan bahwa Air Transat tidak menerapkan persyaratan dan kondisi pengangkutannya sendiri karena pilot tidak mempertimbangkan saat membiarkan penumpang turun ketika tertunda melampaui 90 menit.

Penyelidikan juga menemukan bahwa maskapai tersebut tidak menjalankan kewajibannya kepada penumpang hanya karena alasan kejadian di luar kendalinya, apakah itu pengalihan penerbangan karena cuaca buruk atau tindakan pihak lain di bandara Ottawa yang memberikan kontribusi atas penundaan yang panjang.

Air Transat mengeluarkan permintaan maaf pada hari Kamis 30 November dan mengatakan akan memberi 500 dolar untuk setiap penumpang yang terkena dampak penundaan 31 Juli.

Maskapai ini menambahkan bahwa pihaknya akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mematuhi arahan badan transportasi tersebut, termasuk memastikan stafnya dilatih secara memadai dan mengubah kebijakannya saat delay di apron.

157 penumpang dari Brussels dan 507 dari Roma terdampar di apron di bandara Ottawa selama enam jam karena cuaca buruk.

Pada bulan Agustus,Badan Transportasi Kanada mengadakan penyelidikan atas insiden yang dipublikasikan secara luas.

29 penumpang akhirnya menawarkan kesaksian tentang pengalaman mereka.

Mereka menggambarkan frustrasi dan kepanikan yang semakin meningkat akibat komunikasi yang buruk dari staf maskapai penerbangan.

Penumpang mengatakan mereka terdampar tanpa AC, makanan atau air yang memadai, dan toilet.

Lebih dari satu penumpang yang bersaksi dalam audiensi publik mengatakan bahwa mereka merasa hanya dilihat sebagai barang bawaan. (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Kontroversi Yerusalem, 4 Warga Palestina Terbunuh

Bisnisnews.id - Empat orang Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka pada hari Jumat 15 Desember dalam bentrokan dengan pasukan Israel, saat puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengakuan Washington terhadap Yerusalem . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Konflik Yerusalem Reda, AS Rencanakan Perdamaian Timur Tengah

Gedung Putih akan memperbarui upaya untuk mencapai kesepakatan damai Israel-Palestina, kata beberapa pejabat pada hari Jumat 15 Desember. Pejabat senior pemerintah mengatakan upaya untuk mendorong proses akan dihidupkan kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
AFRIKA SELATAN
ANC Pilih Pemimpin Gantikan Jacob Zuma

Bisnisnews.id - Kongres Nasional Afrika (ANC) di Afrika Selatan sedang bersiap untuk memilih pemimpin partai baru untuk menggantikan Presiden Jacob Zuma. Kandidat utamanya adalah wakil presiden saat ini, Cyril Ramaphosa, dan mantan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
PERU
Skandal Odebrecht: Presiden Kuczynski Hadapi Pemakzulan

Bisnisnews.id - Partai politik di Kongres Peru telah mengajukan sebuah mosi pemakzulan terhadap Presiden Pedro Pablo Kuczynski. Dia telah dituduh menerima pembayaran ilegal oleh perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht. Mosi yang . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
BENCANA ALAM
Badai Kai-Tak Sambangi Filipina, 3 Nelayan Hilang Puluhan Ribu Mengungsi

Bisnisnews.id - Puluhan ribu orang terdampar karena banjir dan tiga nelayan hilang Sabtu 16 Desember saat Badai Tropis Kai-Tak mengarah ke timur Filipina, kata beberapa pejabat. Badai Kai-Tak berhembus hingga 100 kilometer per . . .
Selengkapnya