Rabu, 21 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

PELAYANAN MASKAPAI
Jumat, 01 Desember 2017 09:14 WIB

Perlakukan Penumpang Seperti Bagasi, Air Transat Didenda 228.000 Dolar


Air Transat telah didenda karena penundaan 6 jam terkait cuaca buruk tapi tidak memperlakukan layanan penumpang dengan baik (BBC)

Bisnisnews.id - Air Transat telah didenda sebesar 228.000 Dolar setelah penumpang harus menunggu di apron selama enam jam tanpa cukup makanan atau air.

Badan Transportasi Kanada mengatakan bahwa maskapai tersebut tidak menerapkan persyaratan dan ketentuannya sendiri.

Penentuan tersebut muncul setelah penyelidikan dua penerbangan Air Transat yang tertunda di Ottawa Juli lalu.

Seorang penumpang mengatakan pada penyelidikan bahwa mereka merasa seperti barang bawaan.

Badan federal tersebut mengatakan bahwa Air Transat tidak menerapkan persyaratan dan kondisi pengangkutannya sendiri karena pilot tidak mempertimbangkan saat membiarkan penumpang turun ketika tertunda melampaui 90 menit.

Penyelidikan juga menemukan bahwa maskapai tersebut tidak menjalankan kewajibannya kepada penumpang hanya karena alasan kejadian di luar kendalinya, apakah itu pengalihan penerbangan karena cuaca buruk atau tindakan pihak lain di bandara Ottawa yang memberikan kontribusi atas penundaan yang panjang.

Air Transat mengeluarkan permintaan maaf pada hari Kamis 30 November dan mengatakan akan memberi 500 dolar untuk setiap penumpang yang terkena dampak penundaan 31 Juli.

Maskapai ini menambahkan bahwa pihaknya akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mematuhi arahan badan transportasi tersebut, termasuk memastikan stafnya dilatih secara memadai dan mengubah kebijakannya saat delay di apron.

157 penumpang dari Brussels dan 507 dari Roma terdampar di apron di bandara Ottawa selama enam jam karena cuaca buruk.

Pada bulan Agustus,Badan Transportasi Kanada mengadakan penyelidikan atas insiden yang dipublikasikan secara luas.

29 penumpang akhirnya menawarkan kesaksian tentang pengalaman mereka.

Mereka menggambarkan frustrasi dan kepanikan yang semakin meningkat akibat komunikasi yang buruk dari staf maskapai penerbangan.

Penumpang mengatakan mereka terdampar tanpa AC, makanan atau air yang memadai, dan toilet.

Lebih dari satu penumpang yang bersaksi dalam audiensi publik mengatakan bahwa mereka merasa hanya dilihat sebagai barang bawaan. (marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Rabu, 21 Februari 2018
STRATEGI BUMN
AP I Bebaskan Biaya Pendaratan dan Potongan 50 Persen, Berikut Penjelasannya ....

Bisnisnaws.id -  PT. Angkasa Pura I  tahun ini akan mengusung tiga  program pemasaran strategis dan kegiatan terkait customer relationship management.  Berupa insentif untuk maskapai, Collaborative Destination . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
SIDANG IMO
Selat Sunda dan Lombok Masuk Skejul Sidang NCSR - IMO

Bisnisnews.id - Selat Sunda dan Selat Lombok masuk skejul pembahasan dalam Sidang Sub-Committee on Navigation, Communication, Search & Rescue (NCSR) ke-5 di Markas Besar International Maritime Organization (IMO) pada 19 -  . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
INVESTASI
Pelindo IV Datangkan Dua Fix Crane ke Pelabuhan Merauke

Bisnisnews.id  -  PT Pelabuhan Indonesia IV datangkan dua unit Fix Crane untuk ditempatkan di Pelabuhan Merauke. Dua alat berat baru itu dijadwalkan sudah bisa dioperasikan pada minggu ke dua Maret 2018. Perangkat asal . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
LOGISTIK
Pemerintah Serahkan Enam Trayek Tol Laut Kepada PT Pelni

Bisnisnews.id - Pemerintah memberikan enam trayek tol laut dan kapal angkutan ternak rute Nusa Tenggara Timur (NTT) -  Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta kepada PT Pelni untuk tahun anggaran 2018. Barang prioritas pertama yang . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
KECELAKAAN KERJA
Seluruh Proyek Konstruksi Layang Dihentikan, Inilah Alasannya ....

Bisnisnews.id -  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hentikan sementara seluruh proyek infrastruktur berat di atas permukaan atau melayang, memyusul ambruknya lengan gelagar tiang tumpuan (pier head) di . . .
Selengkapnya