Jumat, 22 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Berita

OPINI
Sabtu, 02 Desember 2017 00:32 WIB

China Transformasi Bisnis Truk


Merger 2 perusahaan aplikasi baru-baru ini bisa memicu sebuah revolusi dalam mengangkut barang. (Bloomberg)

Bisnisnews.id - Industri truk adalah industri yang sering dianggap kotor, kurang teknologi dan tidak efisien. Bahkan saat China merangkul aplikasi transportasi online, pengiriman via drone, membangun jaringan bandara dan rel berkecepatan tinggi, tetap masih bergantung pada truk jarak jauh untuk membawa 80 persen muatannya.

Namun dengan perkiraan nilai pasar sebesar 750 miliar dolar, teknologi telah mengubahnya. Pekan ini, dua aplikasi terbesar di China membuat layanan seperti Uber dengan para pengemudi truk dan pemilik kargo sepakat bergabung. Hal ini diharapkan mengurangi penundaan, mengurangi polusi dan memperbaiki kehidupan bagi 30 juta pengemudi truk di China. Ini juga bisa menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem transportasi baru revolusioner.

Kondisi tahun-tahun awal transformasi ekonomi China dan keputusan pemerintah untuk membubarkan monopoli truk milik negara membuat jutaan pengusaha membeli truk dan memacetkan jalan. Pada 2012, ada 9 juta perusahaan angkutan truk di China, 6 juta di antaranya hanya memiliki satu truk.

Bagi pengemudi ini, menemukan angkutan kargo masih menjadi perjuangan. Biasanya, mereka berafiliasi dengan perusahaan yang lebih besar atau mampir ke pasar barang di mana pekerjaan angkutan ditulis di papan oleh pialang kecil. Menemukan kargo menguntungkan bisa berjam-jam dan melibatkan negosiasi yang menyakitkan. Kemudian pengemudi harus menghadapi lalu lintas padat China untuk mengambil barangnya, menghabiskan berjam-jam menunggu sampai barang itu dimuat, lalu berangkat lagi.

Ketidakefisienan ini menghabiskan biaya tinggi. Sebuah truk yang tidak mengangkut kargo kehilangan uang, 40 persen waktu terbuang dan polusi dalam jumlah besar. Perusahaan Uber-for-Trucking terbesar di China, Truck Alliance Inc., juga dikenal sebagai Huochebang, mengatakan bahwa sistem pengirimannya menghemat biaya lebih dari 9 miliar dolar atas bahan bakar pada tahun 2016, dan mengurangi lebih dari 33 juta ton emisi karbon.

Tapi mungkin biaya terbesar dari semua truk kosong adalah ekonomi. Sektor truk China dikombinasikan dengan jalan tol mahal adalah alasan utama mengapa produk ini menyumbangkan 14,9 persen PDB terhadap biaya logistik pada tahun 2016, menempati peringkat 27 di Indeks Kinerja Logistik Bank Dunia, sedangkan di AS hanya 7,5 persen dari PDB.

Memperbaiki angka-angka tersebut merupakan prioritas utama pemerintah China, dan merger Huochebang minggu ini dengan Yunmanman, saingannya seharusnya bisa membantu mencocokkan pengemudi dengan muatan jauh lebih efisien dan dalam skala besar. Pada bulan Juli, Huochebang bekerja sama dengan 4,5 juta kendaraan terdaftar dan 880.000 pemilik kargo.

Tapi merger juga menghasilkan tujuan yang jauh lebih luas yaitu pengembangan "internet kendaraan." Idenya adalah agar setiap kendaraan di jalan China melaporkan lokasinya dan, pada gilirannya, menerima data yang berkaitan dengan lokasi kendaraan lain, sehingga mengurangi kemacetan, meningkatkan keamanan dan memperlancar rantai pasokan.

Ini adalah langkah penting yang direncanakan secara terpusat dalam nantinya pengembangan mobil yang bisa mengemudikan sendiri. Pengembangan tidak akan berhasil jika jalan raya China macet dengan jutaan pengemudi truk independen.

Merger minggu ini memecahkan banyak masalah itu. Menciptakan sebuah perusahaan dengan skala untuk merasionalisasi industri yang tidak efisien dan sering kacau. Pemerintah mendapat agen pengiriman terkomputerisasi yang dapat diintegrasikan ke dalam rencana yang lebih luas.

Dan ini mungkin merupakan langkah awal untuk menciptakan jaringan transportasi nasional transformatif, yang bisa mendorong truk-truk China yang bergerak cepat ke masa depan. (Adam Minter / aminter@bloomberg.net)

Baca Juga

 

Nasional  -  Jumat, 22 Juni 2018
TRAGEDI DANAU TOBA
Berikut Pernyataan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan

Bisnisnews.id  - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjajtan ikut bersuara  pada musibah  tenggelamnya KM Sinar Bangun di kawasan Danau Toba pada hari Senin 18 Juni 2018 lalu yang diduga menenggelamkan puluhan bahkan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 22 Juni 2018
PIALA DUNIA 2018
Empat Tim Melenggang di 16 Besar, Argentina Keok ....

Bisnisnews.id - Laga Piala Dunia  2018 makin meruncing, empat  tim  dinyatakan lolos ke babak 16 besar,  disaat  yang lainnya masih sibuk dengan perjuangan keras di babak penyisihan untuk memperebutkan . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 22 Juni 2018
RAMALAN CUACA
Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Jakarta

Bisnisnews.id - Waspada,  hujan sedang hingga lebat pada sejumlah titik di Jakarta  hari ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  dalam laman resmjnya hujan diperkkrakan terjadi pada siang hari. . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 22 Juni 2018
WTA FUTURE STARS KIDS
Yayuk Basuki Kenalkan Tenis ke Anak-anak Bali

Bisnisnews.id - Menyusul keberhasilan klinik dan masterclass di Jakarta selama beberapa tahun terakhir, WTA Future Stars memperluas jangkauannya di Indonesia dengan mengunjungi Pulau Bali, bersama dengan legenda hidup tenis Merah . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 22 Juni 2018
PIALA DUNIA 2018
Messi Terancam Angkat Koper dari Russia

Bisnisnews.id - Argentina terancam angkat koper dari Piala Dunia 2018. Hal tersebut menyusul kekalahan pahit saat menghadapi Kroasia dengan skor besar 0-3 pada lanjutan pertandingan Grup D di Stadion Nizhny Novgorod, Jumat (22/6/2018).   Berstatus . . .
Selengkapnya