Sabtu, 16 Desember 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Berita

BONGKAR MUAT
Minggu, 03 Desember 2017 20:23 WIB

Pelindo IV Akan Menambah Sejumlah Alat Berat



Bisnisnews.id -  PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) berencana, tahun 2018 penambah sejumlah alat berat, seperti Container Crane (CC) dan Chasis.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnisnews.id Minggu (3/11/2017) mengatakan, perangkat  itu disiapkan untuk lebih memacu produktivitas bongkar muat barang di sejumlah pelabuhan yang kelolaan. Terutama Pelabuhan Makassar sebagai barometer kinerja layanan bingkar muat di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

"Saat ini selain Pelabuhan Makassar, ada beberapa pelabuhan yang kelolaan Pelindo IV telah menjadi pelabuhan cukup sibuk untuk kegiatan bongkar muat barang, misalnya Pelabuhan Pantoloan, Fak-fak dan Manokwari," kata Doso Agung, saat melakukan Video Conference dengan 25 General Manager (GM) Cabang Pelindo IV.

Video conference tersebut dilakukan untuk mengevaluasi peningkatan pelayanan masing-masing cabang, sekaligus mengetahui permasalahan masing-masing cabang dan memberikan solusi atas masalah yang terjadi kepada masing-masing GM.

Di antara permasalahan yang dikemukakan adalah, terkait lahan penumpukan petikemas di Pelabuhan Manokwari yang mulai padat seiring program Tol Laut dan transhipment kapal.

Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelindo IV, Farid Padang menuturkan bahwa tahun depan BUMN pengelola jasa kepelabuhanan ini sudah menjadwalkan sejumlah investasi alat baru, seperti CC, chasis dan forklift yang akan ditempatkan di beberapa pelabuhan yang produktivitas bongkar muat barang cukup tinggi.

"Tahun depan kami [Pelindo IV] akan investasi alat baru. Tentunya hal [investasi] itu untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat barang, agar penumpukan petikemas tidak terlalu padat di beberapa pelabuhan yang cukup sibuk, seperti Pelabuhan Makassar, Manokwari, Pantoloan dan beberapa pelabuhan lainnya," tutur Farid.

Menurutnya, dalam rangka transformasi pelabuhan konvensional menjadi pelabuhan petikemas, diperlukan kelengkapan suprastruktur untuk meningkatkan produktivitas, utamanya pada Pelabuhan Ternate, Sorong, Ambon, Pantoloan dan Kendari serta Pelabuhan Gorontalo dan Manokwari.

Namun ditambahkan Doso Agung, penambahan alat tersebut sebaiknya juga diikuti dengan inventarisir jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. “Selain itu juga, sudah harus disosialisasikan soal kenaikan tarif, berikut sosialisasi terkait dermaga multipurpose yang akan menjadi Terminal Curah Kering seiring kedatangan alat baru nanti, utamanya untuk di Pelabuhan Fak-fak," tegas Dirut Pelindo IV. (Syam S)

Baca Juga

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Kontroversi Yerusalem, 4 Warga Palestina Terbunuh

Bisnisnews.id - Empat orang Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka pada hari Jumat 15 Desember dalam bentrokan dengan pasukan Israel, saat puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengakuan Washington terhadap Yerusalem . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Konflik Yerusalem Reda, AS Rencanakan Perdamaian Timur Tengah

Gedung Putih akan memperbarui upaya untuk mencapai kesepakatan damai Israel-Palestina, kata beberapa pejabat pada hari Jumat 15 Desember. Pejabat senior pemerintah mengatakan upaya untuk mendorong proses akan dihidupkan kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
AFRIKA SELATAN
ANC Pilih Pemimpin Gantikan Jacob Zuma

Bisnisnews.id - Kongres Nasional Afrika (ANC) di Afrika Selatan sedang bersiap untuk memilih pemimpin partai baru untuk menggantikan Presiden Jacob Zuma. Kandidat utamanya adalah wakil presiden saat ini, Cyril Ramaphosa, dan mantan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
PERU
Skandal Odebrecht: Presiden Kuczynski Hadapi Pemakzulan

Bisnisnews.id - Partai politik di Kongres Peru telah mengajukan sebuah mosi pemakzulan terhadap Presiden Pedro Pablo Kuczynski. Dia telah dituduh menerima pembayaran ilegal oleh perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht. Mosi yang . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
BENCANA ALAM
Badai Kai-Tak Sambangi Filipina, 3 Nelayan Hilang Puluhan Ribu Mengungsi

Bisnisnews.id - Puluhan ribu orang terdampar karena banjir dan tiga nelayan hilang Sabtu 16 Desember saat Badai Tropis Kai-Tak mengarah ke timur Filipina, kata beberapa pejabat. Badai Kai-Tak berhembus hingga 100 kilometer per . . .
Selengkapnya