Rabu, 21 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Berita

BONGKAR MUAT
Minggu, 03 Desember 2017 20:23 WIB

Pelindo IV Akan Menambah Sejumlah Alat Berat



Bisnisnews.id -  PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) berencana, tahun 2018 penambah sejumlah alat berat, seperti Container Crane (CC) dan Chasis.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnisnews.id Minggu (3/11/2017) mengatakan, perangkat  itu disiapkan untuk lebih memacu produktivitas bongkar muat barang di sejumlah pelabuhan yang kelolaan. Terutama Pelabuhan Makassar sebagai barometer kinerja layanan bingkar muat di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

"Saat ini selain Pelabuhan Makassar, ada beberapa pelabuhan yang kelolaan Pelindo IV telah menjadi pelabuhan cukup sibuk untuk kegiatan bongkar muat barang, misalnya Pelabuhan Pantoloan, Fak-fak dan Manokwari," kata Doso Agung, saat melakukan Video Conference dengan 25 General Manager (GM) Cabang Pelindo IV.

Video conference tersebut dilakukan untuk mengevaluasi peningkatan pelayanan masing-masing cabang, sekaligus mengetahui permasalahan masing-masing cabang dan memberikan solusi atas masalah yang terjadi kepada masing-masing GM.

Di antara permasalahan yang dikemukakan adalah, terkait lahan penumpukan petikemas di Pelabuhan Manokwari yang mulai padat seiring program Tol Laut dan transhipment kapal.

Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelindo IV, Farid Padang menuturkan bahwa tahun depan BUMN pengelola jasa kepelabuhanan ini sudah menjadwalkan sejumlah investasi alat baru, seperti CC, chasis dan forklift yang akan ditempatkan di beberapa pelabuhan yang produktivitas bongkar muat barang cukup tinggi.

"Tahun depan kami [Pelindo IV] akan investasi alat baru. Tentunya hal [investasi] itu untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat barang, agar penumpukan petikemas tidak terlalu padat di beberapa pelabuhan yang cukup sibuk, seperti Pelabuhan Makassar, Manokwari, Pantoloan dan beberapa pelabuhan lainnya," tutur Farid.

Menurutnya, dalam rangka transformasi pelabuhan konvensional menjadi pelabuhan petikemas, diperlukan kelengkapan suprastruktur untuk meningkatkan produktivitas, utamanya pada Pelabuhan Ternate, Sorong, Ambon, Pantoloan dan Kendari serta Pelabuhan Gorontalo dan Manokwari.

Namun ditambahkan Doso Agung, penambahan alat tersebut sebaiknya juga diikuti dengan inventarisir jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. “Selain itu juga, sudah harus disosialisasikan soal kenaikan tarif, berikut sosialisasi terkait dermaga multipurpose yang akan menjadi Terminal Curah Kering seiring kedatangan alat baru nanti, utamanya untuk di Pelabuhan Fak-fak," tegas Dirut Pelindo IV. (Syam S)

Baca Juga

 

Industri  -  Rabu, 21 Februari 2018
STRATEGI BUMN
AP I Bebaskan Biaya Pendaratan dan Potongan 50 Persen, Berikut Penjelasannya ....

Bisnisnaws.id -  PT. Angkasa Pura I  tahun ini akan mengusung tiga  program pemasaran strategis dan kegiatan terkait customer relationship management.  Berupa insentif untuk maskapai, Collaborative Destination . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
SIDANG IMO
Selat Sunda dan Lombok Masuk Skejul Sidang NCSR - IMO

Bisnisnews.id - Selat Sunda dan Selat Lombok masuk skejul pembahasan dalam Sidang Sub-Committee on Navigation, Communication, Search & Rescue (NCSR) ke-5 di Markas Besar International Maritime Organization (IMO) pada 19 -  . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
INVESTASI
Pelindo IV Datangkan Dua Fix Crane ke Pelabuhan Merauke

Bisnisnews.id  -  PT Pelabuhan Indonesia IV datangkan dua unit Fix Crane untuk ditempatkan di Pelabuhan Merauke. Dua alat berat baru itu dijadwalkan sudah bisa dioperasikan pada minggu ke dua Maret 2018. Perangkat asal . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
LOGISTIK
Pemerintah Serahkan Enam Trayek Tol Laut Kepada PT Pelni

Bisnisnews.id - Pemerintah memberikan enam trayek tol laut dan kapal angkutan ternak rute Nusa Tenggara Timur (NTT) -  Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta kepada PT Pelni untuk tahun anggaran 2018. Barang prioritas pertama yang . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 20 Februari 2018
KECELAKAAN KERJA
Seluruh Proyek Konstruksi Layang Dihentikan, Inilah Alasannya ....

Bisnisnews.id -  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hentikan sementara seluruh proyek infrastruktur berat di atas permukaan atau melayang, memyusul ambruknya lengan gelagar tiang tumpuan (pier head) di . . .
Selengkapnya