Minggu, 20 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Gaya Hidup / Berita

MEDSOS
Senin, 04 Desember 2017 21:41 WIB

Orang Tua Bisa Kontrol, Facebook Luncurkan Aplikasi Chat Anak



Bisnisnews.id - Facebook pada hari Senin 4 Desember meluncurkan aplikasi Messenger untuk anak-anak, yang ditujukan untuk memungkinkan anak-anak berusia di bawah 12 di bawah pengawasan orang tua.

Messenger Kids sedang diluncurkan untuk perangkat mobile Apple IOS di Amerika Serikat dalam uji coba video chat tersendiri dan aplikasi pesan.

Manajer produk Loren Cheng mengatakan bahwa jaringan sosial tersebut menawarkan Messenger Kids karena ada kebutuhan akan aplikasi pesan yang memungkinkan anak-anak terhubung dengan orang yang mereka cintai tetapi juga memiliki tingkat kontrol yang diinginkan orang tua.

Facebook mengatakan bahwa aplikasi baru tanpa iklan atau pembelian ini ditujukan pada anak usia 6 sampai 12 tahun yang memungkinkan orang tua untuk mengontrol daftar kontak dan tidak mengizinkan anak-anak untuk terhubung dengan orang lain yang mereka tidak setujui.

Raksasa media sosial ini menambahkan bahwa aplikasi ini dirancang karena banyak anak-anak yang online tanpa perlindungan.

"Banyak dari kita di Facebook adalah orang tua sendiri, dan sepertinya kita tidak sendiri saat menyadari bahwa anak-anak kita online sejak awal dan sebelumnya," sebuah pernyataan Facebook dikutip dari AFP.

Penelitian menunjukkan bahwa 93 persen anak usia 6 sampai 12 tahun di AS memiliki akses ke tablet atau smartphone, dan dua pertiga memiliki smartphone atau tablet mereka sendiri.

"Kami ingin membantu memastikan pengalaman anak-anak kita saat menggunakan teknologi yang bersifat positif, aman, dan sesuai usia, dan kami percaya bahwa mengajar anak-anak menggunakan teknologi dengan cara positif akan membawa pengalaman yang lebih baik nantinya saat mereka tumbuh," kata perusahaan tersebut.

Aturan Facebook mewajibkan anak-anak setidaknya 13 tahun untuk membuat akun, namun banyak yang mengelabuhi pembatasan tersebut.

Cheng mengatakan Facebook melakukan penelitiannya sendiri dan bekerja dengan lebih dari selusin pakar penasihat dalam membangun aplikasi tersebut.

Dia menambahkan bahwa data anak-anak tidak akan digunakan untuk profil iklan dan aplikasi tersebut sesuai dengan Undang-Undang Privasi dan Perlindungan Online Anak-Anak (COPPA).

"Kami telah bekerja secara ekstensif dengan orang tua dan keluarga untuk membentuk Messenger Kids dan kami menantikan pembelajaran dan mendengarkan karena lebih banyak anak dan keluarga mulai menggunakan pratinjau iOS," kata Cheng. (marloft)

Baca Juga

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
INAPGOC
Asian Para Games 2018 Berjalan Aman

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengingatkan Ketua Umum Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC),  Raja Sapta  Oktohari  terkait persiapan keamanan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 20 Mei 2018
KESELAMATAN PENERBANGAN
Runway Bandara Juanda Surabaya Amblas , puluhan Penerbangan Terganggu

Bisnisnews.id - Maskapai Lion Air mengumumkan, pelayanan penerbangan dari bandara Juanda Surabaya kembali normal setelah fasilitas landas pacu (runway) dinyatakan aman (safety) untuk proses lepas landas (take off) dan mendarat . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
ASIAN PARA GAMES 2018
Menpora Apresiasi Kerja Keras INAPGOC

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan apresiasi kepada Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC). yang sejak tahun lalu telah menunjukan progress yang menggembirakan. . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
RESOLUSI PBB
AS dan Australia Menolak Penyelidikan Kejahatam Perang Israel Terhadap Palestina

Bisnisnews.id  -  Amerika Serikat  dan Australia menolak dlakukannya resolusi untuk mengirim tim investigasi  menyelididki pelanggaran yang dilakukan Israel di Palestina, khusunya Jalur Gaza. Rapat Dewan Khusus . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
SIDANG OKI
Wapres Jusuf Kalla Desak Hamas dan Fatah Bersatu dan Kompak

Bisnisnews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Hamas dan Fatah bersatu dan mennyelesaikan konflik internal. Dengaan demikian, dukungan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) secara diplomatis akan semakin memperkuat . . .
Selengkapnya