Sabtu, 16 Desember 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Gaya Hidup / Berita

MEDSOS
Senin, 04 Desember 2017 21:41 WIB

Orang Tua Bisa Kontrol, Facebook Luncurkan Aplikasi Chat Anak



Bisnisnews.id - Facebook pada hari Senin 4 Desember meluncurkan aplikasi Messenger untuk anak-anak, yang ditujukan untuk memungkinkan anak-anak berusia di bawah 12 di bawah pengawasan orang tua.

Messenger Kids sedang diluncurkan untuk perangkat mobile Apple IOS di Amerika Serikat dalam uji coba video chat tersendiri dan aplikasi pesan.

Manajer produk Loren Cheng mengatakan bahwa jaringan sosial tersebut menawarkan Messenger Kids karena ada kebutuhan akan aplikasi pesan yang memungkinkan anak-anak terhubung dengan orang yang mereka cintai tetapi juga memiliki tingkat kontrol yang diinginkan orang tua.

Facebook mengatakan bahwa aplikasi baru tanpa iklan atau pembelian ini ditujukan pada anak usia 6 sampai 12 tahun yang memungkinkan orang tua untuk mengontrol daftar kontak dan tidak mengizinkan anak-anak untuk terhubung dengan orang lain yang mereka tidak setujui.

Raksasa media sosial ini menambahkan bahwa aplikasi ini dirancang karena banyak anak-anak yang online tanpa perlindungan.

"Banyak dari kita di Facebook adalah orang tua sendiri, dan sepertinya kita tidak sendiri saat menyadari bahwa anak-anak kita online sejak awal dan sebelumnya," sebuah pernyataan Facebook dikutip dari AFP.

Penelitian menunjukkan bahwa 93 persen anak usia 6 sampai 12 tahun di AS memiliki akses ke tablet atau smartphone, dan dua pertiga memiliki smartphone atau tablet mereka sendiri.

"Kami ingin membantu memastikan pengalaman anak-anak kita saat menggunakan teknologi yang bersifat positif, aman, dan sesuai usia, dan kami percaya bahwa mengajar anak-anak menggunakan teknologi dengan cara positif akan membawa pengalaman yang lebih baik nantinya saat mereka tumbuh," kata perusahaan tersebut.

Aturan Facebook mewajibkan anak-anak setidaknya 13 tahun untuk membuat akun, namun banyak yang mengelabuhi pembatasan tersebut.

Cheng mengatakan Facebook melakukan penelitiannya sendiri dan bekerja dengan lebih dari selusin pakar penasihat dalam membangun aplikasi tersebut.

Dia menambahkan bahwa data anak-anak tidak akan digunakan untuk profil iklan dan aplikasi tersebut sesuai dengan Undang-Undang Privasi dan Perlindungan Online Anak-Anak (COPPA).

"Kami telah bekerja secara ekstensif dengan orang tua dan keluarga untuk membentuk Messenger Kids dan kami menantikan pembelajaran dan mendengarkan karena lebih banyak anak dan keluarga mulai menggunakan pratinjau iOS," kata Cheng. (marloft)

Baca Juga

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Kontroversi Yerusalem, 4 Warga Palestina Terbunuh

Bisnisnews.id - Empat orang Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka pada hari Jumat 15 Desember dalam bentrokan dengan pasukan Israel, saat puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengakuan Washington terhadap Yerusalem . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Konflik Yerusalem Reda, AS Rencanakan Perdamaian Timur Tengah

Gedung Putih akan memperbarui upaya untuk mencapai kesepakatan damai Israel-Palestina, kata beberapa pejabat pada hari Jumat 15 Desember. Pejabat senior pemerintah mengatakan upaya untuk mendorong proses akan dihidupkan kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
AFRIKA SELATAN
ANC Pilih Pemimpin Gantikan Jacob Zuma

Bisnisnews.id - Kongres Nasional Afrika (ANC) di Afrika Selatan sedang bersiap untuk memilih pemimpin partai baru untuk menggantikan Presiden Jacob Zuma. Kandidat utamanya adalah wakil presiden saat ini, Cyril Ramaphosa, dan mantan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
PERU
Skandal Odebrecht: Presiden Kuczynski Hadapi Pemakzulan

Bisnisnews.id - Partai politik di Kongres Peru telah mengajukan sebuah mosi pemakzulan terhadap Presiden Pedro Pablo Kuczynski. Dia telah dituduh menerima pembayaran ilegal oleh perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht. Mosi yang . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
BENCANA ALAM
Badai Kai-Tak Sambangi Filipina, 3 Nelayan Hilang Puluhan Ribu Mengungsi

Bisnisnews.id - Puluhan ribu orang terdampar karena banjir dan tiga nelayan hilang Sabtu 16 Desember saat Badai Tropis Kai-Tak mengarah ke timur Filipina, kata beberapa pejabat. Badai Kai-Tak berhembus hingga 100 kilometer per . . .
Selengkapnya