Sabtu, 16 Desember 2017

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KECAMAN
Kamis, 07 Desember 2017 12:34 WIB

Indonesia Kutuk Pengakuan Amerika, Soal Yerusalem Ibu Kota Israel


Israel merebut sebagian besar wilayah timur Arab Yerusalem selama Perang Enam Hari, mengklaim seluruh kota sebagai abadi dan tak terbagi, namun Palestina menginginkan sektor timur sebagai ibukota negara Palestina (AFP)


Bisnisnews.id - Buntut pengakuan Presiden Amerika Donald Trump, Yerusalem sebagai sebagai ibu kota Israel mendapat kecaman keras sejumlah negara. Indonesia mengutuk pengakuan sepihak Amerika tersebut.

Kecaman serupa juga disampaikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guteres, Paus Fransiskus, China, Uni Eropa, bahkan negara-negara sekutu AS.

Presiden Joko Widodo menegaskan, agar Amerika mempertimbangkan kembali keputusan sepihak tersebut. Sebab, yang lakukan Amerika itu dapat menggangu kebijakan majelis umum PBB dan mengguncang stabilitas keamanan dunia.

Kata Presiden, rakyat Indonesia tetap konsisten berdiri bersama rakyat Palestina mendukung kemerdekaan. "Rakyat Indonesia tetap konsisten untuk tetap bersama rakyat Palestina mempertahankan haknya seperti dalam UUD 1945," tegas Jokowi, Kamis (7/12/2017).

Indonesia, lanjut Presiden Joko Widodo dalam beberapa hari ini telah melakukan diskusi dengan sejumlah negara-negara anggpta OKI untuk membahas masalah itu dalam sidang khusus.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu RI), Retno Marsudi meminta Amerika Serikat lebih memahami arti dari demokrasi itu sendiri.

Baca juga: Trump Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

"Sebagai negara demokrasi Amerika Serikat harus tahu apa itu demokrasi," jelas Menlu Retno saat menyampaikan sambutaanya di acara Bali Demokrasi Forum (BDF), di ICE Tangerang, Banten, Kamis (7/12/2017).

Hukum dalam negara demokrasi adalah panglima tertinggi dan itu harus dihormati. Penunjukan dan oengakuan yang dilakukan Amerika tidak menghormati resolusi

Seperti diketahui, pada Rabu (6/12/2017) pukul 13.00 waktu setempat, Trump telah mengumumkan secara resmi pengakuan Amerika terhadap Yerusalem sebagai wilayah Israel, dan akan memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Trump menyebut pengakuan Yerusalem sebagai milik Israel tidak lain sebagai pengungkapan fakta sebagaimana mestinya. Padahal, Palestina akan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota saat benar-benar merdeka karena wilayah tersebut masih dicaplok Israel. (Syam S)

Baca Juga

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Kontroversi Yerusalem, 4 Warga Palestina Terbunuh

Bisnisnews.id - Empat orang Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka pada hari Jumat 15 Desember dalam bentrokan dengan pasukan Israel, saat puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang pengakuan Washington terhadap Yerusalem . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
KECAMAN UNIVERSAL
Konflik Yerusalem Reda, AS Rencanakan Perdamaian Timur Tengah

Gedung Putih akan memperbarui upaya untuk mencapai kesepakatan damai Israel-Palestina, kata beberapa pejabat pada hari Jumat 15 Desember. Pejabat senior pemerintah mengatakan upaya untuk mendorong proses akan dihidupkan kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
AFRIKA SELATAN
ANC Pilih Pemimpin Gantikan Jacob Zuma

Bisnisnews.id - Kongres Nasional Afrika (ANC) di Afrika Selatan sedang bersiap untuk memilih pemimpin partai baru untuk menggantikan Presiden Jacob Zuma. Kandidat utamanya adalah wakil presiden saat ini, Cyril Ramaphosa, dan mantan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
PERU
Skandal Odebrecht: Presiden Kuczynski Hadapi Pemakzulan

Bisnisnews.id - Partai politik di Kongres Peru telah mengajukan sebuah mosi pemakzulan terhadap Presiden Pedro Pablo Kuczynski. Dia telah dituduh menerima pembayaran ilegal oleh perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht. Mosi yang . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 16 Desember 2017
BENCANA ALAM
Badai Kai-Tak Sambangi Filipina, 3 Nelayan Hilang Puluhan Ribu Mengungsi

Bisnisnews.id - Puluhan ribu orang terdampar karena banjir dan tiga nelayan hilang Sabtu 16 Desember saat Badai Tropis Kai-Tak mengarah ke timur Filipina, kata beberapa pejabat. Badai Kai-Tak berhembus hingga 100 kilometer per . . .
Selengkapnya