Jumat, 23 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KECAMAN
Kamis, 07 Desember 2017 12:34 WIB

Indonesia Kutuk Pengakuan Amerika, Soal Yerusalem Ibu Kota Israel


Israel merebut sebagian besar wilayah timur Arab Yerusalem selama Perang Enam Hari, mengklaim seluruh kota sebagai abadi dan tak terbagi, namun Palestina menginginkan sektor timur sebagai ibukota negara Palestina (AFP)


Bisnisnews.id - Buntut pengakuan Presiden Amerika Donald Trump, Yerusalem sebagai sebagai ibu kota Israel mendapat kecaman keras sejumlah negara. Indonesia mengutuk pengakuan sepihak Amerika tersebut.

Kecaman serupa juga disampaikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guteres, Paus Fransiskus, China, Uni Eropa, bahkan negara-negara sekutu AS.

Presiden Joko Widodo menegaskan, agar Amerika mempertimbangkan kembali keputusan sepihak tersebut. Sebab, yang lakukan Amerika itu dapat menggangu kebijakan majelis umum PBB dan mengguncang stabilitas keamanan dunia.

Kata Presiden, rakyat Indonesia tetap konsisten berdiri bersama rakyat Palestina mendukung kemerdekaan. "Rakyat Indonesia tetap konsisten untuk tetap bersama rakyat Palestina mempertahankan haknya seperti dalam UUD 1945," tegas Jokowi, Kamis (7/12/2017).

Indonesia, lanjut Presiden Joko Widodo dalam beberapa hari ini telah melakukan diskusi dengan sejumlah negara-negara anggpta OKI untuk membahas masalah itu dalam sidang khusus.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu RI), Retno Marsudi meminta Amerika Serikat lebih memahami arti dari demokrasi itu sendiri.

Baca juga: Trump Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

"Sebagai negara demokrasi Amerika Serikat harus tahu apa itu demokrasi," jelas Menlu Retno saat menyampaikan sambutaanya di acara Bali Demokrasi Forum (BDF), di ICE Tangerang, Banten, Kamis (7/12/2017).

Hukum dalam negara demokrasi adalah panglima tertinggi dan itu harus dihormati. Penunjukan dan oengakuan yang dilakukan Amerika tidak menghormati resolusi

Seperti diketahui, pada Rabu (6/12/2017) pukul 13.00 waktu setempat, Trump telah mengumumkan secara resmi pengakuan Amerika terhadap Yerusalem sebagai wilayah Israel, dan akan memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Trump menyebut pengakuan Yerusalem sebagai milik Israel tidak lain sebagai pengungkapan fakta sebagaimana mestinya. Padahal, Palestina akan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota saat benar-benar merdeka karena wilayah tersebut masih dicaplok Israel. (Syam S)

Baca Juga

 

Internasional  -  Jumat, 23 Februari 2018
INDEKS KORUPSI
Peringkat 96, Indonesia Masih Masuk Kategori Negara Korup

Bisnisnews.id - Transparency International merilis Indeks Persepsi Korupsi 2017  dan hasil penemuannya adalah sebagian besar negara di dunia hanya membuat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam mengakhiri korupsi. Indonesia . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 23 Februari 2018
EXPO
Kemenpora Pamerkan Industri Olahraga di Kemenkeu

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ikut berpatisipasi pada Pameran Capain Kinerja Kementerian dan Lembaga yang di gelar di Kantor Kementeria Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (22/2/2018). Pada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
Jurgen Klopp Ingin Kembali ke Era Bill Shankly

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan, klub yang dilatihnya tersebut sarat akan sejarah yang besar dan pelatih-pelatih hebat di masa lampau salah satunya, Klopp menyebut Liverpool era Bill Shankly sebagai . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
KLUB BOLA
AC Milan Bangkrut, Bos Asal Tiongkok Yonghong Li Teriak

Bisnisnews.id – Pemilik AC Milan Yonghong Li akhirnya buka suara dan membantah semua kabar yang menyebutkan bahwa dirinya mengalami masalah finansial dan jatuh bangkrut, Rabu (22/2/2010). Sebelumnya, keuangan Li disebut  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 22 Februari 2018
ASIAN GAMES
Asian Games 2018 Akan Diliput 2000 Wartawan

Bisnisnews.id – Buka hanya ribuan atlet dan ofisial yang bakal menyerbu Palembang, tapi awak media juga akan membanjiri Bumi Sriwijaya guna meliput perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Diperkirakan 2.000 wartawan akan . . .
Selengkapnya