Rabu, 24 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Politik / Berita

YERUSALEM
Selasa, 12 Desember 2017 10:32 WIB

Demo Anti Trump, Harus Jaga Ketertiban



 Bisnisnews.id - Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP) Din Syamsuddin mengingatkan, aksi protes terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, jangan sampai mengganggu kepentingan umum.

Syamsudin mengatakan, semua pihak harus menjaga diri dan menjaga ketertiban dalam menyampaikan pendapat.

Sebagai umat beragama, wajar bila menyampaikan protes. Terlebih Idonesia, secara tegas menyatakan, ikut serta melaksanakan ketertiban dunia atas dasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan.

"Ayu kita tunjukan sebagai bangsa yang bermartabat. Tapi kta juga sanat penting untuk menyuarakan penolakan terhadap keputusan Trump, bukan hanya karena kita mendukung Palestina, tapi juga karena keputusan ini akan mendorong instabilitas dan ketidakamanan dunia yang nantinya akan merugikan umat manusia di dunia,"jelasnya.

Soal sikap pemerintah Indonesia yang sangat responsif, Syamsudin memberikan apresiasi. Pihaknya juga mendorong Presiden Joko Widodo terus memperjuangkan sikap Indonesia terhadap perdamaian Israel-Palestina dan penolakan keputusan AS terutama di forum ASEAN dan Organisasi Kerja sama Islam.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump, tiba-tiba membalikkan kebijakan yang telah dianut Amerika Serikat selama berpuluh-puluh tahun dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.Langkahnya itu memicu kemarahan Palestina dan menunjukkan bahwa dia tidak menghiraukan peringatan soal kerusuhan yang ditimbulkannya di Timur Tengah dengan mengeluarkan pernyataan tersebut.

Selain itu, dia mengatakan bahwa pemerintahannya akan memulai proses untuk memindahkan kedutaan besar AS di Tel Aviv ke Yerusalem. Status Yerusalem, yang merupakan tempat suci bagi para penganut Islam, Yahudi dan Kristen, merupakan salah satu masalah paling tajam yang harus dihadapi dalam upaya mewujudkan kesepakatan perdamaian antara Israel dan Palestina. (Adhitio)

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
PILKADA
KPK dan Polri Akan Menangkap Pelaku Money Politic

Bisnisnews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polri siap menangkap kandidat yang maju Pilkada menggunakan praktik politik uang untuk mendapatkan dukungan suara. "Kalau Ada kandidat menawarkan uang dalam pemilihan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
KORUPSI
Penyidik KPK Terus Mendalami Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PU Papua

Bisnisnews.id - Kasus dugaan korupsi pejabat Dinas PU Papua pada proyek pembangunan jalan Kemiri-Depapre sepanjang 24 km yanng telah menyeret dua tersangka DM dan MK terus didalami Penyidik Komisi pembertasan Korupsi (KPK). Sebanyak . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 24 Januari 2018
KEJAHATAN
Seorang Istri Menjual Suaminya Seharga Rp 500 Ribu

Bisnisnews.id - Peristiwa langka, wanita bernisisial VR, warga Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya Jawa Timur menjual suaminya kepada pria hidung belang senilai Rp 500 ribu dengan alasan ekonomi. Transaksi penjualan yang akhirnya . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
BILATERAL
Menko Polhukam Lakukan Pertemuan Dengan Menhan AS

Bisnisnews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis lakukan pertemuan khusus dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya