Selasa, 23 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Gaya Hidup / Berita

PSIKOLOGI MEDSOS
Rabu, 13 Desember 2017 18:54 WIB

Facebook Serang Balik Pernyataan Mantan Eksekutifnya


Chamath Palihapitiya (BBC)

Bisnisnews.id - Facebook telah menanggapi mantan eksekutif yang mengatakan bahwa jejaring sosial, dan layanan lainnya yang serupa telah merobek masyarakat secara terpisah.

Chamath Palihapitiya membuat komentar bulan lalu namun beredar secara online pada hari Senin 11 Desember.

Facebook mengeluarkan sebuah pernyataan untuk membela diri.

Seorang juru bicara mengatakan Palihapitiya tidak bekerja di Facebook selama lebih dari enam tahun.

"Ketika Chamath berada di Facebook, kami fokus untuk membangun pengalaman media sosial baru dan mengembangkan Facebook di seluruh dunia. Facebook adalah perusahaan yang sangat berbeda saat itu dan saat kami tumbuh, kami telah menyadari bagaimana tanggung jawab kami juga berkembang."

Palihapitiya, yang merupakan wakil presiden Facebook untuk pertumbuhan pengguna, sekarang adalah seorang kapitalis ventura terkemuka.

Dia adalah anggota terbaru dari suara yang khawatir tentang dampak sebenarnya dari budaya "sejenis" yaitu perasaan bahwa terlalu banyak orang beralih ke jejaring sosial untuk validasi dan kebahagiaan.

"Kami telah menciptakan alat yang merobek struktur sosial dari bagaimana seharusnya masyarakat bekerja," kata Palihapitiya.

Dia tidak sendiri. Sean Parker, presiden pertama Facebook dan arsitek dari banyak pengembangan komersial di awalnya, baru-baru ini menyatakan penyesalannya tentang peran yang dimainkannya dalam sejarah Facebook.

"Tuhan tahu apa yang dilakukannya terhadap otak anak-anak kita," katanya kepada Mike Allen dari situs berita AS Axios.

"Kami mengambil peran kami dengan sangat serius dan kami bekerja keras untuk memperbaiki," pernyataan Facebook berlanjut.

"Kami telah melakukan banyak pekerjaan dan penelitian dengan para ahli dan akademisi luar untuk memahami dampak layanan kami terhadap kesejahteraan, dan kami menggunakannya untuk menginformasikan pengembangan produk kami."

"Kami juga melakukan investasi signifikan lebih banyak pada orang, teknologi dan proses, dan seperti yang Mark Zuckerberg katakan, kami bersedia mengurangi profitabilitas kami untuk memastikan investasi yang tepat dilakukan."

Terlepas dari tokoh-tokoh terkemuka yang menyuarakan keprihatinan mereka, strategi bisnis Facebook terus berlanjut.

Pekan lalu meluncurkan Messenger Kids, aplikasi pertamanya untuk anak-anak di bawah usia 13 tahun, sebuah kelompok yang sebelumnya tidak diizinkan secara resmi di Facebook (walaupun banyak yang sering menyalah gunakan)

Peluncuran Messenger Kids bertujuan untuk melindungi anak-anak secara online. Namun, sekretaris kesehatan Inggris Jeremy Hunt men-tweet: "Tolong jauhi anak-anak saya, Facebook dan bertindaklah secara bertanggung jawab." (marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
REPUTASI MASKAPAI
Seragam AirAsia Terlalu Seksi, Pemerintah Sarankan Sesuai Shariah

Bisnisnews.id - Seorang penumpang maskapai telah menyatakan rasa prihatinnya setelah mengaku bisa melihat payudara dan celana dalam pramugari. June Robertson asal New Zeland adalah penumpang yang sering terbang ke Malaysia. Tapi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
REGULASI IMO
Kapal dan Pelabuhan Wajib Implementasikan ISPS Code

Bisnisnews.id - Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Capt. Jhonny R Silalahi menyebutkan sebanyak 348 fasilitas pelabuhan di Indonesia telah mengimplementasikan The International Ship and Port Facility Security (ISPS) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
IPO
GMF AeroAsia Belum Menunjuk Investor Strategis

Bisnisnews.id - Direktur Utama GMF AeroAsia Iwan Juniarto, menjelaskan, hingga saat ini belum menunjuk investor strategis. Proses pemilihan masih dilakukan dan akan dibahas  dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 23 Januari 2018
KONFLIK YERUSALEM
Al-Qaeda Serukan Serangan Ke Yahudi dan Amerika Di Dunia

Bisnisnews.id - Pemimpin senior Al Qaeda telah meminta umat Islam di dunia untuk bangkit dan membunuh orang-orang Yahudi dan Amerika sebagai tanggapan atas keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota . . .
Selengkapnya