Selasa, 23 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KECAMAN UNIVERSAL
Kamis, 14 Desember 2017 15:29 WIB

PM Israel Makin Tersudut



Bisnisnews.id - Perdana Menteri (PM)  Israel Benjamin Netanyahu makin tersudut terkait kebijakan Presiden Amerika (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
 
Netanyahu makin tambah tersudut ketika negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyampaikan pernyataan agar dunia akui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
 
Menyikapi pernyataan OKI, Netanyahu terkesan menghindar untuk menanggapi dan bersikap dingin.
 
Channel News Asia, Kamis (14/12) menyebutkan terkait Yerusalem,  Netanyahu dari awal berharap mendapat dujungan dari banyak negara dan mengikuti jejak Presiden AS Donald Trump.
 
Komentar Netanyahu itu muncul setelah konferensi tingkat tinggi (KTT) OKI untuk menanggapi langkah Trump pekan lalu.
 
“Palestina akan lebih baik dengan mengakui realitas dan bertindak untuk mendukung perdamaian dan bukan ekstremisme,” ujar Netanyahu.
 
“Mereka harus mengakui fakta lain terkait Yerusalem. Ini bukan hanya ibu kota Israel tapi juga menjaga hormat di Yerusalem untuk kebebasan beribadah bagi semua agama, dan kami satu di Timur Tengah yang melakukan ini dan tidak ada pihak lain,” papar Netanyahu.
 
KTT OKI di Istanbul tidak menyepakati sanksi kongkrit apapun terhadap Israel atau AS. Meski demikian, pernyataan akhir OKI menegaskan Yerusalem Timur sebagai itu kota negara Palestina dan mengundang semua negara mengakui Negara Palestina dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
 
Hingga saat ini tak ada satu negara pun yang mengakui klaim Trump selain Israel. Uni Eropa (UE) juga telah menolak tegas permintaan Netanyahu agar negara-negara Eropa mengikuti langkah Trump.
 
Tampaknya seruan Netanyahu pada negara lain itu tidak akan mendapat respon positif. Yang terjadi justru Israel dan AS menuai badai kecaman dari penjuru dunia. UE yang selama ini menjadi aliansi AS, dengan tegas menyatakan hanya akan menaati kesepakatan internasional dan nasib Yerusalem harus diputuskan melalui perundingan Israel dan Palestina. (Syam S)

Baca Juga

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
REPUTASI MASKAPAI
Seragam AirAsia Terlalu Seksi, Pemerintah Sarankan Sesuai Shariah

Bisnisnews.id - Seorang penumpang maskapai telah menyatakan rasa prihatinnya setelah mengaku bisa melihat payudara dan celana dalam pramugari. June Robertson asal New Zeland adalah penumpang yang sering terbang ke Malaysia. Tapi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
REGULASI IMO
Kapal dan Pelabuhan Wajib Implementasikan ISPS Code

Bisnisnews.id - Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Capt. Jhonny R Silalahi menyebutkan sebanyak 348 fasilitas pelabuhan di Indonesia telah mengimplementasikan The International Ship and Port Facility Security (ISPS) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
IPO
GMF AeroAsia Belum Menunjuk Investor Strategis

Bisnisnews.id - Direktur Utama GMF AeroAsia Iwan Juniarto, menjelaskan, hingga saat ini belum menunjuk investor strategis. Proses pemilihan masih dilakukan dan akan dibahas  dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 23 Januari 2018
KONFLIK YERUSALEM
Al-Qaeda Serukan Serangan Ke Yahudi dan Amerika Di Dunia

Bisnisnews.id - Pemimpin senior Al Qaeda telah meminta umat Islam di dunia untuk bangkit dan membunuh orang-orang Yahudi dan Amerika sebagai tanggapan atas keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota . . .
Selengkapnya