Selasa, 24 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KECAMAN UNIVERSAL
Kamis, 14 Desember 2017 15:29 WIB

PM Israel Makin Tersudut



Bisnisnews.id - Perdana Menteri (PM)  Israel Benjamin Netanyahu makin tersudut terkait kebijakan Presiden Amerika (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
 
Netanyahu makin tambah tersudut ketika negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyampaikan pernyataan agar dunia akui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
 
Menyikapi pernyataan OKI, Netanyahu terkesan menghindar untuk menanggapi dan bersikap dingin.
 
Channel News Asia, Kamis (14/12) menyebutkan terkait Yerusalem,  Netanyahu dari awal berharap mendapat dujungan dari banyak negara dan mengikuti jejak Presiden AS Donald Trump.
 
Komentar Netanyahu itu muncul setelah konferensi tingkat tinggi (KTT) OKI untuk menanggapi langkah Trump pekan lalu.
 
“Palestina akan lebih baik dengan mengakui realitas dan bertindak untuk mendukung perdamaian dan bukan ekstremisme,” ujar Netanyahu.
 
“Mereka harus mengakui fakta lain terkait Yerusalem. Ini bukan hanya ibu kota Israel tapi juga menjaga hormat di Yerusalem untuk kebebasan beribadah bagi semua agama, dan kami satu di Timur Tengah yang melakukan ini dan tidak ada pihak lain,” papar Netanyahu.
 
KTT OKI di Istanbul tidak menyepakati sanksi kongkrit apapun terhadap Israel atau AS. Meski demikian, pernyataan akhir OKI menegaskan Yerusalem Timur sebagai itu kota negara Palestina dan mengundang semua negara mengakui Negara Palestina dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.
 
Hingga saat ini tak ada satu negara pun yang mengakui klaim Trump selain Israel. Uni Eropa (UE) juga telah menolak tegas permintaan Netanyahu agar negara-negara Eropa mengikuti langkah Trump.
 
Tampaknya seruan Netanyahu pada negara lain itu tidak akan mendapat respon positif. Yang terjadi justru Israel dan AS menuai badai kecaman dari penjuru dunia. UE yang selama ini menjadi aliansi AS, dengan tegas menyatakan hanya akan menaati kesepakatan internasional dan nasib Yerusalem harus diputuskan melalui perundingan Israel dan Palestina. (Syam S)

Baca Juga

 

Industri  -  Selasa, 24 April 2018
TRANSPORTASI UDARA
Bandara Jenderal Soedirman Ditargetkan Selesai 2019

Bisnisnews.id  - Dirjen Perhubungan Udara  Agus Santoso mengatakan,  Bandara Jenderal Besar Soedirman yang terletak di kawasan pangkalan TNI AU Wirasaba Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah sangat strategis karena . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
DESTINASI WISATA
Reaksi Disparbud DKI Soal Kegiatan Pangkalan Pasir di Sunda Kelapa

Bisnisnews.id - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta,  Tinia  Budiati akui, Sunda Kelapa  di Tanjung Priok Jakarta Utara sebagai Pelabuhan heritage  dan menjadi salah satu destinasi Wisata bersejarah. . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Mohamed Salah Jadi Pemain Terbaik versi PFA

Bisnisnews.id – Pemain Liverpool Mohamed Salah sukses meraih gelar pemain terbaik versi Professional Fotballers Association (PFA) musim 207-2018.   Mohamed Salah berhak atas gelar ini karena telah berhasil mengungguli . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Pires Sebut Wenger Dinosaurus Terakhir

Bisnisnews.id – Legenda sepak bola Arsenal Robert Pires menyebut mantan pelatihnya Arsene Wenger sebagai sosok dinosaurus terakhir di era sepak bola zaman kini.   Pemain berkebangsaan Perancis tersebut mengatakan bahwa . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
CATUR
Kejar Rating, PB Percasi Gelar Turnamen Internasional

Bisnisnews.id – Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) menggandeng produsen makanan nasional dalam menggelar JAPFA Grandmaster (GM) and Women Grandmaster (WGM) Chest Tournament 2018. Direktur Corporate . . .
Selengkapnya