Senin, 23 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Hukum / Berita

FAKTA PERSIDANGAN
Rabu, 20 Desember 2017 11:17 WIB

Nyanyian Tonny Budiono, Soal Aliran Uang Hasil Korupsi, CBA Mendesak KPK Telusuri



Bisnisnews.id - Pengakuan mantan Dirjen Perhubungan laut Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono, bahwa sebagian uang suap kasus korupsi pada sejumlah proyek di direktorat yang dipimpinnya saat itu, bukan hanya mengalir ke pejabat kementerian tapi juga ke sejumlah oknum Paspampres.

Kisaran dana hasil korupsi yang dialirkan ke oknum-oknum itu antara Rp 100 juta sampai Rp 150 juta. Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman menyebutkan, pengakuan yang keluar dari mulut pesakitan ini bak petir di siang bolong.

"Luar biasa, duit bancakan hasil rampok dari negara ternyata bukan hanya mengalir ke pejabat di kemenhub tetapi sekelas Paspampres nyatanya diam-diam ikut mencicipi," tegas Jajang dalam keterangan tertulisnya Rabu (20/12/2017).

Hal ini membuktikan bagaimana uang hasil korupsi bisa mengalir kemana saja, bukan hanya ke kiri atau ke kanan 'orang terdekat' tetapi bisa juga mengalir deras ke atas.

Pengakuan Tonny itu disampaikan saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/12/2017), untuk terdakwa Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan.

"Kita ketahui Paspampres biarpun bahasa kasarnya hanya pengawal, namun bukan pengawal sembarangan mereka ini orang yang paling dekat dengan Presiden Jokowi," kata Jajang.

Fakta ini juga menjadi tamparan keras bagi orang nomor satu di Negeri ini. Image yang selama ini dibangun Presiden Jokowi tentang dirinya yang bersih dan anti dengan korupsi tercoreng dengan kelakuan pengawal kepercayaannya.

Setidaknya, lanjut Jajang, dari nyanyian Tonny terkait aliran uang ke Paspampres, sebagai bahan Presiden Jokowi untuk mengevaluasi 'orang-orang di dekatnya'.

CBA juga  melihat beberapa proyek yang dijalankan Paspampres selama ini terkesan ditutup-tutupi.
Contohnya, mulai dari proyek pengadaan pakaian operasional hitam dengan anggaran sebesar Rp 1.248.984.000. Sampai proyek besar terkait pekerjaan rusun grup C yang berlokasi di lawang gintung kota Bogor menghabiskan anggaran sebesar Rp 26,2 miliar lebih.

Rata-rata proyek yang dijalankan satuan kerja Paspampres termasuk dua proyek di atas tidak dijalankan dengan proses lelang elektronik, meskipun nilainya mencapai miliaran bahkan puluhan miliar rupiah.

Hal tersebut selain terkesan tertutup alias tidak transparan, sangat beresiko terjadinya penyimpangan karena tidak bisa diawasi langsung oleh publik bagaimana jalannya proses proyek tersebut.

Berdasarkan catatan di atas, ungkap Jajang, CBA mendukung KPK mengembangkan dugaan aliran yang masuk ke lingkungan kementerian maupun ke oknum-oknum Paspampres, berdasarkan pengakuan Mantan Dirjen Perhubungan laut Kemenhub, Tonny Budiono di persidangan.

CBA juga mendorong KPK untuk membuka penyelidikan terkait proyek-proyek yang dilaksanakan oleh Paspampres. Publik tentunya berharap besar, Paspampres yang begitu dekat dengan orang nomor satu Negeri ini bersih dari segala tindakan koruptif.

Menanggapi pernyataan Tonny, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen MS Fadhilah belum bisa menjelaskan masalah itu. Karena ini fakta persidangan, dia menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum.

"Saya belum tahu ya. Kita tunggu deh," kata Fadhilah. seperti dikutip Kompas.com, Senin (18/12/2017). (Syam S)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Kemenpora Gelar Nobar Piala Dunia 2018

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggelar nonton bareng (Nobar)  perhelatan Piala Dunia 2018 Rusia  satu bulan penuh (15 Juni - 15 Juli 2018) di Halaman Kantor Kemenpora. Sesmenpora . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
UNJUK RASA
Ribuan Pengemudi Ojek Online Menuntut Kesejahteraan dan Pengakuan

Bisnisnews.id - Ribuan pengemudi ojek online melakukan orasi di depan gedung DPR/MPR RI, Senin (23/4/2018). Mereka menuntut mendorong para wakil rakyat ikut berperan mendorong diberikan subsidi, sehingga penumpang tetap bisa menikmati . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
BMKG
DKI Jakarta dan Sekitarnya Berpotensi Hujan Lebat, Angin Disertai Petir

Bisnisnews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan dalam beberapa hari kedepan (23 -25 April 2018) terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar perairan wilayah Indonesia dan adanya aliran udara . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 23 April 2018
PELAYANAN
Batik Air Klaim Sebagai Maskapai Paling Tepat Waktu di Asia Tenggara

Bisnisnews.id - Batik Air (Lion Group) pada periode Maret 2018 klaim menjadi maskapai paling tepat waktu di Asia Tenggara dan peringkat ke-56 di dunia Dilaporkan bahwa keberangkatan dan kedatangan pesawat Batik Air *on time performance/ . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
LALIN
Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Jalan Thamrin dan Sudirman

Bisnisnews.id - Sosialisasi penertiban lalulintas dengan sstem ganjil-genap di DKI Jakarta berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan. Hari ini sistem itu diuji coba mulai pukul 06.00-10.00 WIB. Wakil Kepala Dinas Perhubungan . . .
Selengkapnya