Selasa, 24 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KONFLIK YERUSALEM
Jumat, 22 Desember 2017 01:21 WIB

AS Kalah Telak, Skor Suara PBB 128-9


Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan menjelang pemilihan Majelis Umum bahwa AS sedang mengawasi dan mengancam pembalasan terhadap negara-negara yang mendukung tindakan tersebut. (AFP)

Bisnisnews.id - Majelis Umum PBB pada hari Kamis 21 Desember melakukan pemungutan suara dan menang 128-9 dan 35 abstain dalam menolak keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Presiden Donald Trump telah memperingatkan menjelang pemungutan suara di majelis bahwa AS akan mengamati dan mengancam pembalasan terhadap negara-negara yang mendukung tindakan tersebut.

Tujuh negara: Guatemala, Honduras, Togo, Mikronesia, Nauru, Palau dan Kepulauan Marshall, bergabung dengan Israel dan Amerika Serikat dalam menentang tindakan tersebut.

Di antara 35 negara yang abstain adalah Argentina, Australia, Kanada, Kroasia, Republik Ceko, Hungaria, Latvia, Meksiko, Filipina, Rumania dan Rwanda.

Ukraina, yang mendukung rancangan resolusi di Dewan Keamanan, berada di antara 21 negara yang tidak hadir untuk pemungutan suara.

Pemungutan suara dilakukan Majelis Umum setelah diveto oleh Amerika Serikat di Dewan Keamanan pada hari Senin (18/12), meskipun 14 anggota dewan lainnya memilih berseberangan.

"Amerika Serikat akan ingat hari ini," kata Duta Besar AS Nikki Haley kepada majelis tersebut.

"Amerika akan menempatkan kedutaan kita di Yerusalem," kata Haley seperti dikutip dari AFP. "Tidak ada suara di PBB yang akan membuat perbedaan dalam hal itu."

"Tapi suara ini akan membuat perbedaan bagaimana orang Amerika melihat PBB dan bagaimana kita memandang negara-negara yang tidak menghormati kita di PBB," katanya.

"Ketika kami memberikan kontribusi murah hati kepada PBB, kami juga memiliki harapan yang sah bahwa niat baik kami diakui dan dihormati."

Sementara resolusi oleh Majelis Umum tidak mengikat, suara pendukung yang kuat membawa bobot politik.

Israel merebut sebagian besar wilayah Arab timur Yerusalem selama Perang Enam Hari 1967 dan kemudian mencaploknya, dengan mengklaim kedua sisi kota sebagai "ibukota abadi dan tak terbagi".

Namun Palestina menginginkan sektor timur sebagai ibukota negara mereka di masa depan dan dengan keras menentang upaya Israel untuk memperluas kedaulatan di sana. (marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Selasa, 24 April 2018
TRANSPORTASI UDARA
Bandara Jenderal Soedirman Ditargetkan Selesai 2019

Bisnisnews.id  - Dirjen Perhubungan Udara  Agus Santoso mengatakan,  Bandara Jenderal Besar Soedirman yang terletak di kawasan pangkalan TNI AU Wirasaba Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah sangat strategis karena . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
DESTINASI WISATA
Reaksi Disparbud DKI Soal Kegiatan Pangkalan Pasir di Sunda Kelapa

Bisnisnews.id - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta,  Tinia  Budiati akui, Sunda Kelapa  di Tanjung Priok Jakarta Utara sebagai Pelabuhan heritage  dan menjadi salah satu destinasi Wisata bersejarah. . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Mohamed Salah Jadi Pemain Terbaik versi PFA

Bisnisnews.id – Pemain Liverpool Mohamed Salah sukses meraih gelar pemain terbaik versi Professional Fotballers Association (PFA) musim 207-2018.   Mohamed Salah berhak atas gelar ini karena telah berhasil mengungguli . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Pires Sebut Wenger Dinosaurus Terakhir

Bisnisnews.id – Legenda sepak bola Arsenal Robert Pires menyebut mantan pelatihnya Arsene Wenger sebagai sosok dinosaurus terakhir di era sepak bola zaman kini.   Pemain berkebangsaan Perancis tersebut mengatakan bahwa . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
CATUR
Kejar Rating, PB Percasi Gelar Turnamen Internasional

Bisnisnews.id – Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) menggandeng produsen makanan nasional dalam menggelar JAPFA Grandmaster (GM) and Women Grandmaster (WGM) Chest Tournament 2018. Direktur Corporate . . .
Selengkapnya