Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Pariwisata / Berita

INDUSTRI WISATA
Kamis, 28 Desember 2017 13:19 WIB

Wisata Indonesia Lebih Unggul dari Negara-Negara ASEAN


pantai Kuta Lombok yang belum banyak dikunjungi wisatawan, alami dengan air yang jernih (dok)

Bisnisnews.id - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memproyeksikan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2017 mencapai 14 juta atau tumbuh 24 persen.

"Angka ini telah menempatkan Indonesia dalam 20 besar negara-negara ASEAN dengan pertumbuhan pariwisata tertinggi," jelas Arief, Kamis(28/12/2017).

Saat ini pariwisata Indonesia masih lebih unggul dari negara tetangga, seperti Malaysia yang hanya mencatatkan pertumbuhan sektor pariwisata 0,87 persen selama Januari-Mei 2017. Pertumbuhan pariwisata Indonesia juga masih lebih tinggi dibandingkan Singapura yang hanya tumbuh 3,83 persn pada Januari-Juli dan Thailand dengan pertumbuhan wisata 6,69 persen sepanjang Januari-Oktober.

"Pertumbuhan pariwisata Indonesia sebesar 24%, jauh di atas pertumbuhan pariwisata regional ASEAN, tujuh persen, dan pariwisata dunia 6,4 persen. Ini menguatkan keyakinan kita untuk meraih target pada 2018 sebesar 17 juta wisman," jelasnya.

Karena itu, Arief berharap kondisi Bali segera pulih kembali mengingat Great Bali merupakan penarik wisman terbesar dengan kontribusi 40 pesen terhadap pariwisata nasional.

Data sementara kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari hingga Oktober 2017 secara kumulatif sebanyak 11.6 juta wisman, naik 24 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 9.403.614 wisman. Sebelumnya, pemerintah menargetkan mampu menjaring 15 juta wisman sepanjang tahun ini.

Mengenai pergerakan wisatawan nusantara (wisnus), Arief mengatakan, perkiraan pada Oktober tercatat ada 25 juta kunjungan wisnus dengan pengeluaran mencapai Rp 22,92 triliun. Selama Januari-Oktober 2017, ada 252.569.465 kunjungan wisnus dengan pengeluaran sebesar Rp 230,91 triliun.

Capaian kunjungan wisnus selama Januari-Oktober 2017 lebih tinggi 14 persen dibandingkan target yang ditetapkan sebesar 221,5 juta wisnus.

Pada November target pergerakan wisnus 19,5 juta dan Desember 2017 sebesar 24 juta, sedangkan angka prognosis wisnus pada bulan sebelumnya antara 20 juta hingga 27 juta.(Rayza)

 

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
PENGANGGURAN
Ciptakan Entrepreuner, Facebook Latih 65,000 Orang Perancis

Bisnisnews.id - Facebook mengatakan pada hari Senin 22 Januari bahwa mereka akan melatih 65.000 orang Prancis dalam keterampilan digital secara gratis, untuk membantu wanita dan pengangguran memulai bisnisnya dan bisa kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya