Senin, 22 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Politik / Berita

DISKUSI
Sabtu, 06 Januari 2018 15:27 WIB

Menelisik Perdebatan Jabatan Rangkap Ketum Golkar



Bisnisnews.id - Rangkap jabatan tidak masalah sepanjang kinerjanya baik.  Karena itu posisi rangkap jabatan yang sekarang ini terjadi pada Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto tidak perlu diperdebatkan.

Namun menurut peneliti dari Saiful Mujani Research Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas, idealnya Presiden Jokowi menggeser posisi Airlangga. Karena akan berpengaruh dalam kinerja di pemerintahan.

Posisi rangkap jabatan itu mengemuka dalam diskusi bertajuk "Perlukah Airlangga Mundur" di Jakarta, Sabtu, (6/1/2018). Ketua DPP Partai Golkar Happy Bone Zulkarnain menegaskan, rangkap jabatan itu tidak masalah. Dikatakan, Airlangga telah mempersiapkan tim solid dan profesional, baik di Kementerian Perindustrian maupun internal Golkar.

Sekarang ini tidak perlu berdebat soal rangkap jabatan tapi bagaimana menyelesaikan kerja dengan baik. Waktu pemerintahan Kabinet Kerja sudah tidak banyak lagi terutama menjelang tahapan Pilpres 2019 pada Agustus dan September mendatang sehingga posisi Airlangga dalam dua jabatan tidak perlu diperdebatkan.

" Tidak ada masalah itu, jangan kita sebarkan, Airlangga telah membentuk tim solid dan profesional sehingga tidak akan mengganggu kinerja Kementerian Perindustrian dan parpo,"  kata Happy.

Banyak program Kementerian Perindustrian yang dicetuskan Airlangga harus dilanjutkan sustainable sehingga sangat disayangkan jika program tersebut menjadi terkendala akibat perombakan kementerian.

Happy memaparkan setelah Airlangga terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar menggantikan Setya Novanto pada Rapat Pleno DPP Partai Golkar pertengahan Desember lalu, survei dari partai berlambang pohon beringin tersebut meningkat tiga persen dari 9,5 persen menjadi 12,5 persen dalam satu bulan, berdasarkan survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC).

Sirojudin Abbas dalam diskusi itu mengatakan publik bisa berkaca pada kinerja Menteri Desa dan PDTT Eko Putro Sandjojo yang juga merangkap sebagai Bendahara Umum Partai Kebangkitan Bangsa.

Capaian Kabinet Kerja sesuai Nawa Cita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dapat terealisasi dengan baik meskipun Eko memiliki jabatan penting dari partai politiknya.

"Program andalan pemerintah, yakni membangun desa dari pinggiran, mengalami akselerasi luar biasa, pengentasan kemiskinan juga masuk dari jalur desa. Tidak ada efek langsung akibat posisi sebagai bendahara partai dengan kinerja dia," ungkap Abbas.

Airlangga mencerminkan figur menteri yang dibutuhkan Jokowi, yakni inovatif, menghasilkan karya baru, memperkuat kebijakan yang dirancang Presiden serta program yang dihasilkan dapat dirasakan langsung ke masyarakat. (Adhitio)

Baca Juga

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
PENGANGGURAN
Ciptakan Entrepreuner, Facebook Latih 65,000 Orang Perancis

Bisnisnews.id - Facebook mengatakan pada hari Senin 22 Januari bahwa mereka akan melatih 65.000 orang Prancis dalam keterampilan digital secara gratis, untuk membantu wanita dan pengangguran memulai bisnisnya dan bisa kembali . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Senin, 22 Januari 2018
DEMONSTRASI
PBB : Anti Presiden, Enam Tewas Di Kongo

Bisnisnews.id - Enam orang tewas di Republik Demokratik Kongo pada hari Minggu 21 Januari, kata PBB, karena pihak berwenang melarang demonstrasi terhadap Presiden Joseph Kabila. Saksi mata mengatakan pasukan keamanan melepaskan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 21 Januari 2018
PROYEK CHANGI
Singapura Kenakan Pajak Tambahan Kepada Penumpang

Bisnisnews.id - Otoritas penerbangan sipil Singapura(CAAS)  berencana akan menaikan pajak 10 -15 dolar Singapura kepada para penumpang dari dan ke bandara Changi. Dana tambahan tersebut akan digunakan untuk membiayai perluasan . . .
Selengkapnya

 

Regulasi  -  Minggu, 21 Januari 2018
REGULASI
Sertifikasi Kapal Wajib Mencantumkan Bahasa Indonesia

Bisnisnews.id - Mulai 1 Februari 2018 Sertifikat Garis Muat Kapal berbendera Indonesia yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Nasional maupun Asing, wajib mencantumkan format berbahasa Indonesia. Direktur Perkapalan dan Kepelautan . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Minggu, 21 Januari 2018
MINYAK DUNIA
Arab Saudi Serukan Perpanjang Pemangkasan Produksi

Bisnisnews.id - Arab Saudi menyerukan hari Minggu 21 Januari untuk memperpanjang kerjasama antara produsen OPEC dan non-OPEC sampai lewat dari 2018. Seruan tersebut datang setelah harga minyak mencapai 70 dolar per barel berkat . . .
Selengkapnya