Selasa, 23 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

DEMONSTRASI IRAN
Senin, 08 Januari 2018 10:27 WIB

Hasut Kerusuhan, Mantan Presiden Iran Ditangkap


Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ditangkap oleh pihak berwenang karena diduga menghasut demonstrasi melawan pemerintah yang dipimpin Hassan Rouhani. (Foto : al-Quds al-Arabi)

Bisnisnews.id - Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad ditangkap oleh pihak berwenang karena diduga menghasut demonstrasi melawan pemerintah pimpinan Hassan Rouhani, menurut laporan al-Quds al-Arabi yang berbasis di Inggris.

Kerusuhan baru-baru ini mulai reda saat pihak berwenang Iran mengumumkan 3 hari demonstrasi pro pemerintah untuk mengakhiri demonstrasi yang menyebabkan 21 orang tewas dan ribuan lainnya ditangkap.

Sementara itu, Ahmadinejad diduga menghadiri demonstrasi anti-pemerintah di mana dia berbicara tentang 'kesalahan manajemen' karena pemerintah pimpinan Rouhani. Ahmadinejad dikatakan saat ini sedang dalam tahanan rumah, al-Quds al-Arabi melaporkan.

Pekan lalu, jaksa agung Iran menyalahkan Amerika Serikat, Israel dan Arab Saudi yang dianggap sebagai penghasut eksternal gerakan anti-pemerintah. Dan New York Times melaporkan bahwa Ahmadinejad termasuk di antara mereka yang dipandang pemerintah sebagai pembangkang melawan kepemimpinan Rouhani.

"Beberapa pejabat saat ini tidak peduli masalah masyarakat, dan tidak tahu apa-apa tentang realitas masyarakat," kata mantan presiden Iran tersebut. "Apa yang diderita Iran saat ini adalah kesalahan manajemen dan bukannya kekurangan sumber daya ekonomi."

"Pemerintah Hassan Rouhani percaya bahwa mereka memiliki tanah dan masyarakatnya tidak tahu," kata Ahmadinejad. "Orang-orang marah pada pemerintah ini karena monopoli atas kekayaan publik."

Politisi Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dilaporkan memiliki kekayaan bersih senilai 5 juta dolar. Ahmadinejad menjadi terkenal dan akhirnya menjadi pemimpin politik Iran di bawah Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Ali Khamenei. Dia adalah Presiden keenam Iran dari tahun 2005 sampai 2013. (marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
REPUTASI MASKAPAI
Seragam AirAsia Terlalu Seksi, Pemerintah Sarankan Sesuai Shariah

Bisnisnews.id - Seorang penumpang maskapai telah menyatakan rasa prihatinnya setelah mengaku bisa melihat payudara dan celana dalam pramugari. June Robertson asal New Zeland adalah penumpang yang sering terbang ke Malaysia. Tapi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
REGULASI IMO
Kapal dan Pelabuhan Wajib Implementasikan ISPS Code

Bisnisnews.id - Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Capt. Jhonny R Silalahi menyebutkan sebanyak 348 fasilitas pelabuhan di Indonesia telah mengimplementasikan The International Ship and Port Facility Security (ISPS) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
IPO
GMF AeroAsia Belum Menunjuk Investor Strategis

Bisnisnews.id - Direktur Utama GMF AeroAsia Iwan Juniarto, menjelaskan, hingga saat ini belum menunjuk investor strategis. Proses pemilihan masih dilakukan dan akan dibahas  dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 23 Januari 2018
KONFLIK YERUSALEM
Al-Qaeda Serukan Serangan Ke Yahudi dan Amerika Di Dunia

Bisnisnews.id - Pemimpin senior Al Qaeda telah meminta umat Islam di dunia untuk bangkit dan membunuh orang-orang Yahudi dan Amerika sebagai tanggapan atas keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota . . .
Selengkapnya