Rabu, 24 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Logistik / Berita

PELAYANAN LAMBAN
Kamis, 11 Januari 2018 15:38 WIB

INSA Minta Manajemen JICT Memberikan Kompensasi



Bisnisnews.id - Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengaku prihatin, atas keterlambatan pelayanan bongkar muat di PT.Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok.

Keterlambatan itu megakibatkan kerugian cukup besar bagi perusahaan pelayaran dan pegguna jasa terkait . Karena itu INSA meminta manajemen JICT memberikan kompensasi akibat kerugian tersebut.

Dalam beberapa hari belakangan ini, pelayanan kapal di JICT megalami keterlambatan hinga 44 jam. Akibatnya, perusahaan pelayaran dan pengguna jasa terkait lainnya menanggung kerugian yang tidak sedikit.

"Semestinya ada kompensasi yang sesuai untuk perusahaan pelayaran yang alami kerugian akibat lambannya kinerja JICT," katanya.

Pelambatan kinerja ini, ungkap Carmelita, membuat pelayaran internasional memberikan catatan minus bagi kinerja JICT. Bahkan, jika lambannya produktifitas JICT terjadi berlarut-larut tentunya akan berdampak besar pada kelancaran rantai pasok.

Penyebab utama keterlambatan produktifitas di JICT adalah, dilakukannya peralihan tenaga outsourcing operator peralatan bongkar muat jenis Rubber Tyred Gantry Crane (RTGCC) dari PT. Emco Logistic menjadi PT. Multi Tally Indonesia (MTI).

Menurut Carmelita, sebelum dilakukan peralihan operator alat berat, JICT semestinya melakukan persiapan matang baik dari sisi SDM bongkar muat yang mumpuni, maupun persiapan teknis lainnya.

Persiapan itu misalnya, pengalihan operator alat bongkar muat kepada operator baru dilakukan bertahap dan melibatkan operator dengan SDM yang berpengalaman.

Carmelita yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan juga mempertanyakan peralihan operator bongkar muat di JICT yang dilakukan pada saat hari kerja atau pada saat arus barang cukup tinggi.

Jika peralihan operator di JICT dilakukan secara bertahap dengan SDM berpengalaman dan dilakukan pada saat arus barang tidak terlalu tinggi, tentunya keterlambatan pelayanan di JICT akan dapat dihindari.

Carmelita mengharapkan, perbaikan produktifitas di JICT dapat dilakukan secepatnya untuk menghindari kondisi yang lebih buruk. Perbaikan produktifitas juga perlu secepatnya dilakukan di JICT, mengingat PT Indonesia Port Corporation (IPC) selaku operator Pelabuhan Tanjung Priok dan Kementerian Perhubungan tengah berupaya mendatangkan pelayaran internasional untuk melakukan pelayaran melalui Tanjung Priok.

"Mata dunia pelayaran internasional akan memandang buruk jika kinerja JICT tidak segera diperbaiki. Akibatnya, rencana mendatangkan kapal-kapal besar dari pelayaran internasional oleh IPC dan Kemenhub untuk merapat di Pelabuhan Tanjung Priok akan sulit,"jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Arif Toha menepis tudingan terjadinya keterlambata higga 44 jam.

Ditegaskan aktivitas pelayanan normal dan tidak mengganggu arus barang. Kendati diakui, ada kesibukan akibat proses peralihan tenaga outsourcing operator alat bongkar muat jenis Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC) di terminal JICT dari sebelumnya dipegang PT. Empco Logistic menjadi PT. Multi Tally Indonesia (MTI).

"Saya memastikan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan dengan baik meskipun di manajemen JICT sedang terjadi peralihan tenaga outsourcing operator alat bongkar muat jenis Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC) di terminal JICT dari sebelumnya dipegang oleh PT. Empco Logistic menjadi PT. Multi Tally Indonesia (MTI)," jelas Arif.

Menurutnya, peralihan tenaga outsourcing operator disebabkan masa kontrak PT. Empco Logistic dengan JICT telah habis di Desember 2017 sehingga manajemen JICT membuka tender yang dimenangkan PT.MTI.

"Proses tendernya berjalan lancar dan transparan yang menunjuk PT. MTI sebagai pemenang. Ini murni Business to Business dan Pemerintah tidak mencampuri urusan internal JICT," ujar Arif. (Syam S)

 

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
PILKADA
KPK dan Polri Akan Menangkap Pelaku Money Politic

Bisnisnews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polri siap menangkap kandidat yang maju Pilkada menggunakan praktik politik uang untuk mendapatkan dukungan suara. "Kalau Ada kandidat menawarkan uang dalam pemilihan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
KORUPSI
Penyidik KPK Terus Mendalami Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PU Papua

Bisnisnews.id - Kasus dugaan korupsi pejabat Dinas PU Papua pada proyek pembangunan jalan Kemiri-Depapre sepanjang 24 km yanng telah menyeret dua tersangka DM dan MK terus didalami Penyidik Komisi pembertasan Korupsi (KPK). Sebanyak . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 24 Januari 2018
KEJAHATAN
Seorang Istri Menjual Suaminya Seharga Rp 500 Ribu

Bisnisnews.id - Peristiwa langka, wanita bernisisial VR, warga Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya Jawa Timur menjual suaminya kepada pria hidung belang senilai Rp 500 ribu dengan alasan ekonomi. Transaksi penjualan yang akhirnya . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
BILATERAL
Menko Polhukam Lakukan Pertemuan Dengan Menhan AS

Bisnisnews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis lakukan pertemuan khusus dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya