Selasa, 23 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KESEPAKATAN
Kamis, 11 Januari 2018 21:24 WIB

Uni Eropa Dukung Kesepakatan Nuklir Iran


Kesepakatan 2015 menahan ambisi nuklir Iran dengan imbalan sanksi hukuman yang meringankan (AFP)

Bisnisnews.id - Uni Eropa pada hari Kamis 11 Januari menegaskan kesepakatan 2015 untuk mengekang ambisi nuklir Iran tetap berjalan, sementara Presiden AS Donald Trump berniat mengajukan kembali sanksi ke Teheran.

Uni Eropa dan menteri luar negeri Inggris, Jerman dan Prancis mengadakan front persatuan untuk mempertahankan kesepakatan tersebut setelah melakukan pembicaraan di Brussels dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

Trump, yang telah berulang kali mengecam kesepakatan tersebut dan pada bulan Oktober menolak untuk mengesahkan Iran yang mematuhi undang-undang tersebut, diperkirakan akan memutuskan pada hari Jumat apakah akan mengajukan kembali sanksi terhadap Teheran.

"Kesepakatan itu berhasil, tujuan utamanya menjaga agar program nuklir Iran tetap diawasi," kata Mogherini, menekankan pentingnya melestarikan kesepakatan adalah membuat dunia lebih aman dan mencegah potensi perlombaan senjata nuklir di wilayah ini.

Pejabat senior telah mengatakan kepada AFP bahwa mereka mengharapkan Trump untuk memperpanjang keringanan sanksi terkait nuklir terhadap Iran pada hari Jumat, meskipun AS juga diperkirakan akan menerapkan tindakan baru terhadap Iran atas pelanggaran hak asasi manusia dan dukungan untuk kelompok ekstremis asing.

Uni Eropa dan negara lainnya telah berulang kali memperingatkan bahwa akan menjadi kesalahan bagi siapa pun untuk meninggalkan kesepakatan yang sudah berlangsung 12 tahun oleh AS, Inggris, Prancis, China, Jerman dan Rusia.

Para inspektur PBB telah menyetujui kepatuhan Iran terhadap kesepakatan tersebut sebanyak sembilan kali, terakhir pada bulan November.

"Penting sekarang agar semua pihak menghormati komitmen bersama ini dan bahwa sekutu Amerika kita juga menghormatinya," kata Le Drian, Menteri Luar Negeri Prancis.

Iran telah mengatakan bahwa jika AS lari dari kesepakatan tersebut, Iran siap untuk memberikan tanggapan yang tepat dan berat.

Iran mengatakan bahwa mereka mematuhi kesepakatan tersebut dan bahwa setiap tindakan yang melemahkan kesepakatan tidak dapat diterima. (Marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
REPUTASI MASKAPAI
Seragam AirAsia Terlalu Seksi, Pemerintah Sarankan Sesuai Shariah

Bisnisnews.id - Seorang penumpang maskapai telah menyatakan rasa prihatinnya setelah mengaku bisa melihat payudara dan celana dalam pramugari. June Robertson asal New Zeland adalah penumpang yang sering terbang ke Malaysia. Tapi . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
REGULASI IMO
Kapal dan Pelabuhan Wajib Implementasikan ISPS Code

Bisnisnews.id - Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Capt. Jhonny R Silalahi menyebutkan sebanyak 348 fasilitas pelabuhan di Indonesia telah mengimplementasikan The International Ship and Port Facility Security (ISPS) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
IPO
GMF AeroAsia Belum Menunjuk Investor Strategis

Bisnisnews.id - Direktur Utama GMF AeroAsia Iwan Juniarto, menjelaskan, hingga saat ini belum menunjuk investor strategis. Proses pemilihan masih dilakukan dan akan dibahas  dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Selasa, 23 Januari 2018
KONFLIK YERUSALEM
Al-Qaeda Serukan Serangan Ke Yahudi dan Amerika Di Dunia

Bisnisnews.id - Pemimpin senior Al Qaeda telah meminta umat Islam di dunia untuk bangkit dan membunuh orang-orang Yahudi dan Amerika sebagai tanggapan atas keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota . . .
Selengkapnya