Selasa, 24 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KESEPAKATAN
Kamis, 11 Januari 2018 21:24 WIB

Uni Eropa Dukung Kesepakatan Nuklir Iran


Kesepakatan 2015 menahan ambisi nuklir Iran dengan imbalan sanksi hukuman yang meringankan (AFP)

Bisnisnews.id - Uni Eropa pada hari Kamis 11 Januari menegaskan kesepakatan 2015 untuk mengekang ambisi nuklir Iran tetap berjalan, sementara Presiden AS Donald Trump berniat mengajukan kembali sanksi ke Teheran.

Uni Eropa dan menteri luar negeri Inggris, Jerman dan Prancis mengadakan front persatuan untuk mempertahankan kesepakatan tersebut setelah melakukan pembicaraan di Brussels dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

Trump, yang telah berulang kali mengecam kesepakatan tersebut dan pada bulan Oktober menolak untuk mengesahkan Iran yang mematuhi undang-undang tersebut, diperkirakan akan memutuskan pada hari Jumat apakah akan mengajukan kembali sanksi terhadap Teheran.

"Kesepakatan itu berhasil, tujuan utamanya menjaga agar program nuklir Iran tetap diawasi," kata Mogherini, menekankan pentingnya melestarikan kesepakatan adalah membuat dunia lebih aman dan mencegah potensi perlombaan senjata nuklir di wilayah ini.

Pejabat senior telah mengatakan kepada AFP bahwa mereka mengharapkan Trump untuk memperpanjang keringanan sanksi terkait nuklir terhadap Iran pada hari Jumat, meskipun AS juga diperkirakan akan menerapkan tindakan baru terhadap Iran atas pelanggaran hak asasi manusia dan dukungan untuk kelompok ekstremis asing.

Uni Eropa dan negara lainnya telah berulang kali memperingatkan bahwa akan menjadi kesalahan bagi siapa pun untuk meninggalkan kesepakatan yang sudah berlangsung 12 tahun oleh AS, Inggris, Prancis, China, Jerman dan Rusia.

Para inspektur PBB telah menyetujui kepatuhan Iran terhadap kesepakatan tersebut sebanyak sembilan kali, terakhir pada bulan November.

"Penting sekarang agar semua pihak menghormati komitmen bersama ini dan bahwa sekutu Amerika kita juga menghormatinya," kata Le Drian, Menteri Luar Negeri Prancis.

Iran telah mengatakan bahwa jika AS lari dari kesepakatan tersebut, Iran siap untuk memberikan tanggapan yang tepat dan berat.

Iran mengatakan bahwa mereka mematuhi kesepakatan tersebut dan bahwa setiap tindakan yang melemahkan kesepakatan tidak dapat diterima. (Marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Selasa, 24 April 2018
TRANSPORTASI UDARA
Bandara Jenderal Soedirman Ditargetkan Selesai 2019

Bisnisnews.id  - Dirjen Perhubungan Udara  Agus Santoso mengatakan,  Bandara Jenderal Besar Soedirman yang terletak di kawasan pangkalan TNI AU Wirasaba Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah sangat strategis karena . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
DESTINASI WISATA
Reaksi Disparbud DKI Soal Kegiatan Pangkalan Pasir di Sunda Kelapa

Bisnisnews.id - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta,  Tinia  Budiati akui, Sunda Kelapa  di Tanjung Priok Jakarta Utara sebagai Pelabuhan heritage  dan menjadi salah satu destinasi Wisata bersejarah. . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Mohamed Salah Jadi Pemain Terbaik versi PFA

Bisnisnews.id – Pemain Liverpool Mohamed Salah sukses meraih gelar pemain terbaik versi Professional Fotballers Association (PFA) musim 207-2018.   Mohamed Salah berhak atas gelar ini karena telah berhasil mengungguli . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Pires Sebut Wenger Dinosaurus Terakhir

Bisnisnews.id – Legenda sepak bola Arsenal Robert Pires menyebut mantan pelatihnya Arsene Wenger sebagai sosok dinosaurus terakhir di era sepak bola zaman kini.   Pemain berkebangsaan Perancis tersebut mengatakan bahwa . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
CATUR
Kejar Rating, PB Percasi Gelar Turnamen Internasional

Bisnisnews.id – Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) menggandeng produsen makanan nasional dalam menggelar JAPFA Grandmaster (GM) and Women Grandmaster (WGM) Chest Tournament 2018. Direktur Corporate . . .
Selengkapnya