Rabu, 24 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KESULITAN EKONOMI
Kamis, 11 Januari 2018 21:39 WIB

Miskin Dan Pengangguran Sebabkan Kerusuhan Di Tunisia


Seorang anggota pasukan keamanan Tunisia mengarahkan senjatanya ke demonstran saat terjadi bentrokan di pinggiran Tunis 10 Januari 2018 (AFP)

Bisnisnews.id - Malam ketiga kerusuhan telah mengguncang Tunisia dimana pihak berwenang mengatakan pada hari Kamis 11 Januari bahwa lebih dari 600 orang telah ditangkap minggu ini karena kemarahan masyarakat pada langkah-langkah penghematan pemerintah.

Pemerintah Tunisia dianggap telah gagal menyelesaikan masalah kemiskinan dan pengangguran.

Polisi menahan 328 orang pada hari Rabu (10/1) karena pencurian, penjarahan, pembakaran dan pemblokiran jalan, kementerian dalam negeri mengatakan, setelah sebelumnya menangkap lebih dari 280 orang selama dua hari.

Kerusuhan terbaru membuat kantor polisi provinsi dibakar, bom molotov dilemparkan ke polisi dan tembakan gas air mata, namun juru bicara kementerian Khalifa Chibani mengatakan bahwa kerusuhan ini tidak separah daripada di hari-hari sebelumnya.

Dua puluh satu anggota pasukan keamanan terluka, kata Chibani. Tidak ada korban di antara para pemrotes.

Tunisia sering dipandang memiliki transisi yang relatif mulus sejak pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan diktator lama Zine El Abidine Ben Ali.

Namun orang-orang Tunisia telah menyatakan frustrasinya sejak awal tahun ini karena langkah-langkah penghematan yang malah meningkatkan harga dalam ekonomi sulit.

Negara Afrika Utara ini memperkenalkan kenaikan pajak pertambahan nilai dan kontribusi sosial sebagai bagian dari anggaran barunya.

Dari pemberitaan AFP, ilmuwan politik Olfa Lamloum menyebut kaum muda kecewa dengan revolusi, terutama karena mahalnya biaya hidup.

Lamloum menunjuk ketidaksetaraan sosial yang lewat meningkatnya kemiskinan, pengangguran dan buta huruf terutama di kalangan kaum muda. (Marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
PILKADA
KPK dan Polri Akan Menangkap Pelaku Money Politic

Bisnisnews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polri siap menangkap kandidat yang maju Pilkada menggunakan praktik politik uang untuk mendapatkan dukungan suara. "Kalau Ada kandidat menawarkan uang dalam pemilihan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
KORUPSI
Penyidik KPK Terus Mendalami Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PU Papua

Bisnisnews.id - Kasus dugaan korupsi pejabat Dinas PU Papua pada proyek pembangunan jalan Kemiri-Depapre sepanjang 24 km yanng telah menyeret dua tersangka DM dan MK terus didalami Penyidik Komisi pembertasan Korupsi (KPK). Sebanyak . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 24 Januari 2018
KEJAHATAN
Seorang Istri Menjual Suaminya Seharga Rp 500 Ribu

Bisnisnews.id - Peristiwa langka, wanita bernisisial VR, warga Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya Jawa Timur menjual suaminya kepada pria hidung belang senilai Rp 500 ribu dengan alasan ekonomi. Transaksi penjualan yang akhirnya . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
BILATERAL
Menko Polhukam Lakukan Pertemuan Dengan Menhan AS

Bisnisnews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis lakukan pertemuan khusus dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya