Rabu, 24 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KUDETA MILITER
Jumat, 12 Januari 2018 16:33 WIB

Pasca Kudeta Turki, 1.800 PNS Diperkejakan Kembali


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dikudeta militer pada tanggal 2 Agustus 2016 (AFP)

Bisnisnews.id - Otoritas Turki pada hari Jumat 12 Januari mengembalikan lebih dari 1.800 pegawai negeri sipil setelah menemukan bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan kelompok yang dipersalahkan atas kudeta gagal di 2016.

Karyawan sektor publik dipecat setelah dituduh mendownload aplikasi pesan terenkripsi yang dikenal sebagai ByLock, yang pihak berwenang mengatakan digunakan oleh gerakan pengkhotbah Islam yang berbasis di AS, Fethullah Gulen.

Namun akhir tahun lalu, pihak berwenang mengatakan bahwa aplikasi tersebut telah tanpa sengaja diunduh oleh ribuan orang.

Gulen membantah tuduhan Turki dan menegaskan bahwa gerakannya adalah kelompok damai.

Sebanyak 1.823 pegawai negeri akan kembali bekerja, termasuk 544 personel dari kementerian pendidikan dan 204 staf kementerian kesehatan.

Keputusan tersebut juga mengatakan 458 personil dari kepolisian dapat kembali ke pekerjaan mereka.

Setelah gagal menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Turki memberlakukan keadaan darurat yang telah diperbaharui lima kali dan kemungkinan akan diperpanjang lagi bulan ini.

Lebih dari 140.000 PNS telah dipecat atau ditangguhkan termasuk guru, hakim, polisi dan akademisi sejak Juli 2016.

Lebih dari 50.000 orang telah ditangkap, termasuk banyak yang diduga memiliki kaitan dengan Gulen karena mereka diduga mendownload aplikasi ByLock.

Bulan lalu jaksa wilayah Ankara mengatakan bahwa 11.480 orang diarahkan ke aplikasi ByLock tanpa sadar.

Namun dalam keputusan hari Jumat ini juga, 262 orang termasuk 48 personil militer dipecat, kantor berita pemerintah Anadolu mengatakan, dan dua organisasi ditutup.

Dilansir dari AFP, karyawan harus kembali bekerja dalam waktu 10 hari dan akan menerima upah mereka selama masa kerjanya namun tidak dapat mengajukan kompensasi. (marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
PILKADA
KPK dan Polri Akan Menangkap Pelaku Money Politic

Bisnisnews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polri siap menangkap kandidat yang maju Pilkada menggunakan praktik politik uang untuk mendapatkan dukungan suara. "Kalau Ada kandidat menawarkan uang dalam pemilihan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
KORUPSI
Penyidik KPK Terus Mendalami Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PU Papua

Bisnisnews.id - Kasus dugaan korupsi pejabat Dinas PU Papua pada proyek pembangunan jalan Kemiri-Depapre sepanjang 24 km yanng telah menyeret dua tersangka DM dan MK terus didalami Penyidik Komisi pembertasan Korupsi (KPK). Sebanyak . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 24 Januari 2018
KEJAHATAN
Seorang Istri Menjual Suaminya Seharga Rp 500 Ribu

Bisnisnews.id - Peristiwa langka, wanita bernisisial VR, warga Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya Jawa Timur menjual suaminya kepada pria hidung belang senilai Rp 500 ribu dengan alasan ekonomi. Transaksi penjualan yang akhirnya . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
BILATERAL
Menko Polhukam Lakukan Pertemuan Dengan Menhan AS

Bisnisnews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis lakukan pertemuan khusus dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya