Rabu, 24 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KESEPAKATAN
Sabtu, 13 Januari 2018 08:36 WIB

AS Setuju Ringankan Sanksi Nuklir Iran ... Untuk Sementara


Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa dia menandatangani surat keringanan sanksi Iran untuk yang terakhir kalinya (AFP)

Bisnisnews.id - Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Jumat 12 Januari bahwa untuk saat ini dia tidak mengajukan sanksi nuklir baru kepada Iran agar kesepakatan 2015 tetap berjalan.

Pemimpin Partai Republik itu dengan enggan setuju menandatangani keringanan sanksi, memastikan Washington memenuhi komitmennya selama 120 hari lagi, namun dia memperingatkan bahwa untuk yang terakhir kalinya.

Selama periode empat bulan tersebut, Trump sekarang menginginkan kongres utama Amerika dan Eropa membuat kesepakatan baru, tanpa perlu negosiasi dengan Teheran, untuk menggantikan kekurangan dalam kesepakatan saat ini.

"Meskipun saya memiliki kecenderungan kuat, saya belum menarik Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran," kata Trump dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP.

"Sebagai gantinya, saya telah menggariskan dua kemungkinan jalan keluar: memperbaiki kerugian dari kesepakatan itu, atau Amerika Serikat akan menarik diri."

Kesepakatan baru yang menurut Trump digariskan dalam undang-undang AS dan melibatkan Inggris, Prancis dan Jerman, akan memberlakukan kontrol lebih ketat terhadap Iran jika keringanan sanksi berlanjut.

Secara khusus akan menerapkan pembatasan permanen, tidak hanya pabrik nuklir Iran tetapi juga program rudalnya.

"Ketentuan ini pasti tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Kebijakan saya adalah menolak semua jalan Iran menuju senjata nuklir, tidak hanya selama 10 tahun, tapi selamanya," kata Trump.

"Jika Iran tidak mematuhi ketentuan ini, sanksi nuklir Amerika akan otomatis dilanjutkan."

Trump juga mendesak Kongres untuk mereformasi undang-undang AS sehingga presiden tidak lagi diminta untuk menyatakan setiap 90 hari apakah menurutnya Iran sesuai, atau memperbaharui keringanan sanksi setiap 120 atau 180 hari.

Menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif men-tweet bahwa keputusan Trump dan pengumuman tersebut sebagai upaya putus asa merongrong kesepakatan multilateral yang solid.

Kesepakatan 2015, katanya, "tidak dapat dinegosiasikan. Alih-alih mengulangi retorika, AS malah harus menyesuaikan diri sepenuhnya, sama seperti Iran." (marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
PILKADA
KPK dan Polri Akan Menangkap Pelaku Money Politic

Bisnisnews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polri siap menangkap kandidat yang maju Pilkada menggunakan praktik politik uang untuk mendapatkan dukungan suara. "Kalau Ada kandidat menawarkan uang dalam pemilihan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
KORUPSI
Penyidik KPK Terus Mendalami Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PU Papua

Bisnisnews.id - Kasus dugaan korupsi pejabat Dinas PU Papua pada proyek pembangunan jalan Kemiri-Depapre sepanjang 24 km yanng telah menyeret dua tersangka DM dan MK terus didalami Penyidik Komisi pembertasan Korupsi (KPK). Sebanyak . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 24 Januari 2018
KEJAHATAN
Seorang Istri Menjual Suaminya Seharga Rp 500 Ribu

Bisnisnews.id - Peristiwa langka, wanita bernisisial VR, warga Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya Jawa Timur menjual suaminya kepada pria hidung belang senilai Rp 500 ribu dengan alasan ekonomi. Transaksi penjualan yang akhirnya . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
BILATERAL
Menko Polhukam Lakukan Pertemuan Dengan Menhan AS

Bisnisnews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis lakukan pertemuan khusus dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya