Senin, 23 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KESEPAKATAN
Sabtu, 13 Januari 2018 08:36 WIB

AS Setuju Ringankan Sanksi Nuklir Iran ... Untuk Sementara


Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa dia menandatangani surat keringanan sanksi Iran untuk yang terakhir kalinya (AFP)

Bisnisnews.id - Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Jumat 12 Januari bahwa untuk saat ini dia tidak mengajukan sanksi nuklir baru kepada Iran agar kesepakatan 2015 tetap berjalan.

Pemimpin Partai Republik itu dengan enggan setuju menandatangani keringanan sanksi, memastikan Washington memenuhi komitmennya selama 120 hari lagi, namun dia memperingatkan bahwa untuk yang terakhir kalinya.

Selama periode empat bulan tersebut, Trump sekarang menginginkan kongres utama Amerika dan Eropa membuat kesepakatan baru, tanpa perlu negosiasi dengan Teheran, untuk menggantikan kekurangan dalam kesepakatan saat ini.

"Meskipun saya memiliki kecenderungan kuat, saya belum menarik Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran," kata Trump dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP.

"Sebagai gantinya, saya telah menggariskan dua kemungkinan jalan keluar: memperbaiki kerugian dari kesepakatan itu, atau Amerika Serikat akan menarik diri."

Kesepakatan baru yang menurut Trump digariskan dalam undang-undang AS dan melibatkan Inggris, Prancis dan Jerman, akan memberlakukan kontrol lebih ketat terhadap Iran jika keringanan sanksi berlanjut.

Secara khusus akan menerapkan pembatasan permanen, tidak hanya pabrik nuklir Iran tetapi juga program rudalnya.

"Ketentuan ini pasti tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Kebijakan saya adalah menolak semua jalan Iran menuju senjata nuklir, tidak hanya selama 10 tahun, tapi selamanya," kata Trump.

"Jika Iran tidak mematuhi ketentuan ini, sanksi nuklir Amerika akan otomatis dilanjutkan."

Trump juga mendesak Kongres untuk mereformasi undang-undang AS sehingga presiden tidak lagi diminta untuk menyatakan setiap 90 hari apakah menurutnya Iran sesuai, atau memperbaharui keringanan sanksi setiap 120 atau 180 hari.

Menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif men-tweet bahwa keputusan Trump dan pengumuman tersebut sebagai upaya putus asa merongrong kesepakatan multilateral yang solid.

Kesepakatan 2015, katanya, "tidak dapat dinegosiasikan. Alih-alih mengulangi retorika, AS malah harus menyesuaikan diri sepenuhnya, sama seperti Iran." (marloft)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Kemenpora Gelar Nobar Piala Dunia 2018

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggelar nonton bareng (Nobar)  perhelatan Piala Dunia 2018 Rusia  satu bulan penuh (15 Juni - 15 Juli 2018) di Halaman Kantor Kemenpora. Sesmenpora . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
UNJUK RASA
Ribuan Pengemudi Ojek Online Menuntut Kesejahteraan dan Pengakuan

Bisnisnews.id - Ribuan pengemudi ojek online melakukan orasi di depan gedung DPR/MPR RI, Senin (23/4/2018). Mereka menuntut mendorong para wakil rakyat ikut berperan mendorong diberikan subsidi, sehingga penumpang tetap bisa menikmati . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
BMKG
DKI Jakarta dan Sekitarnya Berpotensi Hujan Lebat, Angin Disertai Petir

Bisnisnews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan dalam beberapa hari kedepan (23 -25 April 2018) terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar perairan wilayah Indonesia dan adanya aliran udara . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 23 April 2018
PELAYANAN
Batik Air Klaim Sebagai Maskapai Paling Tepat Waktu di Asia Tenggara

Bisnisnews.id - Batik Air (Lion Group) pada periode Maret 2018 klaim menjadi maskapai paling tepat waktu di Asia Tenggara dan peringkat ke-56 di dunia Dilaporkan bahwa keberangkatan dan kedatangan pesawat Batik Air *on time performance/ . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
LALIN
Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Jalan Thamrin dan Sudirman

Bisnisnews.id - Sosialisasi penertiban lalulintas dengan sstem ganjil-genap di DKI Jakarta berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan. Hari ini sistem itu diuji coba mulai pukul 06.00-10.00 WIB. Wakil Kepala Dinas Perhubungan . . .
Selengkapnya