Rabu, 24 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

IMIGRASI AS
Sabtu, 13 Januari 2018 08:54 WIB

Komentar Trump Dianggap Rasis, Uni Afrika Mengamuk


Pejalan kaki berbelanja di pasar pinggir jalan di Lagos, Nigeria, Jumat, 12 Januari (AFP)

Bisnisnews.id - Uni Afrika marah pada hari Jumat 12 Januari setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan menyebut negara mereka sebagai 'shithole', menuduh presiden AS rasisme dan tidak tahu apa-apa.

'Shithole' dapat diartikan secara garis besar sebagai tempat yang sangat kotor, lusuh, atau tidak menyenangkan. Uni Afrika beranggotakan 55 negara mengecam ucapan tersebut sementara Botswana dan Senegal mengeluhkan ke duta besar AS.

"Komentar ini benar-benar jauh dari perilaku dan praktik yang dapat diterima," kata Ebba Kalondo, juru bicara Uni Afrika.

"Ini bahkan lebih menyakitkan mengingat kenyataan historis tentang berapa banyak orang Afrika tiba di Amerika Serikat sebagai budak, dan juga sangat mengejutkan karena Amerika Serikat tetap merupakan contoh positif bagaimana migrasi dapat melahirkan sebuah bangsa," kata Kalondo. .

Komentar itu jelas rasis, kata Kalondo seperti dikutip dari AFP, namun menekankan bahwa AS lebih kuat daripada hanya satu orang itu.

Trump membuat pernyataan pada hari Kamis (11/1) dalam pertemuan dengan anggota parlemen mengenai reformasi imigrasi, menurut laporan The Washington Post dan The New York Times. Pada hari Jumatnya, Trump men-tweet penyangkalan implisit, mengatakan "bukan ini bahasa yang digunakan".

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam ucapan Trump yang dilaporkan mengejutkan, memalukan dan rasis.

"Anda tidak dapat mengabaikan seluruh negara dan benua sebagai 'shitholes' yang populasinya tidak berkulit putih, oleh karena itu tidak diterima," kata Rupert Colville, juru bicara kantor HAM PBB di Jenewa.

Botswana memanggil duta besar AS negara tersebut untuk menjelaskan apakah Botswana dianggap sebagai negara 'shithole', menurut pernyataan kementerian luar negeri mereka yang menyebut komentar Trump tidak bertanggung jawab, tercela dan rasis.

Menteri Luar Negeri Senegal, Sidiki Kaba mengatakan bahwa pemerintah dengan tegas mengecam ucapan yang tidak dapat diterima dan melemahkan martabat manusia, terutama Afrika dan diaspora serta koeksistensi damai dan hubungan baik antara masyarakat. (marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
PILKADA
KPK dan Polri Akan Menangkap Pelaku Money Politic

Bisnisnews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polri siap menangkap kandidat yang maju Pilkada menggunakan praktik politik uang untuk mendapatkan dukungan suara. "Kalau Ada kandidat menawarkan uang dalam pemilihan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
KORUPSI
Penyidik KPK Terus Mendalami Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PU Papua

Bisnisnews.id - Kasus dugaan korupsi pejabat Dinas PU Papua pada proyek pembangunan jalan Kemiri-Depapre sepanjang 24 km yanng telah menyeret dua tersangka DM dan MK terus didalami Penyidik Komisi pembertasan Korupsi (KPK). Sebanyak . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 24 Januari 2018
KEJAHATAN
Seorang Istri Menjual Suaminya Seharga Rp 500 Ribu

Bisnisnews.id - Peristiwa langka, wanita bernisisial VR, warga Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya Jawa Timur menjual suaminya kepada pria hidung belang senilai Rp 500 ribu dengan alasan ekonomi. Transaksi penjualan yang akhirnya . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
BILATERAL
Menko Polhukam Lakukan Pertemuan Dengan Menhan AS

Bisnisnews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis lakukan pertemuan khusus dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya