Senin, 23 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

IMIGRASI AS
Sabtu, 13 Januari 2018 08:54 WIB

Komentar Trump Dianggap Rasis, Uni Afrika Mengamuk


Pejalan kaki berbelanja di pasar pinggir jalan di Lagos, Nigeria, Jumat, 12 Januari (AFP)

Bisnisnews.id - Uni Afrika marah pada hari Jumat 12 Januari setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan menyebut negara mereka sebagai 'shithole', menuduh presiden AS rasisme dan tidak tahu apa-apa.

'Shithole' dapat diartikan secara garis besar sebagai tempat yang sangat kotor, lusuh, atau tidak menyenangkan. Uni Afrika beranggotakan 55 negara mengecam ucapan tersebut sementara Botswana dan Senegal mengeluhkan ke duta besar AS.

"Komentar ini benar-benar jauh dari perilaku dan praktik yang dapat diterima," kata Ebba Kalondo, juru bicara Uni Afrika.

"Ini bahkan lebih menyakitkan mengingat kenyataan historis tentang berapa banyak orang Afrika tiba di Amerika Serikat sebagai budak, dan juga sangat mengejutkan karena Amerika Serikat tetap merupakan contoh positif bagaimana migrasi dapat melahirkan sebuah bangsa," kata Kalondo. .

Komentar itu jelas rasis, kata Kalondo seperti dikutip dari AFP, namun menekankan bahwa AS lebih kuat daripada hanya satu orang itu.

Trump membuat pernyataan pada hari Kamis (11/1) dalam pertemuan dengan anggota parlemen mengenai reformasi imigrasi, menurut laporan The Washington Post dan The New York Times. Pada hari Jumatnya, Trump men-tweet penyangkalan implisit, mengatakan "bukan ini bahasa yang digunakan".

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam ucapan Trump yang dilaporkan mengejutkan, memalukan dan rasis.

"Anda tidak dapat mengabaikan seluruh negara dan benua sebagai 'shitholes' yang populasinya tidak berkulit putih, oleh karena itu tidak diterima," kata Rupert Colville, juru bicara kantor HAM PBB di Jenewa.

Botswana memanggil duta besar AS negara tersebut untuk menjelaskan apakah Botswana dianggap sebagai negara 'shithole', menurut pernyataan kementerian luar negeri mereka yang menyebut komentar Trump tidak bertanggung jawab, tercela dan rasis.

Menteri Luar Negeri Senegal, Sidiki Kaba mengatakan bahwa pemerintah dengan tegas mengecam ucapan yang tidak dapat diterima dan melemahkan martabat manusia, terutama Afrika dan diaspora serta koeksistensi damai dan hubungan baik antara masyarakat. (marloft)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 23 April 2018
BOLA
Kemenpora Gelar Nobar Piala Dunia 2018

Bisnisnews.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggelar nonton bareng (Nobar)  perhelatan Piala Dunia 2018 Rusia  satu bulan penuh (15 Juni - 15 Juli 2018) di Halaman Kantor Kemenpora. Sesmenpora . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
UNJUK RASA
Ribuan Pengemudi Ojek Online Menuntut Kesejahteraan dan Pengakuan

Bisnisnews.id - Ribuan pengemudi ojek online melakukan orasi di depan gedung DPR/MPR RI, Senin (23/4/2018). Mereka menuntut mendorong para wakil rakyat ikut berperan mendorong diberikan subsidi, sehingga penumpang tetap bisa menikmati . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
BMKG
DKI Jakarta dan Sekitarnya Berpotensi Hujan Lebat, Angin Disertai Petir

Bisnisnews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan dalam beberapa hari kedepan (23 -25 April 2018) terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar perairan wilayah Indonesia dan adanya aliran udara . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 23 April 2018
PELAYANAN
Batik Air Klaim Sebagai Maskapai Paling Tepat Waktu di Asia Tenggara

Bisnisnews.id - Batik Air (Lion Group) pada periode Maret 2018 klaim menjadi maskapai paling tepat waktu di Asia Tenggara dan peringkat ke-56 di dunia Dilaporkan bahwa keberangkatan dan kedatangan pesawat Batik Air *on time performance/ . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
LALIN
Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Jalan Thamrin dan Sudirman

Bisnisnews.id - Sosialisasi penertiban lalulintas dengan sstem ganjil-genap di DKI Jakarta berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan. Hari ini sistem itu diuji coba mulai pukul 06.00-10.00 WIB. Wakil Kepala Dinas Perhubungan . . .
Selengkapnya