Rabu, 24 Januari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

KESEPAKATAN
Minggu, 14 Januari 2018 15:51 WIB

Iran Tolak Modifikasi Kesepakatan Nuklir 2015


Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif (AFP)

Bisnisnews.id - Iran pada hari Sabtu 13 Januari menolak memodifikasi kesepakatan nuklirnya, setelah Presiden AS Donald Trump menuntut langkah-langkah baru untuk menjaga agar kesepakatan tetap berjalan.

"Iran tidak akan menerima amandemen apapun dalam kesepakatan ini, baik sekarang atau di masa depan, dan tidak akan membiarkan masalah lain dikaitkan dengan JCPOA (nama teknis kesepakatan 2015)," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan

Trump kembali meringankan sanksi nuklir pada hari Jumat (12/1) namun meminta Eropa bekerja dengan Amerika Serikat untuk memperbaiki kekurangan kesepakatan tersebut, atau Amerika Serikat akan menarik diri.

Dia mengatakan kesepakatan baru tersebut harus mengekang program rudal Iran dan memasukkan larangan permanen pada pabrik nuklir Iran serta menghapus tanggal kadaluwarsa.

Namun Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan kesepakatan 2015 tidak dapat dinegosiasikan kembali.

"JCPOA tidak dapat dinego lagi. Daripada mengulangi retorika, AS harus menyesuaikan diri sepenuhnya, sama seperti Iran," Zarif men-tweet setelah pidato Trump.

Iran berpendapat bahwa sanksi AS terus-menerus terhadap wilayah non-nuklir seperti hak asasi manusia dan uji rudal telah secara efektif menghalangi Iran memperoleh keuntungan finansial yang diharapkan dari kesepakatan tersebut.

Dkutip dari AFP, Zarif mengatakan bahwa sikap agresif Trump dan Iran terhadap kesepakatan tersebut telah melanggar komitmen untuk menahan diri dari kebijakan yang secara khusus ditujukan untuk mempengaruhi normalisasi hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Iran sesuai kesepakatan. (marloft)

Baca Juga

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
PILKADA
KPK dan Polri Akan Menangkap Pelaku Money Politic

Bisnisnews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polri siap menangkap kandidat yang maju Pilkada menggunakan praktik politik uang untuk mendapatkan dukungan suara. "Kalau Ada kandidat menawarkan uang dalam pemilihan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
KORUPSI
Penyidik KPK Terus Mendalami Kasus Dugaan Korupsi di Dinas PU Papua

Bisnisnews.id - Kasus dugaan korupsi pejabat Dinas PU Papua pada proyek pembangunan jalan Kemiri-Depapre sepanjang 24 km yanng telah menyeret dua tersangka DM dan MK terus didalami Penyidik Komisi pembertasan Korupsi (KPK). Sebanyak . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Rabu, 24 Januari 2018
KEJAHATAN
Seorang Istri Menjual Suaminya Seharga Rp 500 Ribu

Bisnisnews.id - Peristiwa langka, wanita bernisisial VR, warga Jalan Tambak Wedi Baru, Surabaya Jawa Timur menjual suaminya kepada pria hidung belang senilai Rp 500 ribu dengan alasan ekonomi. Transaksi penjualan yang akhirnya . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Rabu, 24 Januari 2018
BILATERAL
Menko Polhukam Lakukan Pertemuan Dengan Menhan AS

Bisnisnews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis lakukan pertemuan khusus dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Selasa, 23 Januari 2018
HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dirjen Hubud Sikapi Kemelut Manajemen Garuda Vs APG dan Sekarga,

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan para operator penerbangan agar menyelesaikan beragam masalah yang ada di internal perusahaan asal tidak berdampak negatif terhadap keselamatan, . . .
Selengkapnya